7 Budak Wanita yang Merubah Sejarah Dunia

Kata orang, sejarah adalah milik Penguasa. Mereka yang dulu dianggap penjahat perang bisa saja di masa depan nanti menjadi sosok pahlawan, tergantung siapa yang sedang berkuasa. Berbeda dengan kisah 7 budak wanita yang merubah sejarah dunia ini. 
Semasa hidupnya banyak pengorbanan yang telah mereka lakukan, dari menghapuskan praktek perbudakan, sampai mewujudkan kesetaraan gender antara kaum pria dengan wanita. Sangat pantas rasanya jasa-jasa mereka akan selalu dikenang dan dijadikan inspirasi bagi wanita di seluruh dunia. Sahabat kejadiananeh.com, berikut kisah mereka selengkapnya;
Wu Zetian
Sosok wanita paling berpengaruh di dunia yang pertama adalah Wu Zetian. Ia adalah wanita yang pertama kali menjadi Kaisar di zaman kerajaan kuno Cina pada era Dinasti Tang (625-705 AD). Pada masa itu, kepemerintahan Dinasti Tang sudah berkuasa selama 4000 tahun, sebelum Cina resmi menjadi Republik di tahun 1949. 
Dalam periode tersebut, Kaisar sudah mengalami pergantian sebanyak 308 orang dalam 14 Dinasti. Semuanya adalah laki-laki dan hanya Wu Zetian yang berhasil merubah sejarah Dinasti Tang dengan menjadi Kaisar Wanita pertama dan satu-satunya.

Budak Wanita yang Merubah Sejarah Dunia

Namun perjalanan hidup sebelum ia menjadi seorang Kaisar, bukanlah hal yang mudah. Awalnya Wu Zetian menjadi selir Kaisar Taizong saat ia masih berusia 14 tahun. 
Dari sekitar 3000 istri Kaisar Taizong, semua rata-rata berambisi untuk mendapatkan posisi Cai Ren (Selir Tingkat 5). Namun tidak seperti Wu Zetian, ia hanya ingin mencintai tulus sang Kaisar. 
Yang membuat perbedaaan Wu Zetian dengan selir-selir kesayangan Kaisar lainnya, ia dikenal sangat cerdas, mengerti ilmu politik serta pandai menari dan memainkan musik. 
Karena talenta itulah sang Kaisar jatuh cinta kepadanya dan menjadikannya permaisuri. Setelah sang Kaisar Taizong meninggal dunia, peralihan kekuasaan pun bergeser kepadanya. 
Dan dengan kekuasaan tertinggi sebagai Kaisar baru, Wu Zetian mulai mengeluarkan kebijakan-kebijakan untuk menyetarakan hak-hak perempuan, mengurangi anggaran militer, menaikkan gaji pejabat, mewajibkan para tuan tanah agar memberikan uang pensiun yang layak kepada pekerjanya, dan ia juga menyumbang lahan istana untuk dikelola para peternak. 
Namun prestasi luar biasa yang pernah ia ukir dalam sejarah dinasti tiongkok adalah mengubah peraturan baru dengan mengangkat pejabat istana berdasarkan kompetesinya, ide irigasi pertanian menjadi lebih makmur, membuka kembali jalur Sutra dan Reformasi agama Buddha, sehingga perkembangan agama tersebut mengalami punjak kejayaan di Cina.
Choe Suk-bin, Korea
Budak wanita yang merubah sejarah kedua adalah Choe Suk-bin, tokoh wanita cantik fenomenal dalam Dinasti Joseon. Masa lalunya ia adalah seorang budak istana yang bekerja sebagai tukang cuci dan terlahir dari keluarga dengan kasta paling rendah Cheonmin di jaman itu. 
Namun nasibnya cukup beruntung, karena kecantikannya ia diangkat menjadi selir kesayangan Raja Sukjong, salah satu raja terbesar dalam sejarah Negara Korea. 
Tak lama sejak keberhasilannya menjadi keluarga kerajaan, di masa itu timbul pergolakan politik sengit di istana, karena Raja Sukjong telah memecat dan mengasingkan Ratu Inhyeon dan memilih penggantinya Selir Jang Hui-bin yang terkenal kekejamannya sebagai Ratu Baru.

budak wanita cantik

Karena Choe Suk-bin sendiri adalah pengikut setia Ratu Inhyeon ia berjuang mati-matian dalam perebutan kekuasaan. Tak sia-sia, bersama dengan para sekutunya ia berhasil menyadarkan sang Raja agar menerima kembali Ratu Inhyeon ke dalam Istana dan mengusir tampuk kepemimpinan Selir Jang Hui-bin. 

Sejak itulah Choe Suk-bin dinaikkan rankingnya menjadi Bin (ranking 1 Selir Kerajaan), dengan tambahan Suk, yang berarti (淑) murni dan ia sangat disayang oleh Raja Sukjong dan Ratu Inhyeon. 
Sejarah mencatat kematian Choe Suk-bin diusianya yang ke 49 pada tahun 1718. Dan masih ditahun yang sama, Raja Sukjong akhirnya mengangkat Pangeran Yeoning, anak semata wayang Choe Suk-bin menjadi Raja baru pengganti dirinya dengan gelar Yeongjo.
Maria
Maria hanyalah sebuah nama sederhana tanpa julukan, marga ataupun nama belakang keluarga. Namun sejarah dunia telah mengukir prestasinya sebagai salah satu tokoh wanita yang memimpin pemberontakan terhadap kekejaman tuan tanah belanda. 
Riwayat Maria semasa hidup, diketahui dulunya adalah seorang budak wanita Curacao yang dikerjakan paksa sebagai juru masak di perkebunan St. Maria. 
Bersama para budak kulit hitam Afrika ia menghimpun kekuatan untuk melakukan pemberontakan kepada kekuasaan diktator, sang pemilik perkebunan yang dikelola oleh Geoctroyeerde Westindische Compagnie.

Dan tepat pada tanggal 15 september tahun 1716 pecalah pemberontakan yang dipimpin langsung oleh Maria. Dalam pemberontakan tersebut kaum kulit putih banyak yang tewas oleh pasukan Maria. Namun ketika bala bantuan tentara Belanda datang, pasukan Maria akhirnya dapat dilumpuhkan. 
Sebulan setelah ia tertangkap dan dipenjara, Maria bersama dengan para pemberontak kulit hitam lainnya dihukum mati dengan cara dibakar di tiang gantungan. Eksekusi mati ini terjadi pada tanggal 9 November tahun 1976.

Santa Batildis
Batildis adalah seorang Santa dari Perancis yang pernah memerintah negara sebagai Ratu. Ia dilahirkan di Inggris dan menjadi seorang budak wanita cantik yang dijual kepada seorang Tentara Kerajaan Perancis berpangkat Mayor. 
Di masa hidupnya pada Abad ke 7, Batildis pernah bekerja sebagai budak untuk Erchinoald, kepala istana Neustria. 
Melihat pesona kecantikannya, sang majikan Erchinoald sempat berniat untuk memperistri dirinya. Namun jalan hidup berkata lain, justru membawanya dirinya ke peraduan cinta Raja Clovis II. 
Sang Raja yang jatuh hati akhirnya meminang Batildis dan mengangkatnya sebagai Ratu. Dari perkawinan mereka, melahirkan tiga putra yang kelak semua putranya akan menjadi calon pengganti Raja.

Selama masa kepemimpinannya sebagai Permaisuri Raja, Batildis menghapuskan praktek perdagangan budak manusia. Dia juga banyak menebus budak-budak miskin dengan harta kekayaannya, karena mereka tak mampu membayar dirinya sendiri, sebagai penebus kemerdekaan. 
Akhir kisah hidup Batildis menurut dokumentasi sejarah, ia mengundurkan dirinya dari Tahta Kerajaan di saat usia senja dan meninggalkan anaknya yang sudah menjadi Raja. 
Ia memilih untuk menjadi biarawati dan menghabiskan masa tuanya dengan hidup dibiara sampai ajal menjemputnya di tahun 680. 
Dua abad setelah kematian dari Batildis, Paus Nicholas I sang pemimpin Gereja Katolik Roma menahbiskan Batildis sebagai salah satu santa yang berpengaruh di dunia.
Chica da Silva
Chica da Silva adalah wanita keturunan kulit hitam dan putih yang bernama asli Francisca da Silva de Oliveira. 
Peranan penting Chica da Silva selalu dikenang oleh masyarakat Brazil karena keberhasilan dirinya, yang mampu membuat hubungan sosial antara kaum kulit hitam dan kulit putih menjadi ikatan pertemanan.
Awalnya ia sendiri adalah seorang budak wanita dan akhirnya menikah dengan Joao Fernandes da Oliveira, seorang pria pengusaha berkulit putih pemilik tambang berlian tempat ia bekerja. 
Sejak status sosialnya terangkat menjadi istri orang kaya. Chica tidak melupakan komunitas teman-temannya dulu yang masih menjadi budak.

Ia kemudian berusaha menjembatani jalinan sosial antara kaum kulit putih dengan kulit hitam. Memang diakui, fenomena kesenjangan sosial di masa itu, orang kulit hitam selalu menjadi budak dan kulit putih menjadi tuannya. 

Tak berhenti disini perjuangan Chica, ia berusaha menghapuskan perbudakan kulit hitam dan meminta kesetaraan gender agar orang kulit hitam juga bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih layak termasuk ikut dalam kursi pemerintahan. 
Semua usahanya berhasil dan bagi rakyat negara Brazil, profil Chica sendiri dikenal sebagai tokoh besar wanita yang berhasil merubah sejarah perbudakan di dunia.
Kosem Sultan (Devletlu İsmetlu Mahpeyker Kösem Valide Sultan Aliyyetü’ş-Şân Hazretleri)
Seperti halnya Chica da Silba, Kosem Sultan juga menjadi budak wanita paling berpengaruh di era kepemimpinan Dinasti Ottoman yang sekarang dikenal sebagai negara Turki. Kosem Sultan sendiri adalah selir kesayangan Sultan Ahmed I. 
Masa lalunya sebelum bertemu Sultan, ia adalah seorang budak pekerja yang dibawa dari Yunani ke Bosnia. Sejak ia menikah dengan Sultan Ahmed I, Kosem pun akhirnya berpindah keyakinan dan memeluk agama Islam. 
Menurut dokumentasi sejarah, setelah Sultan Ahmed I meninggal dunia, Kosem Sultan memegang tampuk pimpinan dengan jabatan haseki sultan atau permaisuri tunggal. Kekuasaanya semakin meningkat ketika bertahta sebagai Valide Sultan mewakili putranya Ibrahim dan Murad IV serta cucunya Mehmed IV.

Sejarah mencatat ia adalah salah satu wanita paling berkuasa dalam kerajaan Utsmaniyah. Kebijakan yang pernah ia buat adalah mewajibkan para pemilik budak agar memerdekakan budaknya setelah bekerja selama 3 tahun. 
Sayangnya, akhir kisah hidup Kosem Sultan begitu tragis ia tewas dibunuh dengan cara dicekik pada tanggal 2 September 1651. Kematiannya pun sampai sekarang masih menjadi teka-teki misteri, tidak pernah terungkap siapakah pembunuh dirinya.
Al-Khayzuran bint Atta
Berasal dari Jorash, Bisha modern-Arab Saudi. Al-Khayzuran bint Atta adalah salah satu wanita cantik yang paling berpengaruh dalam sejarah. Sebagai Ratu dari Khalifah Abbasiyah al-Mahdi sekaligus Ibu dari Khalifah al-Hadi dan Harun al-Rashid, Raja terbesar dalam sejarah Dinasti Abbasiyah.

wanita perubah sejarah

History masa remajanya sebelum menjadi Ratu begitu suram, ia diculik oleh seorang Badui dan dijual disebuah pasar Budak dekat Mekah. Sampai ia dibeli untuk dijadikan pelayan Al-Mahdi. Namun keberuntungan masih berpihak kepadanya sampai ia berhasil menduduki posisi sebagai salah satu selir favorit Raja. 

Al-Khayzuran memang terkenal akan kecerdasannya dan ambisinya pun begitu tinggi agar sang Raja , yakni suaminya mau menjadikan putranya Harun al-Rashid sebagai pewaris tahta kerajaan tunggal. Dan jangan memilih calon dari anak istri-istrinya yang lain.
Sosok Al-Khayzuran, namanya begitu dikenang dan diabadikan dalam kepingan mata uang, istana dan makam setiap para Raja Abbasiyah dari jaman ke jaman. Tidak ada satupun Ratu Abbasiyah yang lain, mendapatkan perlakuan istimewa seperti dirinya. Konon, akhir riwayat hidupnya Al-Khayzuran tewas terbunuh, akibat diracuni oleh putera bungsunya al-Hadi.