Cara Memperbanyak Produksi ASI Secara Alami

Memberikan ASI eksklusif pada bayi diketahui memiliki begitu banyak manfaat, mulai dari menguatkan daya tahan tubuh bayi (imunitas), membuat bayi memiliki tingkat kecerdasan lebih tinggi, dan lain-lain. Namun, ada kalanya Air Susu Ibu atau ASI tidak dapat mengalir secara lancar alias tersumbat, sehingga pemberian ASI harus diselingi dengan susu formula atau bahkan sepenuhnya menggunakan susu formula. 
Terdapat beberapa cara memperbanyak dan memproduksi ASI secara alami yang dapat dicoba agar bayi tetap dapat terpenuhi kebutuhannya akan pentingnya ASI. Namun sebelum mengetahui bagaimana saja tips-tips meningkatkan produksi ASI agar melimpah, ada baiknya untuk mengetahui terlebih dahulu mengapa ASI dapat sulit untuk dikeluarkan dan apa saja penyebabnya sehingga tidak bisa keluar banyak.
Hal pertama yang dapat menyebabkan ASI sulit keluar banyak adalah asupan gizi dari ibu itu sendiri yang kurang terpenuhi dan mengakibatkan sedikitnya ASI yang diproduksi. Kedua, kesehatan ibu yang tengah berada dalam gangguan tertentu juga bisa membuat produksi ASI berkurang serta tidak lancar. 
Ibu yang merasa tidak nyaman dapat pula menjadi penyebab minimalnya ASI yang diproduksi. Rasa kesal, sedih, marah, cemas hingga takut adalah alasan sedikitnya produksi ASI yang dihasilkan. 
Selain itu, kelelahan yang diderita akibat kurang tidur serta terlalu banyak pikiran dapat pula menjadi alasan kenapa ibu tidak dapat memproduksi ASI secara maksimal. Sementara itu, produksi ASI sendiri akan sangat disesuaikan dengan seberapa banyak yang dibutuhkan oleh bayi.
Cara memperbanyak ASI yang pertama adalah dengan memberikan ASI secara sesering mungkin. Dengan begini, produksi ASI akan dirangsang walaupun ASI sedang tidak begitu banyak jumlahnya. Frekuensi memberikan ASI juga bisa ditambah agar produksinya semakin meningkat. 
Cara Memperbanyak Produksi ASI Secara Alami
Photo: Copyright enablekids.ca

Langkah lain yang dapat digunakan ialah dengan memerah ASI. Semakin sering ASI disalurkan maka produksinya juga bisa meningkat secara alami. Kedua, berikan kesempatan bayi untuk mengonsumsi ASI dalam kurun waktu yang lama. 

Terbukti cara ini mampu membantu mengosongkan jumlah ASI yang sudah diproduksi sehingga produksi selanjutnya dapat segera dilakukan. Inilah mengapa sebenarnya seorang ibu tidak perlu membuat jadwal menyusui melainkan memberikan saja ASI tiap kali bayi membutuhkannya.
Berikan ASI secara bergantian antara payudara kanan dan kiri. Tujuannya adalah agar bayi tidak merasa bosan dan dapat menyesuaikan cara mengisapnya. 
Manfaat lain dari cara ini adalah agar ASI dapat mengalir secara sempurna, di mana ASI yang telah diproduksi dialirkan sementara ASI selanjutnya dapat segera diproduksi lagi. Cara lainnya adalah dengan memberikan pijatan agar aliran ASI lancar dan jumlahnya semakin banyak. 
Pemijatan dilakukan mulai dari pangkal payudara lalu tekan bagian dada menggunakan dua jari. Lakukan gerakan melingkar selama sekian detik dan lanjutkan di daerah berikutnya. Arah gerakan yang dianjurkan adalah radial atau melingkar menuju bagian puting.
Cara lain yang dapat dilakukan ialah dengan memompa ASI. Hal ini dapat dilakukan setelah menyusui apabila jumlah ASI dirasa masih banyak. Memompa ASI juga bertujuan untuk menstimulasi produksi air susu agar semakin maksimal. 
Selain itu, ciptakan pula suasana yang tenang serta rileks agar bayi dapat menyusu dengan lebih lama. Kontak kulit yang terjadi antara ibu dengan bayi juga bisa membuat bayi serta ibu lebih tenang. 
Ibu juga bisa mengajak bayi berkomunikasi atau dengan cara membelai bayi agar hormon oksitosin dapat terpicu sehingga produksi ASI dapat semakin lancar. Suasana yang tenang dapat pula tercipta dengan mendengarkan musik yang lembut serta atau mendengarkan suara air mengalir yang dapat menenangkan.
Penting bagi ibu untuk memperhatikan asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh. Ibu diimbau untuk banyak konsumsi air putih sehingga terhindar dari dehidrasi. Selain air putih, dapat pula dengan cara mengonsumsi jus buah atau sayuran segar guna memperbanyak ASI. 

Dan tak kalah penting, hindari rokok serta alkohol yang dapat menghambat ASI dan membuat tubuh menjadi tidak sehat baik bagi ibu ataupun kesehatan bayinya sendiri. 

Bahan kimia yang terkandung dalam rokok juga dapat membahayakan bayi. Ibu menyusui juga sebaiknya tidak mengonsumsi kopi atau minuman lain yang mengandung kafein. Kafein dapat berpengaruh buruk terhadap bayi sehingga sebaiknya tidak dikonsumsi dalam jumlah besar atau bahkan tidak dikonsumsi sama sekali.
Hindari stress karena stress akan membuat produksi ASI menjadi tidak lancar. Kondisi psikologis akan sangat menentukan jumlah ASI yang dikeluarkan. Ciptakan suasana yang nyaman sehingga ibu tidak banyak pikiran dan dapat memfokuskan pikiran sepenuhnya pada bayi. Jangan lupakan istirahat untuk ibu yang sedang dalam masa menyusui. 
Kurang istirahat dapat menyebabkan stress yang berujung pada menurunnya produksi ASI. Selanjutnya, pemberian susu for
mula sebenarnya tidak dianjurkan pada bayi. 
Bayi yang diberikan susu formula akan malas untuk mendapat ASI dan pada beberapa bayi juga bisa menjadi bingung puting. Pemberian susu formula justru dapat memperparah keadaan. Volume ASI dapat berkurang dikarenakan bayi tidak merespon secara maksimal.
ASI adalah nutrisi penting bagi bayi yang baru lahir sehingga akan sangat dibutuhkan. ASI tak hanya sebagai makanan bayi namun juga penunjang tumbuh kembangnya dan memastikan bayi dapat menjadi anak yang sehat serta cerdas. ASI juga bisa memberikan pengaruh secara psikologis kepada bayi di mana bayi akan memiliki ikatan batin dengan ibunya. 
Daya tahan tubuh bayi juga dapat menjadi semakin kuat dengan adanya ASI yang diberikan secara eksklusif yakni selama enam bulan pertama hidupnya. Setelah enam bulan, pemberian ASI dapat dibarengi dengan makanan pendamping ASI atau MPASI seperti bubur bayi yang biasa dijual di pasaran.
Apabila air susu tak keluar secara lancar, jalan tengah yang biasa ditempuh adalah dengan mengonsumsi obat khusus yang dipercaya mampu melancarkan produksi ASI. Akan tetapi, konsumsi obat semacam ini harus memperhatikan benar-benar kandungan apa saja yang terdapat di dalamnya. 
Kalau perlu, mintalah pendapat dokter terlebih dahulu mengenai keamanan obat yang akan dikonsumsi. Jangan sampai konsumsi obat pelancar ASI justru menyebabkan ASI semakin sulit untuk diproduksi. 
Jangan pula mudah tergiur iming-iming mengenai manfaat dari obat pelancar ASI tanpa mengetahui kejelasan kandungan bahan-bahan yang ada di dalamnya. Tetap imbangi konsumsi obat pelancar ASI dengan berbagai tips di atas, terutama menghindari stress dan juga berusaha semaksimal mungkin untuk menciptakan suasana yang nyaman.
cara memperbanyak asi

Jika ingin melancarkan produksi ASI yang terlanjur tersumbat, cara yang biasa dipakai adalah dengan menggunakan daun katuk. Daun katuk telah banyak diketahui khasiatnya dalam melancarkan produksi ASI sehingga ibu dapat memberi ASI secara eksklusif kepada bayi. 

Mengolah daun katuk secara tradisional akan membantu memperbanyak produksi ASI dan kebutuhan bayi dapat tercukupi. Makanan-makanan yang dipercaya dapat meningkatkan produksi ASI lainnya adalah Cookies atau laktasi khusus, oatmel, bawang putih, wortel, adas, kacang, pepaya hijau, biji wijen dan jahe.
Berbagai cara memperbanyak dan memproduksi ASI ini dapat mulai dipraktekkan sekarang juga karena semuanya tergolong mudah serta sederhana dan tentunya aman. 
Kita sendiri tahu betapa banyak manfaat dari pemberian ASI eksklusif pada bayi, akan sangat bagus untuk memberikan ASI dalam enam bulan pertama sejak kelahiran bayi untuk memperoleh semua manfaat positifnya. Sahabat kejadiananeh.com khusus kamu yang sudah menjadi seorang Ibu, Selamat mencoba!