Uniknya Taman Wisata Kunang Kunang

Sahabat kejadiananeh.com, masih ingat dengan kunang-kunang? Serangga ajaib yang bisa mengeluarkan cahaya terang dimalam hari, biasanya habitat asli mereka hidup di daerah lembab dan basah. Dulu dijaman engkong dan bapake kita, sangat mudah sekali melihat penampakan “kunang-kunang”, apalagi buat sebagian orang yang masih tinggal di lingkungan alam pedesaan asri, berdekatan dengan rawa-rawa atau pedalaman hutan. 
Tapi buat masyarakat yang tinggal di perkotaan jangan pernah deh berharap bisa bertemu lagi dengan binatang bercahaya ini, sekalinya ketemu cahaya kerlap kerlip di malam hari ternyata lampu disko. Dan bagi kamu yang baru pecah telur kemarin alias hidup diera martabak pelangi jangan bersedih, kamu masih bisa menemui gerombolan serangga terang ini. 
Ada 4 tempat yang sangat terkenal sebagai taman wisata kunang-kunang di dunia yang pertama East Lake Peony Garden di Tiongkok (Cina), Kelip-kelip Kampung Kuantan di Malaysia, Hutan Kunang-kunang di Jepang dan yang terakhir berada di Indonesia yaitu di Desa Wouna, Biak Numfor Papua. Lebih lengkapnya simak berikut ini:
1. Taman Kunang-Kunang di Cina, East Lake Peony Garden 

Uniknya Taman Wisata Kunang Kunang

Bagaikan hidup di Negeri Dongeng, saat pertama kali kita berkunjung ke Taman Kunang-kunang East Lake Peony Garden yang berada di Kota Wuhan, Provinsi Hubei Cina. Taman unik ini memang sengaja dibuat atas inisiatif pemerintah negeri tirai bambu tersebut, mengingat keberadaan serangga bercahaya tersebut semakin langka untuk ditemukan. 
Lebih dari puluhan ribu kunang-kunang hidup makmur ditempat ini, berkembang biak, berpesta pora dan dilindungi kelestariannya. Bagi para pengunjung yang ingin menikmati taman kunang-kunang hanya dikenakan biaya sebesar 10 yuan atau sekitar 22 ribu rupiah.

Ditempat ini kita tidak hanya bisa sekedar berekreasi saja menikmati atraksi cahaya kunang-kunang di malam hari, tapi juga boleh melihat langsung bagaimana proses pengembangbiakan dan mengobservasinya langsung. 
Ada 5 area markas kunang-kunang yang dapat kita temui diantaranya Flying Zone, The Observation Zone, A Zero Distance Contact Zone, Breeding Zone dan Science Popularisation area (artikan sendiri yah artinya, udah gede kan hahaaha).

Nah bagi kamu yang tertarik traveling ke tempat ini pastikan dulu datangnya sekitar bulan Mei tanggal 30an sampai awal bulan Oktober. Sebab umur mereka terbilang singkat dan hanya muncul disekitar musim panas saja, disekitar bulan tersebut. Lihat juga 7 Taman Bunga Terindah Bagaikan di Surga
2. Kompleks Pelancongan Kelip-Kelip Kampung Kuantan (KG Kuantan Fireflies Park)
Meski hanya berjumlah ribuan dan tak sebanyak puluhan ribu kunang-kunang yang dapat kita jumpai seperti di East Lake Peony Garden, Cina. Kunang-kunang yang hidup di Kompleks Pelancongan ini bukanlah hasil pekembangbiakkan, mereka berhabitat secara alami dialamnya.

Sebab kampung kuantan ini terkenal sangat asri, untuk mendatangi tempat tersebut pun kita harus menggunakan sebuah sampan (perahu kecil) yang hanya muat dengan 4 orang saja. Tentu saja tidak gratis om, pipis aja bayar hehe. 
Kita harus menyewa sampan tersebut seharga 50 ringgit atau sekitar 160 ribu bila dirupiahkan. Jarak tempuh perjalanan ke Kampung Kuantan Kuala Selangor sekitar 56 KM bila kita start dari Kuala Lumpur. 
Dan bila suatu saat nanti kamu tertarik untuk berwisata ke sana, jangan pernah bertanya dimana tempat wisata kunang-kunang mereka pasti gak ngudeng dengan pertanyaan kamu, sebab orang malaysia mengenal serangga bercahaya ini dengan sebutan sebagai Kelip-Kelip.

3. Uniknya Hutan Kunang-kunang Emas di Jepang

wisata kunang kunang

Mungkin inilah tempat surganya kunang-kunang di seluruh dunia, mereka berhabitat tanpa campur tangan manusia. Di dalam hutan Maniwa, Prefektur Okayama Jepang. Mereka hidup subur dengan kondisi lingkungan alam yang bersih, sejuk dan belum tercemar sama sekali.

Jutaan Hotaru (sebutan kunang-kunang Emas di Jepang) dapat dengan mudah kita jumpai sekitar bulan juni sampai juli. Meski Hutan Maniwa bukanlah sebagai tempat wisata kunang-kunang emas, para wisatawan gratis alias tidak dikenakan tarif biaya untuk berkunjung ke tempat tersebut, namun mereka akan dikenakan sanksi hukum bila mengancam dan merusak kelestarian habitat Hotaru-hotaru tersebut.
4. Desa Kunang-kunang di Wouna, Biak Numfor
-Papua
Nah ini masih produk Indonesia asli loh, gak perlu jauh-jauh pergi untuk wisata taman kunang-kunang ke Negeri Seberang, meskipun ongkosnya masih mahalan ke Papua sih dipikir-pikir, Benar Gak?..

Sahabat kejadiananeh.com sebenarnya di Papua sendiri masih banyak dijumpai penampakan kunang-kunang, hampir di setiap kawasan wilayah. Namun tingkat populasi paling tinggi serangga bercahaya tersebut adalah di desa Wouna, Distrik Yawosi berjarak sekitar 25 kilometer dari Biak. 
Tempat ini sangat terkenal oleh para wisatawan lokal ataupun mancanegara sebagai destinasi wisata kunang-kunang. Biasanya para kunang-kunang akan bergerombol menyelimuti pepohonon, sebuah pemandangan ajaib dan luar biasa yang memanjakan mata. Bagaimana, kalian tertarik untuk mengunjungi salah satu dari ke 4 tempat wisata taman kunang-kunang tersebut?