Kejadian Aneh Tapi Nyata

Kejadian Aneh Tapi Nyata

Chernobyl, Bencana Nuklir Terbesar di Dunia

09 May 2016

Salah satu penemuan hebat sepanjang sejarah oleh Albert Einstein, si manusia paling pintar di muka bumi adalah penemuan atomnya. Meski mampu memberikan banyak manfaat untuk manusia, namun nyatanya penemuan ini juga menjadi boomerang penghancur yang sangat mengerikan bagi peradaban umat manusia. 


Tahukah kamu salah satu bukti kengerian akibat penemuan ini?

Adalah hancurnya dua kota besar di Jepang, yakni Hiroshima dan Nagasaki akibat serangan Bom Atom. Dua kota ini menjadi saksi betapa mengerikannya senjata pemusnah massal tersebut. Dan pada tahun tahun berikutnya, pengembangan atom malah menjadi semakin menakutkan dengan kemunculan Nuklir.

Dalam keadaan berperang, nuklir merupakan momok yang sangat menakutkan, namun saat damai pun nuklir juga beresiko membahayakan bagi banyak orang. Radiasi nuklir memiliki dampak yang begitu buruk. Bukan hanya kesehatan namun juga menyebabkan kematian. 


Salah satu catatan kelam penggunaan nuklir adalah ketika terjadi kebakaran serta kebocoran di Ukraina atau tepatnya di PLTN nuklir Chernobyl.

Meledaknya PLTN yang berlokasi di kota Pripyat Ukraina yang ketika itu masih menjadi bagian dari Uni Soviet tersebut, membuat partikel radioaktif dalam jumlah besar terlepas ke atmosfer bumi. Partikel tersebut kemudian menyebar ke wilayah lain di Uni Soviet serta sebagian besar wilayah Eropa.

Jika ditilik, bencana Chernobyl menjadi bencana nuklir terburuk dengan kerugian finansial serta korban jiwa yang tidak main- main. Akibat dari peledakan nuklir tersebut, 31 orang tewas ditempat dan 500. 000 pekerja dalam upaya pemulihan kesehatan.

Bencana Nuklir Terbesar di Dunia
Photo: Copyright konsciouskloud.com
Kerugian materialnya pun mencapai 18 miliar rubel atau jika dirupiahkan, maka setara dengan 3,5 Triliun. Efek jangka panjang terhadap manusia pun masih dalam penyelidikan. 

Asal muasal terjadinya bencana Chernobyl adalah ketika dimulainya uji coba yang dilakukan pada tanggal 26 April 1986 di reaktor nomor 4 Chernobyl, Kota Pripyat Ukraina. Lokasi tersebut tidak jauh dari perbatasan sunagi Dnieper dan Belarus.
Secara tiba- tiba, terjadi lonjakan daya. Ketika prosedur darurat dilakukan untuk menon- aktifkan reaktor, gelombang daya yang lebih besar terjadi dan memicu pecahnya reaktor serta memunculkan serangkaian ledakan.

Api yang dihasilkan dari ledakan, mengirim debu radioaktif ke udara dan menyebarkannya ke sebagian besar di wilayah Unisoviet juga eropa. Bencana tersebut, membuat banyak orang harus dievakuasi dan berpindah- pindah tempat di daerah yang terkontaminasi antara Rusia, Belarus dan Ukraina pada tahun 1986 hingga tahun 2000.

Meski korban tewas dinyatakan sebanyak 31 orang, namun Chernobyl forum memperkirakan, korban tewas dapat mencapai 4.000 orang. Korban yang paling banyak berjatuhan, berasal dari tim penyelamat berikut warga kota yang paling terkontaminasi. 

Efek Terdahsyat Dari Radiasi Nuklir Chernoby

10 tahun kemudian dari peristiwa ledakan Nuklir Chernobyl tersebut, banyak orang yang kemudian menderita kanker sampai meninggal dunia akibat terkena dampak radiasi nuklir Chernobyl. Tercatat lebih dari 58 ribu mantan karyawan pria PLTN nuklir Chernobyl meninggal dunia akibat kanker dan 28 persen buruh pembersih menderita impotensi permanen.

Bencana Nuklir Chernobyl
Photo: Copyrigth dalje.com
Sedangkan efek dari penyakit mengerikan yang timbul setelah terjadinya  bencana nuklir Chernobyl diluar wilayah tempat tersebut, 37 persen anak-anak kecil di Ukraina menderita penyakit kanker gondok dan para pria dan wanita dewasa menderita kemandulan. Jumlah angka korban ini tidaklah valid karena diperkirakan jauh lebih banyak.

Pada akhirnya, pembangunan reaktor 5 dan 6 dihentikan setelah 3 tahun dari bencana terjadi. Reaktor tersebut akhirnya disegel menggunakan 200 meter kubik beton di antara lokasi bencana serta pada bangunan operasional.
Pemerintah Ukraina sendiri masih mengoperasikan tiga reaktor yang tersisa, mengingat sumber listrik yang terbatas di negeri tersebut. Di tahun 1991, tubin reaktor nomor 2 terbakar, alhasil pemerintah mengumumkan jika reaktor tersebut tidal lagi bisa digunakan dan dimatikan. Reaktor tersebut dimatikan pada tahun 1996 di bulan november. 

Hal ini dilakukan atas kesepakatan antara Negara Ukraina dengan beberapa organisasi internasional termasuk di dalamnya adalah IAE. Pada tanggal 15 desember tahun 2000, Presiden Ukraina yakni Lenoid Kuchma mematikan sendiri reaktor nomor 3 dalam seremoni. Hal ini dilakukan sekaligus untuk mengakhiri riwayat Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir  Chernobyl yang mengerikan.

Related Article