Kejadian Aneh Tapi Nyata

Kejadian Aneh Tapi Nyata

Kepunahan Terbesar di Bumi bagaikan Kiamat

12 Apr 2016

Makhluk hidup yang tinggal di bumi pada hakikatnya pasti akan mengalami kematian, bahkan kepunahan. Tapi ternyata tak hanya makhluk bernyawa yang bisa mengalami kepunahan, termasuk pula di dalamnya benua, gunung, pulau, dan segala spesies yang tinggal di dalamnya. 


Menurut para ahli ilmuwan, bentuk spesies yang punah di muka bumi sudah lebih dari tiga puluh persen, dimana kepunahannya meliputi wilayah ekologi yang cukup luas, baik lingkungan marin maupun non marin, manusia, tumbuhan, hewan, dan lain-lain. 

Selang waktu yang sangat panjang alam semesta pun memberikan 'kesaksian' sudah terjadi 5 kepunahan terbesar di bumi bagaikan kiamat dan menyebabkan kematian massal nyaris tak tersisa bagi makhluk hidup. Ahli-ahli ilmuwan memberikan istilah tersebut sebagai The Big Five. 

Lalu tragedi dan bencana dahsyat apa saja yang pernah terjadi di bumi kita ini? Sahabat kejadiananeh.com, lebih jelasnya simak penjelasan Dokumentasi The Big Five dibawah ini yang dirangkum oleh ahli Panteologi Micheal J. Panton dan David A.T.Harper, boleh percaya boleh enggak yang penting kamu jangan lupa makan biar gak masuk angin :)

Kematian Massal Fauna Lautan (Ordovisum Akhir)

Sejarah bumi memang tidak akan pernah ada habisnya untuk diperbincangkan. Berjuta tahun yang sudah dilalui oleh bumi, meninggalkan banyak peristiwa dan fenomena kepunahan di dalamnya. Kepunahan spesies tertentu biasanya terjadi dalam waktu yang relatif singkat, dimana biasanya dipengaruhi karena faktor alam, atau serangkaian faktor lain yang saling berhubungan satu sama lainnya. 

Pada sekitar 460 juta tahun silam, terjadi kepunahan massal fauna lautan hingga 70 persen jenis spesies. Kepunahan massal ini menyebabkan banyaknya jenis famili echinodermata, trilobit, ostrakoda, brachipoda, dan beragam jenis karang-karang di lautan lenyap. 

Peristiwa kepunahan ini diakibatkan oleh surutnya air atau peristiwa glaisal di kutub selatan yang membuat air surut secara global. Ketika peristiwa ini terjadi, fauna yang ada di kutub bermigrasi ke wilayah yang tropis. Di sisi lain, banyak fauna berdarah panas dari wilayah tropis kemudian mati dan punah karena wilayah tropis yang hilang. 

Kepunahan Terbesar di Bumi bagaikan Kiamat
Kepunahan Devon Akhir 

Pada sekitar tiga ratus delapan puluh tahun yang lalu, terjadi kepunahan massal di bumi, sekitar ¾ spesies yang ada di bumi hilang. Peristiwa kepunahan Devon akhir ini bukanlah peristiwa tunggal, melainkan merupakan rangkaian peristiwa yang menyebabkan jutaan spesies mati dan punah. 

Rangkaian peristiwa kepunahan ini menurut para ahli berlangsung sekitar 10 juta tahun lamanya, dimana peristiwa kepunahan pada Devon akhir diakibatkan berkurangnya oksigen di bumi secara cepat dan drastis di lautan atau lebih dikenal dengan peristiwa anoksia. 

Kepunahan massal Permo Trias

Pada sekitar dua ratus enam puluh sampai dengan dua ratus lima puluh juta tahun silam, terjadi kepunahan massal yang dikenal dengan istilah The Great Dying, dimana sekitar sembilan puluh enam persen spesies yang ada di muka bumi punah. 

Menurut para ahli, peristiwa kepunahan Permo Trias merupakan peristiwa kepunahan terbesar yang pernah terjadi di muka bumi. Namun ternyata banyak ahli yang mengatakan bahwa peristiwa kepunahan Permo Trias tergolong kedalam peristiwa kepunahan terbesar yang justru tidak banyak diketahui. Lantas, apa sih yang menyebabkan terjadinya kepunahan Permo Trias? 

Berdasarkan sejarah usia bumi, kepunahan massal terbesar ini terjadi akibat erupsi gunung Siberian Trap di Siberia. Ketika peristiwa erupsi gunung Siberia ini terjadi, terjadi pelepasan gas, anoksia, hingga pemanasan global yang ekstrim di muka bumi yang menyebabkan jutaan spesies punah. 

Kepunahan massal Trias Akhir

Peristiwa kepunahan terbesar di bumi pernah juga terjadi di era Trias Akhir, yang berlangsung sekitar 236 hingga 202 juta tahun silam, dimana kepunahan di Trias Akhir ditandai dengan hilangnya ammonoid, familia brachiopoda, bivalvia, fastropoda, hingga beragam reptil di lautan secara besar-besaran. 

Kepunahan ini menyebabkan sejumlah reptil dan amphibi di muka bumi punah. Menurut sejarah, kepunahan massal ini terjadi sebagai akibat dari perubahan iklim dan terbelahnya pangea, hingga terbukanya atlantik. 

Bencana Dahsyat Kapur Paleogen 

Peristiwa kepunahan massal Kapur Paleogen mungkin merupakan salah satu jenis kepunahan terbesar di muka bumi yang banyak dikenal oleh masyarakat di dunia. Bagaimana tidak? Peristiwa kepunahan kapur Paleogen yang terjadi sekitar enam puluh lima juta tahun yang lalu ini menyebabkan spesies pre-historis yang paling fenomenal di dunia yakni dinosaurus, mengalami kepunahan. 

Ketika peristiwa kapur paleogen terjadi, hal ini merupakan penanda dari batas akhir paleozoikum ke kenozoikum. Menurut penelitian sejarah, peristiwa punahnya Dinosaurus ini diakibatkan oleh terjadinya tabrakan meteor, dan perubahan cuaca yang ekstrim sehingga menyebabkan seluruh hewan dinosaurus punah dari muka bumi. 

Penjelasan jatuhnya meteor yang menghantam dasar laut di Yucatan Meksiko merupakan salah satu pertanda logis punahnya dinosaurus, dimana terbukti dengan adanya bekas meteor jatuh di kawah Chixculub Meksiko. 

Selain karena hujan meteor, punahnya dinosaurus juga diakibatkan oleh adanya perubahan iklim karena adanya letusan gunung, banjir basait, dan surutnya air laut secara drastis yang melanda bumi. 

Fosil-fosil hewan fenomenal dinosaurus, merupakan bukti nyata bahwa hewan tersebut pernah menjadi penghuni bumi pada berjuta tahun yang lalu jauh sebelum dikenal makhluk hidup bernama 'manusia'. 

Tak hanya dinosaurus, peristiwa kepunahan kapur paleogen ini juga mengakibatkan punahnya banyak organisme lain di muka bumi, termasuk di dalamnya ammonita, tanaman berbunga, hingga pterosaurus akhir. 

Sebelum peristiwa jatuhnya meteor terjadi, pertanda kepunahan juga sudah berlangsung selama beberapa juta tahun sebelumnya, dimana banyak spesies makhluk hidup yang jumlah populasinya menurun drastis. 

Itulah beberapa jenis kepunahan massal terbesar yang pernah terjadi di muka bumi, sangat mengerikan, dahsyat seperti kiamat. Kebanyakan faktor penyebab dari punahnya spesies penghuni bumi diakibatkan oleh perubahan iklim yang ekstrim dalam jangka waktu yang lama. 

Melihat dari sejarahnya, bumi memang mengalami banyak perubahan iklim dari zaman es, iklim tropis, iklim panas yang ekstrim dan membakar. Kepunahan kemudian terjadi ketika makhluk hidup di muka bumi tidak bisa beradaptasi dengan perubahan iklim yang ekstrim ini. 

Dari fenomena kepunahan massal The Big Five yang sudah terjadi berjuta tahun lalu, para ilmuwan dan ahli Panteologi, kemudian memprediksi bahwa saat ini sedang berlangsung kepunahan massal ke enam yang jauh lebih besar dan dahsyat dari kepunahan The Big Five. 

kepunahan bumi
Peristiwa ini diprediksi akan terjadi karena ulah tangan manusia sendiri. Apa mungkin hal itu bisa terjadi dan apakah ini yang dinamakan dengan hari "kiamat"?, hari dimana semua makhluk hidup termasuk juga manusia dan alam semesta beserta isinya hancur lebur tak tersisa.  

Disadari maupun tidak, kelalaian-kelalaian yang kini banyak dilakukan manusia seperti penggundulan hutan, penangkapan ikan secara besar-besaran, polusi, perang dan banyak aktivitas yang memicu kerusakan alam lainnya ternyata bisa menjadi penyebab kepunahan massal pada waktu yang akan datang cepat atau lambat. 

Para ilmuwan pun memprediksikan bahwa sekitar tahun 2100 nanti, kerusakan yang sudah dilakukan oleh tangan manusia di jaman sekarang, akan menyebabkan banyaknya spesies laut maupun darat di muka bumi terancam di ambang kepunahan. Untuk itu maka sekecil apapun tindakan yang memicu kerusakan alam, tentu sebaiknya dihindari karena ternyata akan memberikan dampak yang cukup besar di masa depan. 

Isu global warming nyatanya bukan hanya wacana semata, karena pada kenyataannya kita sendirilah yang seakan sedang membawa bumi menuju kepunahan yang lebih besar lagi. Kita mungkin tidak mengalami era tersebut, karena sudah pasti matek dimakan usia, namun berpuluh-puluh generasi dibawah kita bisa saja merasakan kiamat tersebut karena ulah kita, sang nenek moyang mereka.

Related Article