Hal Unik tentang Bali, Jaman Dulu dengan Sekarang

Fenomena Bali dari jaman dulu hingga sekarang,   tak ada yang pernah berubah, terkecuali macet dan gaya hidup masyarakat perkotaannya. Bali sebagai salah satu tempat wisata terbaik milik Indonesia ini memang dikenal memiliki ciri khas tersendiri, dari kebudayaan, tradisi, ritual sampai kebiasaan unik masyarakatnya. 
 
Ingin mengenal lebih jelas tentang keunikan Bali selengkapnya, sahabat kejadiananeh.com berikut hal unik tentang Bali, perbedaan jaman dulu dengan sekarang yang mungkin belum kamu tahu
 
Pria Bali semuanya Kaya Raya Tapi Boros 
 
Jangan merasa aneh kalau kamu pertama datang ke Bali dan menyadari bahwa semua pria di Bali rata-rata Kaya raya, tidak ada yang miskin satu pun. Kita bisa melihat langsung dari gaya hidup boros mereka. 
 
Ketemu orang lain di jalanan langsung bli, numpang lewat depan orang nongkrong juga bli, ngobrol di telepon dengan temannya sebentar-sebentar ngomong bli, pokoknya semua serba bli dari pejabat sampai pedagang kaki lima, itu membuktikan kalo mereka memang kaya raya 🙂
 
Toleransi Beragama Luar Biasa
 
Bukan menjadi pemandangan yang aneh ketika ada acara persembahyangan atau perayaan umat beragama lain, masyarakat Bali akan saling tolong menolong dengan umat beragama lainnya. 
 
Contohnya ketika umat Islam sedang menjalankan Sholat Jum’at umat Hindu akan mengawal dan berjaga-jaga di luar masjid khususnya para pecalang adat begitupun sebaliknya jika umat Hindu sedang menjalankan hari raya Nyepi, Umat Islam juga menghormati dengan tidak menggunakan pengeras suara di Masjid.
 
Contoh lain toleransi unik yang hanya bisa kamu temukan di Bali saja, yakni terdapatnya 5 rumah Ibadah yang berdampingan di satu komplek bernama Puja Mandala. Di komplek tersebut ada  Masjid Ibnu Batutah, Pura Jagat Natha, Vihara Budhina Guna, Gereja Kristen Protestan Bukit Doa, Gereja Katolik Maria Bunda Segala Bangsa dan Pura Jagat Natha.

Hal Unik tentang Bali Jaman Dulu dengan Sekarang
Photo: Copyright hindualukta.blogspot.com

Wanita Bali Terkenal Setia

 
Ada benar dan enggaknya juga tentang wanita bali yang banyak orang bilang mereka sangat setia. Kalau masih pacaran, kayaknya berita ini gak benar yah, namanya juga anak muda masih suka lirik sana lirik sini hehehe. Tapi kalau sudah menikah rata-rata sih benar (mungkin). Sebab di Bali masih memegang teguh sistem patrilineal dalam perkawinan. 
 
Jadi, bila ada wanita Bali menikah dengan seorang pria, ya iyalah masa sama lumba-lumba :). Mereka sepenuhnya akan terikat dengan suaminya dan dilepaskan kewajiban dari orang tuanya, inipun termasuk kegiatan persembahyangan seperti mengurus remajan rumah (tempat sembahyang) dari pihak suaminya. Dan selanjutnya anak-anak mereka akan ikut dari garis keturunan sang ayah.
 
Lalu bagaimana jika hanya memiliki anak perempuan? Mereka akan melakukan perkawinan Nyentana, yakni calon suami akan ikut ‘terikat’ dengan keluarga istrinya. Dan nantinya anak dari perkawinan mereka akan dianggap milik sepenuhnya serta melanjutkan garis keturunan dari keluarga sang Istri.
 
Tapi hal ini hanya sebagian kecil orang saja yang melakukannya dan perkawinan Nyentana ini masih menimbulkan pro dan kontra sampai sekarang, karena dikatakan perkawinan Nyentana ini berasal dari hukum adat dan bukan kaidah dalam ajaran agama Hindu.

Bali yang Sudah Tak Bersahabat dengan Alam
 
Satu kata ‘wow’ yang akan terucap saat para wisatawan berlibur ke Bali. Tak hanya bisa melihat pemandangan unik kehidupan masyarakatnya saja, soal keindahan alam yang mereka miliki pun sangat luar biasa. Hal inilah yang membuat sektor pariwisata laris manis dan bisa menghasilkan uang sebagai penyumbang terbesar dalam pendapatan daerah.
 
Tapi sayangnya, kerakusan para Investor juga yang membuat ketidakseimbangan pembangunan pariwisata di Bali, notabenenya mereka kurang memihak kepada masyarakat Bali, hanya memikirkan keuntungan semata. Pelan tapi pasti alam di Bali mulai rusak, dan salah satu contohnya Bali sudah mulai mengalami krisis air bersih.

Photo Toleransi antar Umat beragama di Bali via tempo.com

Tak Lagi Menjadi Surga Hewan

 
Tak hanya mencintai alam tempat tinggalnya, Pulau Bali sudah lama dikenal sebagai tempat surganya para Hewan. Bermacam-macam jenis hewan hidup damai disana dengan para penduduk Bali, tapi ada satu jenis hewan yang terkenal dengan populasinya paling terbanyak disana, yakni Anjing.
 
Beberapa tahun belakangan ini pemerintah daerah Bali sudah beberapa kali melakukan upaya Eliminasi atau pemusnahan terhadap anjing liar yang diduga rabies. Tidak tahu seberapa efektif langkah yang diambil, sebab fakta di lapangan berbicara lain. Jika bertemu anjing tanpa memiliki peneng (semacam kalung) bisa langsung dibunuh, padahal belum tentu anjing yang berkeliaran tersebut positif menderita penyakit rabies. 
 
Kebijakan ini juga yang menjadi kecaman dan sorotan dunia, masyarakat dunia menilai pemberian vaksinasi jauh lebih efisien dan efektif dibandingkan dengan langkah membunuh anjing, belum lagi mengingat sisi tenaga yang melibatkan dinas kesehatan dan masyarakat serta biaya yang cukup mahal dalam upaya eliminasi.
 
Namun kita juga tidak boleh menilai dari satu sisi saja, dengan menyudutkan semuanya ke pemerintah daerah, harusnya para pemilik Anjing juga aktif berperan yang secara tidak langsung ikut menambah lonjakan jumlah populasi anjing. 
 
Dengan membiarkan anjing mereka bebas berkeliaran di jalanan hingga melakukan perkimpoian bebas, dan ujung-ujungnya melahirkan banyak anak-anak yang nantinya akan terlantar dijalanan. Salah satu langkah mengurangi populasi ini hanyalah melakukan sterilisasi agar anjing-anjing tersebut mandul. Apakah Steril itu jahat? 
 
Hanya orang kuno yang berpendapat seperti itu, akan jauh lebih jahat bila anak-anak anjing tersebut dimasa depannya hidup terlantar akibat dibuang oleh majikannya. Kelaparan, ditimpuki orang, terinfeksi penyakit adalah pemandangan biasa bagi nasib anjing-anjing terlantar.

Dan satu hal lagi kelakuan para Breeder Nakal (Pembiak Anjing) yang nekat mendatangkan atau mengirim Anjing dengan cara terselubung. Padahal sudah jelas-jelas ada Perda Bali yang melarang keras Anjing masuk ke pulau Bali, giliran ditangkap ngambek gara-gara anjingnya dieksekusi mati. 

 
Saya juga tahu kalau anjing ras yang dijual rata-rata sudah lengkap diberikan vaksin dan mereka juga sudah teregister Perkin. Ingat, perbuatan Ilegal tetap ilegal, kalau tidak boleh ya sudah, masih banyak daerah lain di Indonesia yang bisa menjadi target pemasaran. 
 
Intropeksi diri, jangan terlalu rakus mengejar keuntungan, mereka juga makhluk hidup yang punya perasaan. Bukan mereka yang harus berterima kasih kepada anda, tapi andalah yang seharusnya berterima kasih kepada mereka. Sudah berapa banyak pengorbanan mereka yang rela dipisahkan dari anak-anaknya demi memberikan rejeki kepada anda. Mudah-mudahan anda yang sedang membaca ini bukan breeder nakal 🙂
 
Angka Kriminalitas di Bali Sedikit apalagi Dulu
 
Di tahun 90an kebawah, Bali merupakan Kota paling Aman di Indonesia selain dikenal dengan keramah tamahan para penduduknya. Sudah menjadi kebiasaan umum bagi masyarakat bali saat mengikuti upacara adat dan bekerja disawah, motor ataupun mobil mereka diparkir begitu saja di jalanan. Dan hebatnya kunci masih tergantung di kendaraan mereka. Sangat mudah bukan, jika ada orang yang ingin berniat jahat?
 
Tapi sayangnya fenomena unik tersebut sudah jarang, jangankan motor, helm saja bisa hilang kalau menaruh sembarangan, khususnya didaerah perkotaan Bali. Namun untuk di wilayah bagian Bali lainnya, terutama di pedesaan fenomena unik ini masih bisa kita lihat sampai sekarang. 
 
Hebatnya, hingga kini Bali tetap memegang rekor di Indonesia sebagai daerah paling aman, angka kriminalitas di Bali sangat sedikit jika dibandingkan dengan angka kejahatan di daerah Indonesia lainnya.
 
Unik bukan? Kenapa orang Bali bisa seperti itu? Karena mereka sangat meyakini hukum karma, apa yang mereka lakukan sekarang, perbuatan baik atau buruk akan dituainya nanti cepat atau lambat, bahkan perbuatan ini juga bisa ditebus dikehidupan selanjutnya (Reinkarnasi).
 
Berbagai Macam Tradisi Unik yang Hanya bisa Kamu Temukan di Bali
 
Untuk sekedar tahu bagi kamu yang belum pernah mendengarnya, di Bali sangat kaya akan ritual uniknya. Hampir disetiap desa selalu berbeda tradisi/ritual yang rutin mereka lakukan setiap tahunnya. Contohnya seperti dibawah ini:
 
Festival omed-omedan, ciuman Massal di Bali
 
Serunya menyaksikan festival omed-omedan di Bali, bagi para kaum jomblo pemandangan seperti ini tentu saja bikin ngiler berat hehehe. Biasanya tradisi unik ini diadakan setelah hari raya Nyepi dan dapat dijumpai di Banjar Kaja, Desa Sesetan Denpasar. Tradisi unik ini sudah lama ada, diwariskan dari para leluhur desa sesetan yang mempunyai tujuan untuk menghalangi/tameng dari malapetaka dan wabah penyakit.
 
Ritual Unik Kesurupan Massal di Pura Petilan Kesiman, Denpasar
 
Delapan hari setelah hari raya Kuningan, di Pura Petilan Desa Kesiman biasanya diadakan ritual Pengrebongan yakni ritual kesurupan massal. 
 
Tak hanya mengalami kerauhan/kesurupan saja, orang-orang yang dalam keadaan dibawah sadar ini selain berteriak histeris, tertawa ataupun menangis mereka juga melakukan aksi yang terbilang nekat yakni menusukkan sebilah keris ke arah dada, leher ataupun jantung. Hebatnya, tusukan tersebut seakan tak berarti sama sekali dan tubuh mereka sedikitpun tidak ada yang terluka.
 
Ritual ngerebong ini sendiri bertujuan untuk merubah sifat-sifat jahat (butha) menjadi sifat baik (dewata) selain juga sebagai ucapan syukur terhadap kebaikan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, Tuhan dalam umat Hindu.

hal unik tentang bali
Photo: Copyright sahabatbali.com

Tradisi Perang Pandan Berduri di Desa Tenganan, Karangasem

 
Tradisi berkelahi dengan pandan berduri atau dijuluki juga perang pandan (mekere-kere) adalah salah satu tradisi menarik yang paling banyak diminati oleh para wisatawan lokal maupun asing. Awal mula tradisi perang pandang ini dikisahkan tentang seorang Raja kejam bernama Maya Denawa yang mengaku dirinya adalah seorang Dewa. 
 
Pengakuan ini membuat para dewa-dewa murka sehingga mengutus Dewa Indra. Sesampainya Dewa Indra disana, Raja Denawa tak bisa dinasehati malahan menantang Dewa Indra. Perkelahian pun terjadi, namun pertarungan keduanya dimenangkan oleh Dewa Indra. Adapun tujuan tradisi ini selalu rutin diadakan tiap tahunnya sebagai wujud penghormatan kepada Dewa Indra.
 
Ok sahabat kejadiananeh.com, sebenarnya masih banyak banget hal-hal unik tentang Bali. Selain kaya akan tradisi dan kebudayaannya. Banyak tempat wisata menarik disana, seperti wisata lumba-lumba di pantai Lovina Singaraja, Ikan purba langka Mola-Mola di Nusa Penida, Tempat pemandian air suci Tirta Empul, Festival layang-layang terbesar di Asia, Pawai Ogoh-ogoh, Pemakaman Unik di desa Trunyan yang bisa bikin bulu kuduk kita merinding disko. 
 
Dan masih banyak lagi yang belum saya sebutkan diatas. Biar gak bikin penasaran, mendingan kamu sendiri saja berlibur ke Pulau Bali 🙂