Bangunan Ajaib yang Selamat dari Malapetaka Dahsyat

Dahsyatnya bencana alam dan hantaman perang dunia yang terjadi, hanya menyisakan puing-puing reruntuhan. Namun tak semua hancur luluh lantak,  ada yang tersisa bangunan ajaib yang selamat dari bencana dan “malapetaka dahsyat” ini. Meski hanya sebuah bangunan yang tak dapat berbicara akan tetapi saat menatapnya seolah ada keagungan.

Ada campur tangan dan kebesaran yang maha kuasa seakan disisakan untuk kita sebagai tanda pengingat bahwa disekitar bangunan-bangunan ini berdiri ada tragedi kemanusiaan yang menyayat hati, tempat dimana ribuan manusia meratap tangis, tempat dimana jutaan jenazah manusia tewas bergeletak. Sahabat kejadiananeh.com Inilah 10 Bangunan Ajaib yang Selamat dari Bencana Dan Malapetaka Dahsyat;

1. Salib Yesus dan Patung Bunda Maria yang Selamat dari Kebakaran Gereja

Bangunan Ajaib yang Selamat dari Malapetaka Dahsyat

Peristiwa kebakaran ini terjadi pada bulan november 2014 lalu, salib Yesus yang terbuat dari kayu Patung Yesus dan Patung Bunda Maria selamat dalam sebuah kebakaran hebat yang melanda sebuah Gereja Katolik bersejarah yang berusia 108 tahun. Holy Cross Catholic Church di San Jose di California,  nama dan tempat gereja ini berada.

Lebih dari 100 pemadam kebakaran turun tangan untuk segera  memadamkan api, namun api begitu hebat melalap habis gereja dan gedung-gedung yang berada disekitarnya. Keanehan terjadi setelah api akhirnya berhasil diredakan, para Petugas dan jemaat terkesima menyaksikan salib kayu yang lolos dari api begitupun akan patung Yesus dan Patung Bunda Maria. Sejumlah orang yakin, itu adalah pertanda mukjizat dan sebagai pengingat bahwa gereja harus dibangun kembali.
2.  Keajaiban Masjid Rahmatullah, Aceh Di Indonesia

Pada 26 Desember 2004, gempa 9,1 skala Richter mengguncang Samudera Hindia, di lepas pantai Sumatera Utara, Indonesia. Lindu memicu tsunami dahsyat yang menyapu area pantai di sejumlah negara, lebih dari 230 ribu orang tewas, jutaan lainnya kehilangan tempat bernaung. Salah satu kota paling terdampak adalah Lhoknga, dekat Banda Aceh. Kota nyaris rata dengan tanah, namun keajaiban terjadi, sebuah bangunan masjid berdiri tegah di tengah kehancuran. Sejumlah orang yakin, kuasa Illahi menyelamatkan Masjid Rahmatullah tersebut. 

 
Keajaiban itu juga tertangkap satelit Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA). Foto Lhoknga dari angkasa luar menunjukkan fitur melingkar berwarna putih. Itu adalah sebuah masjid yang selamat dan berdiri kokoh di tengah segala kehancuran. 

3. Pohon Pinus Ajaib tak roboh meski diterjang gempa bumi dan tsunami

Saat gempa bumi dan tsunami dahsyat menerjang Jepang pada 11 Maret 2011, seluruh isi hutan di Prefektur Iwate tersapu bah. Dari 70 ribu pepohonan yang ada di sana, hanya satu yang tersisa: sebuah pohon pinus setinggi 80 meter. ‘Miracle Pine’. Pohon itu bertahan hidup 18 bulan setelah bencana, sebelum akhirnya takluk pada kondisi alam yang tak lagi bersahabat, akibat tanah yang terlalu asin karena menyerap air laut yang dibawa tsunami.

Selama masa hidupnya yang mencapai 173 tahun, pohon itu selamat dari 3 tsunami besar, 1896, 1933, dan 2011. Setelah pinus itu mati, ia ditebang dan diawetkan. Pohon itu ‘dihidupkan’ lagi sebagai monumen, 2 tahun setelah bencana. Batangnya diperkuat dengan batubara, sementara cabang bagian atas dan dedaunannya diganti replika dari plastik.

“Bagi mereka yang menderita dan kehilangan akibat bencana, pinus ajaib itu memberikan kekuatan dan harapan untuk meneruskan hidup,” kata Walikota Rikuzentakata, Futoshi Toba.

 4. Gerbang Kuil Sanno Sebagai Saksi Pengeboman Kota Nagasaki

Kuil Sanno berada di lokasi 800 meter tenggara pusat ledakan bom atom yang meluluhlantakkan Kota Nagasaki, Jepang. Tempat ibadah itu terkenal dengan torii, pintu gerbang kuil atau bangunan di kuil Shinto yang merupakan pembatas antara kawasan tempat tinggal manusia dengan kawasan suci yang tinggal sebelah.

Torri-nya yang hanya tinggal sebelah adalah akibat dari ledakan bom atom pada 9 Agustus 1945. Salah satu kaki gerbang runtuh, namun yang satunya masih tegak berdiri meski terpuntir 30 derajat dari fondasinya.

“Satu kaki gerbang itu terenggut oleh percobaan perang nuklir pertama  dalam sejarah manusia. Diam-diam ia menunjuk pada kegelisahan manusia dan kegelisahan yang dirasakan planet rapuh ini atas ancaman bencana nuklir,”.

Dua pohon yang masih berdiri di Kuil Sanno juga menjadi saksi hidup kehancuran dan kebangkitan Nagasaki. Dua pohon kamper (Cinnamomum camphora) hangus, terbakar, seluruh daunnya rontok akibat gelombang kejut bom. Meski demikian, tumbuhan itu selamat. Salah satu pohon dijadikan monumen hidup pada 15 Februari 1969. Ajaibnya, bagian mati dari pokok itu ditutupi oleh akar baru yang tumbuh kemudian.

5. Gerbang Brandenburg

Gerbang Brandenburg adalah tenggara atau landmark Jerman. Tenar di masa Perang Dingin sebagai simbol menyedihkan, ada di antara Jerman Barat dan Jerman Timur dan menjadi bagian dari Tembok Berlin. Berlokasi di Pariser Platz, gerbang itu adalah satu-satunya bangunan yang masih tegak pasca-bombardir Sekutu pada 1945, meski dalam kondisi rusak parah, bopeng dan bolong akibat berondongan peluru dan ledakan di dekatnya.

Ketika Revolusi 1989 terjadi dan Tembok Berlin runtuh, Gerbang Brandenburg menggambarkan kebebasan dan keinginan menyatukan Kota Berlin. Tanggal 22 Desember 1989, Gerbang Brandenburg dibuka kembali. Kanselir Jerman Barat saat itu Helmut Kohl, berjalan melaluinya dan disambut oleh Hans Modrow, Perdana Menteri Jerman Timur.

Dua tahun sebelumnya, pada  12 Juni 1987, Presiden AS Ronald Reagan berbicara kepada warga Berlin Barat di Gerbang Brandenburg, menuntut pembukaan Tembok Berlin. Kata-katanya ditujukan pada pemimpin Uni Soviet, Mikhail Gorbachev.

“Sekretaris Jenderal Gorbachev, bila Anda mencari perdamaian, bila Anda mencari kemakmuran Uni Soviet dan Eropa Timur, bila Anda mencari kebebasan: Datanglah ke gerbang ini! Tuan Gorbachev, bukalah gerbang ini! Tn. Gorbachev, runtuhkan tembok ini!” Setelah reunifikasi yang menyatukan Jerman, gerbang tersebut direnovasi besar-besaran pada tahun 2000.

6. Patung Yesus di Tengah Terpaan Badai Topan Haiyan

Saat Badai Topan Haiyan menerjang Filipina pada tahun lalu, ia memporak porandakan segala sesuatu yang dilewati. Rumah-rumah roboh, orang-orang panik berlarian ke segala arah, tak semua selamat, ada yang tinggal nyawa bergeletakan di jalanan atau tersampir di pepohonan.

Di tengah kekacauan itu, ada yang selamat tetap berdiri dan merentangkan tangannya: sebuah patung Yesus Kristus. Patung itu selamat dari terjangan badai di Kota Tanauan. Membuatnya menjadi simbol harapan bagi mereka yang kala itu berjuang untuk selamat dari trauma akibat bencana yang menewaskan lebih dari 6.000 orang.

7. Kubah yang bertahan dari Ledakan Bom Atom Di Hiroshima

Kubah Bom Atom di Hiroshima adalah simbol kehancuran, sekaligus simbol perdamaian. Bangunan yang dirancang arsitek Ceko pada tahun 1915, awalnya digunakan sebagai ajang pameran industri atau Hiroshima Prefectural Industrial Promotion Hall. Gedung ini berlokasi 160 meter dari pusat ledakan bom atom mengalami kerusakan hebat, namun tak sepenuhnya hancur. Menjadi satu-satunya struktur tersisa di dekat titik jatuhnya “Little Boy”.

Kubah itu sempat menjadi subjek kontroversi sejumlah penduduk lokal menginginkannya dirubuhkan, lainnya menuntutnya tetap dilestarikan sebagai pengingat kejadian bom atom sekaligus simbol perdamaian. Akhirnya, saat rekonstruksi Hiroshima dimulai, gedung yang tinggal rangkanya itu tetap dipertahankan dan menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1996.

Bomber bom atom Hiroshima terakhir yang bertahan hidup, Theodore Van Kirk tutup usia akhir Juli 2014 lalu. Saat diwawancara pada tahun 2005, Van Kirk mengatakan, berdasarkan pengalamannya selama Perang Dunia II, perang apalagi penggunaan bom atom sama sekali tak menyelesaikan masalah. Ia ingin senjata semacam itu dimusnahkan.

8. Pagoda Kuil Buddha yang selamat dari 46 kali Goncangan Gempa Bumi

Sejak pagoda di Kuil Horyu-Ji dibangun pada tahun 607 Masehi, 46 kali Jepang diguncang gempa dengan kekuatan 7 skala Richter atau lebih. Pagoda lima lantai itu berdiri di lokasi Sai-in, menjulang dengan ketinggian 32,45 meter, dengan luasan 20 x 20 meter. Merupakan salah satu bangunan kayu paling tua dalam sejarah. Kayu yang digunakan sebagai pilar utama dianalisis ditebang pada tahun 594 Masehi. Pertanyaannya, bagaimana bisa pagoda itu tak menyerah oleh getaran dan guncangan? Semua ini apakah karena berkat teknologi desain bangunannya?

Teknologi pagoda bertingkat sampai di Jepang selama Abad ke-6, seiring penyebaran agama Buddha dari China. Di Tiongkok, pagoda biasanya dibangun dengan batu. Namun, mempertimbangkan ketidakstabilan seismik Jepang dan curah hujan tahunan yang lebih tinggi, pembangunannya dimodifikasi dalam tiga cara: penggunaan atap lebar dan berat, lantai yang tak menyambung, dan shinbashira (tiang penyangga utama) yang meredam guncangan. Pilar utama pagoda berada 3 meter di bawah permukaan tanah, di bawah permukaan fondasi dari batu besar yang membentang di tanah.
9. Kebakaran Hebat di Menara Air Chicago pada tahun 1871

Menara air Chicago dibangun pada 1869 menggunakan batu kapur. Arsitek yang merancangnya, William W. Boyington sengaja meniru bangunan kastil di Eropa. Menara air itu dan stasiun pemompa air di dekatnya adalah 2 bangunan publik yang tersisa di pusat kota Chicago, dari kebakaran hebat Great Chicago Fire of 1871 yang nyaris menghanguskan seluruh kota.

Sejak saat itu, menara air itu menjadi ikon kesayangan kota, yang menjadi simbol daya tahan Chicago. Bangunan tersebut menghadapi sejumlah ancaman penghancuran beberapa kali, pada tahun 1906, 1918, dan 1948, namun berkali-kali publik menyelamatkannya. Menara air direstorasi besar-besaran pada 1962.

10. Menara Pisa

10 Bangunan Ajaib Selamat dari Bencana dan Malapetaka

Pembangunan Menara Pisa selesai pada tahun 1372, Menara Miring Pisa (Torre pendente di Pisa) adalah salah satu bangunan paling dikenal di muka Bumi. Menara tersebut terletak di belakang katedral dan merupakan bangunan ketiga Campo dei Miracoli (lapangan pelangi) di Kota Pisa. Menara Pisa sebenarnya dibuat agar berdiri secara vertikal seperti menara lonceng pada umumnya, namun mulai miring tak lama setelah pembangunannya dimulai pada Agustus 1173.

Selama Perang Dunia II,  Kota Pisa di bawah kendali Jerman, menara tersebut digunakan sebagai pos observasi. Karena itu lah bangunan itu nyaris dibom dan dihancurkan pasukan Sekutu. Berkat Sersan Leon Weckstein, yang ditugaskan untuk mengobservasi menara tersebut, memutuskan untuk menyelamatkannya. Ia terkesima dengan keindahannya. Padahal perintah untuk tentara 23 tahun itu gamblang. “Jika kau melihat sesuatu mencurigakan, jangan tunggu apapun, minta tembakan dilancarkan,” demikian seperti dikutip dari The Guardian.

Sebelum tembakan sempat dilakukan untuk meruntuhkan menara itu, Jerman melakukan serangan udara, ia dan rekannya diminta kembali ke markas. Para pejabat keamanan Sekutu menargetkan serangan berbeda, Bangunan Ajaib Menara Pisa selamat dan terhindar dari bencana malapetaka dahsyat.

Namun, apakah saat itu pasukan Jerman berada di menara itu, belum diketahui, namun Weckstein berpendapat, “Kau tahu? Aku sudah memikirkan selama 50 tahun dan aku yakin mereka ada di sana. ungkapnya”. Sebelumnya, 7 Bom Nuklir Dengan Ledakan Dahsyat Paling Mematikan Di Dunia.

Referensi
liputan6.com_10 Bangunan Ajaib yang Selamat Dari Bencana dan Malapetaka