Kejadian Aneh Tapi Nyata

Kejadian Aneh Tapi Nyata

Pengobatan Alternatif dengan Hewan Beracun

14 May 2016

Tidak ada satupun di dunia ini yang tidak berguna, pada hewan berbahaya yang sering kita hindari pun bisa dijadikan obat penyakit paling ampuh. Namun disini bukanlah berbicara tentang terapi pengobatan yang menggunakan hewan sebagai mediasi atau untuk ditransfer secara ghaib, kalau itu tanya saja langsung sama dukun Om :)


Disini yang akan kita bahas, bagaimana hewan-hewan yang terkenal memiliki racun berbahaya ini pun dapat menyembuhkan penyakit manusia yang sulit alias gak ada harapan untuk diobati. Sahabat kejadiananeh.com, biar lebih ngartiii silahkan simak berikut ini, 7 pengobatan alternatif dengan hewan beracun

1. Laba-laba Phoneutria Nigriventer

Jenis hewan yang bisa menyembuhkan penyakit berat pertama, adalah Laba-laba Phoneutria Nigriventer (Banana Spider) yang berhabitat di Amerika Tengah dan Brazil. Tahukah kamu Laba-laba ini sangat terkenal memiliki bisa racun paling mematikan di dunia. 

Hanya perlu satu gigitan saja, seorang manusia akan tewas dalam waktu 5 jam , yang sebelumnya ia akan menderita terlebih dahulu mati rasa di sekujur tubuh. Namun tak selamanya laba-laba menakutkan ini tak bermanfaat sama sekali bagi kehidupan manusia.

Dalam suatu penelitian yang dilakukan oleh para Ilmuwan di Medical College of Georgia mereka mendapatkan penemuan unik tentang spesies laba-laba berbahaya tersebut. Bahwa ia bisa menjadi pengobatan penyakit pada kejantanan pria yang mengalami burung kaku abadi alias tidak bisa bangkit dari sangkarnya.

Dijelaskan bahwa racun laba-laba Phoneutria nigriventer adalah campuran molekul yang sangat kaya. Molekul-molekul ini disebut racun dan setiap racun memiliki aktivitas unik yang berbeda. 

Ketika seorang manusia digigit laba-laba Phoneutria nigriventer, ia akan mengalami kesakitan parah, sulit bernafas, tidak bisa mengontrol syaraf ototnya. Dan akan meninggal akibat kehabisan oksigen bila tidak segera diberikan obat penawar. 

Namun yang unik disini, korban tersebut sebelum matek akan mengalami juga gejala Priapisme, yang membuat burungnya tegak berdiri dan keras seperti kayu selama lebih dari 4 jam. Woww ini benar-benar terobosan baru untuk membuat kaum pria kembali gagah perkasa dan kami hanya akan mengambil zat-zat tertentu saja sebagai pengobatan, ungkap para ilmuwan.
Pengobatan Alternatif dengan Hewan Beracun
Photo: Copyright pinterest.com
2. Manfaat Pijat Ular Piton sebagai Terapi Relaksasi

Pengobatan tradisional menggunakan hewan beracun kedua adalah Ular. Dan ular-ular yang digunakan disini juga tidak beracun dan tidak berbahaya sama sekali, kecuali mereka KHILAF hahahaha. 

Terapi pengobatan unik Snake Massage Spa ini pertama kali populer di negara Israel, namun seiring berjalannya waktu hampir disetiap negara termasuk di negara kita Indonesia juga gampang ditemukan. 

Salah satu contohnya adalah Bali Heritage Reflexiology & Spa yang cabangnya sudah buka dimana-mana. Beragam jenis ular akan digunakan untuk memijat tubuh dan wajah kamu dari ular piton berukuran besar, ular king florida, ular susu, ular tanduk, ular naga dan kawan-kawannya. Tenang saja gak usah takut, tidak seganas ular kasur hahaaha.

3. Tarantula

Tarantula jauh lebih angker daripada Laba-laba Phoneutria Nigriventer, namun mereka berdua sama-sama ada manfaatnya. Keluarga dari Arachina ini memang dikenal sebagai laba-laba raksasa, tubuhnya bisa mencapai 20 cm. 

Dan bukan hanya wujudnya saja yang membuat kita takut. Bisa racunnya sangat terkenal berbahaya, jika sampai menyengat kita. Seluruh syaraf  tubuh dalam seketika akan hancur dan endingnya Matekk.

Tapi siapa yang menyangka kalau zat protein yang dimiliki oleh Tarantula bisa mengatasi distrofi otot atau kerusakan serabut yang berpengaruh pada melemahnya fungsi otot tubuh manusia, terutama pada anak-anak kecil yang rawan terkena serangan penyakit disfungsi otot. Penemuan ini adalah hasil riset dari Frederick Sachs, seorang ilmuwan asal Universitas Buffalo, New York.

4. Lebah Madu

Hewan untuk terapi pengobatan penyakit keempat adalah Lebah madu, ingat yah lebah bukan tawon. Meski kita harus akui sengatan lebah madu sangatlah berbahaya dampaknya untuk tubuh kita seperti rasa terbakar, nyeri, bengkak disertai timbulan benjolan. 

Dalam kasus serangan lebah paling parah, pernah menyebabkan syaraf menjadi mati rasa dan merusak aliran peredaran darah. Wow seram bukan?

Oke itu kan kabar buruknya, gimana kalau kabar baiknya. Saat dilakukan riset penelitian yang dilakukan para medis kedokteran dari Yunani dan Prancis. Ditemukan fakta bahwa Lebah Madu mempunyai anestesi lokal dalam tubuhnya. 

Senyawa itu dikenal dengan nama 2-h (2-heptanote) yang berfungsi sebagai anestesi atau bius lokal yang sangat berguna untuk menghentikan peredaran darah saat kita sedang mengalami luka pendarahan. Dan tak hanya itu saja, senyawa ini juga bisa sebagai obat yang memiliki efek kebas (kebal) untuk mengurangi atau menghilangkan rasa sakit.

Melalui riset pengembangan lebih lanjut, ternyata anestesi dari lebah madu saat masuk dalam aliran darah juga memiliki manfaat yang jauh lebih hebat yaitu bisa dipakai sebagai pengobatan alternatif untuk penyakit berat Stroke, Diabetes, Darah Tinggi, Sakit Migrain, kantong tompes dll.
terapi hewan

5. Terapi Lintah

Lintah yang kita kenal sebagai binatang tukang hisap dengan wujud mirip jamur ini juga bisa dijadikan "pengobatan alternatif", salah satunya adalah menghentikan pendarahan saat kita mengalami kecelakaan. Tapi awas, jangan kamu coba-coba sendiri nanti lupa ngangkat malah jadi ceking itu badan hehehe.

Sahabat kejadiananeh.com mungkin kamu sudah tidak asing mendengar tentang terapi lintah yang kini sangat populer. Hanya dengan cara menempelkan beberapa lintah di sekitar urat syaraf peredaran darah selama kurang lebih setengah sampai satu jam, lintah-lintah tersebut katanya akan mengeluarkan darah kotor dalam tubuh.

Diklaim bahwa terapi lintah memang bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit berat seperti sakit migrain, kebocoran jantung, gagal jantung, jantung koroner, pembengkakkan jantung dan sebagainya. 

Namun tidak semua jenis lintah dapat digunakan sebagai obat. Biasanya para tabib/ahli kesehatan hanya menggunakan Lintah jenis medicinalis yang berhabitat di daerah hutan tertentu atau lintah yang memang sengaja diternakan.

6. Ular Derik

Ular derik adalah kelompok ular mura berbisa dari anak suku Crotalinae. Ciri khas pada ular ini sangat gampang untuk mengenalinya yakni ekornya terdiri dari segmen-segmen yang bisa menimbulkan suara yang keras bila digetarkan, krik krik krik jangkrikk.

Momok ular menyebalkan satu ini memang horor banget. Kalau sampai dicipok, tubuh kita akan mengalami penurunan tekanan darah secara drastis yang berakibat pusing, mual, menurunnya ketahanan tubuh dan endingnya matek.

Bagi masyarakat awam ular ini memang gak ada kegunaannya sama sekali, tapi beda hal dengan para Ilmuwan. Setelah mereka melakukan riset penelitian, racun ular derik ternyata bisa mengeluarkan racun sintetis yang dibuat dari lubang racun ular berbisa tersebut. 

Inhibitor Ace adalah nama medis dari racun sintetis itu yang ampuh sebagai obat penyembuh penyakit stroke, serangan jantung, menurunkan tekanan darah pada penderita darah tinggi serta juga bisa menyembuhkan penyakit ginjal. 

Hebatnya, saat dilakukan pengembangan riset ternyata racun sintetis itu memiliki 100 zat berbeda yang masing-masing mempunyai manfaat sendiri untuk mengatasi berbagai macam penyakit.

7. Terapi Pengobatan Belatung Sembuhkan Luka Akibat Penyakit Diabetes Melitus

Tak selamanya Belatung itu terdengar menjijikkan, coba tanyakan saja pada si ayam karena belatung adalah makanan favorit mereka :) Sahabat kejadiananeh.com tahukah kamu jika pengobatan alternatif terbaru untuk menyembuhkan luka akibat penyakit diabetes melitus, yang kini sedang digandrungi adalah menggunakan terapi belatung. 

Temuan ini pertama kali ditemukan oleh Dokter Lawrence Eron dari Kaiser Hospital dan University of Hawaii di Honolulu, Hawaii. Langkah-langkah pertama dalam cara pengobatan alternatif unik ini para Dokter akan menempelkan 50 sampai 100 belatung spesies Lucilia sericata pada luka akibat diabetes dan membiarkannya selama dua hari saat pertama kali.
hewan yang bisa menyembuhkan penyakit
Photo: Copyright catersnews.com
Hari selanjutnya, prosedur ini akan terus diulangi kurang lebih sebanyak lima kali dalam sehari agar belatung semakin banyak memproduksi jaringan granulasi yang kuat ke dalam luka.

Agar belatung-belatung itu tidak berhamburan, mereka akan dimasukkan ke dalam bahan seperti jala atau stocking yang dilekatkan ke tangan, kaki atau badan tempat luka diabetes si pasien. Kemudian gerombolan belatung tersebut akan mengeluarkan zat kedalam luka yang mencairkan jaringan mati dan langsung menelannya. 

Luka-luka yang sudah dibersihkan dan zat lainnya yang terkandung dalam cairan belatung akan membentuk jaringan granulasi, yakni semacam jenis jaringan ikat yang akan membentuk selama proses penyembuhan luka. Selanjutnya, melalui proses debridement Dokter akan mengangkat jaringan yang sudah terinfeksi atau mati dengan pisau bedah ataupun enzim.

Dalam riset penelitian tersebut, sebanyak 37 penderita diabetes yang rata-rata mempunyai penyakit arteri sampai luka diabetes melitus yang tidak mengering sampai 5 tahun berhasil disembuhkan oleh Dokter Lawrence Eron bersama timnya. Sahabat kejadiananeh.com, kamu punya saudara atau teman yang menderita luka diabetes melitus? Siapa tahu pengobatan alternatif dengan belatung ini cocok agar mencegah tindakan amputasi.

Related Article