Hewan yang Bisa Bertahan Hidup dari Radiasi Nuklir

Nuklir adalah senjata paling mematikan yang sanggup memporak-porandakan bumi dalam sekejap, beserta seluruh makhluk hidup yang ada disekitarnya. Begitu dahsyatnya Nuklir, ia juga punya efek berkelanjutan yang bisa menyebabkan manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan yang terkena dampak radiasinya mengalami penyakit, cacat seumur hidup dan mutasi genetik. 
 
Itulah sebabnya mengapa produksi bom nuklir dari suatu negara sangat diberi pengawasan ketat. Apakah ini artinya tak ada satupun makhluk hidup di dunia yang mampu bertahan dari radiasi nuklir? Jika kamu berpikir seperti itu, sepertinya sudah salah besar. Karena ada 9 hewan yang bisa bertahan hidup dari radiasi nuklir, siapa sajakah mereka? berikut selengkapnya:
 
1. Kalajengking
 
Kalajengking, sudah terbiasa mengalami pahitnya kehidupan ini, kesepian tanpa pacar dan merasakan kelaparan panjang. Dan saat ia bermigrasi ke wilayah lain tanpa memiliki persediaan makanan, kalajengking akan memperlambat metabolismenya. Hal itulah yang membuat ia dikenal mampu beradaptasi dimana saja, baik dalam kondisi gurun pasir panas sampai kutub es yang sangat dingin.

Hewan yang Bisa Bertahan Hidup dari Radiasi Nuklir
Karena kemampuan uniknya itu juga, membuat para ilmuwan melakukan riset penelitian dengan membuat kalajengking menjadi beku dalam waktu 1 hari penuh. Kemudian mereka mencairkannya kembali dibawah terik sinar matahari. 
 
Ajaib, kalajengking tersebut seolah bangkit lagi dari kematiannya, ia pun langsung berjalan pergi. Hal inilah yang membuat para ilmuwan menyimpulkan, bahwa Kalajengking dapat bertahan hidup, seandainya terjadi perang nuklir nanti, baik karena ledakan ataupun dampak dari radiasi nuklir itu sendiri.
 
2. Mummichog
 
Jenis hewan yang bisa bertahan hidup dari radiasi nuklir ke dua adalah Mummichog. Buat kamu para pecinta sequel Harry Potter mungkin sudah tidak asing lagi dengan nama hewan ini. Pada dasarnya Mummichog hanyalah seekor ikan biasa, namun mummichog ini memiliki kemampuan bertahan hidup yang luar biasa, salah satunya dampak buruk dari radiasi bom nuklir.

Hasil uji riset penelitian mengungkapkan kemampuan hidup ikan Mummichog sangat luar biasa. Ia bisa cepat beradaptasi dalam suhu udara dan habitat yang berbeda. Contohnya saat ia ditaruh dalam kolam bersuhu dingin ataupun panas, bagi Mummichog itu bukan masalah. 
 
Dan yang paling mengejutkan ketika para astronot mengirim ikan ini ke luar angkasa. Mereka cepat sekali beradaptasi dan bisa berenang normal seperti saat mereka masih tinggal di bumi.
 
3. Kecoak
 
Kamu benci sama kecoak? Ingin membasminya tapi selalu gagal dan rasanya sulit? Benar saja, karena hewan menyebalkan satu ini memang sangat sulit dibasmi, bahkan bila kamu kenakan serangan radiasi nuklir sekalipun ke tubuh mereka. 
 
Kecoa lagi-lagi termasuk dalam jenis serangga, yang mungkin saja alasan mereka bisa tetap mempertahankan hidup dari radiasi nuklir adalah sama seperti yang dialami oleh tubuh lalat buah yang sudah dijelaskan sebelumnya.

Padahal jenis serangga satu ini begitu menyebalkan bagi sebagian besar orang. Terlebih jika mereka sudah mulai menggunakan jurus andalan terbangnya. Kekuatan kecoa ini bisa bertahan hidup dalam radiasi Nuklir yang mencapai level 10.000 rads. Bayangkan saja kalau manusia yang kena radiasi sebesar itu. Bisa dipastikan, dalam waktu seperkian detik kemudian, manusia sudah meninggal dunia. 

 
Salah satu bukti valid yang pernah mengejutkan adalah ketika terjadinya ledakan bom atom di Hiroshima dan kota Nagasaki, Jepang. Ribuan mayat manusia berserakan beserta dengan bangunan yang hancur luluh lantak. Kabar baiknya, gerombolan kecoak masih terlihat banyak dan mondar-mandir di lokasi pengeboman tersebut.
 
4. Lalat Buah
 
Salah satu hewan yang masih mampu mempertahankan hidup dari radiasi nuklir adalah lalat buah. Lalat buah termasuk dalam jenis serangga yang sering kali dibenci oleh manusia. Ya tentu saja karena lalat memang sering kali merugikan, dan tidak memberikan efek keuntungan apa-apa bagi manusia.
 
Ini semua karena lalat sering menjadi perantara virus dan bakteri yang menyebarkan penyakit berbahaya. Dibalik keburukannya, siapa sangka kalau lalat punya kemampuan untuk bisa bertahan dari ancaman radiasi nuklir. Sebenarnya kemampuan ini hampir dimiliki oleh semua serangga. 
 
Asalannya karena serangga punya kemampuan bertahan hidup akibat lambatnya pembelahan sel di tubuh mereka. Selain itu proses reproduksi mereka juga sangat cepat sehingga memungkinkan untuk ber evolusi demi meningkatkan daya tahan tubuhnya.

Lalat Buah dan Lingula

5. Lingula

 
Pernah dengar hewan yang namanya lingula? Jika belum, sekedar informasi saja hewan ini merupakan jenis hewan yang berada dalam kerang alias suka menumpang hidup tapi bukan parasit loh. Meskipun ukurannya kecil banget, namun jangan meremehkan kemampuannya, sebab lingula ini memiliki kekuatan yang sangat besar.
 
Dalam dokumentasi sejarah The Big Five, tercatat bahwa di bumi yang kita tinggali ini sudah terjadi lima kali fenomena kepunahan massal seluruh makhluk hidup akibat bencana dahsyat. Dan hebatnya lingula ini merupakan satu-satunya hewan yang masih bisa selamat dari lima kali kepunahan massal itu sampai dengan saat ini. 
 
Jadi tidak heran, kalau para ahli Pantelogi berani mengklaim bahwa lingula ini takkan mungkin bisa mati akibat radiasi nuklir, sebab bencana dahsyat yang pernah melanda bumi jauh lebih hebat dan mengerikan. 
 
6. Beruang Air, Water Bears (Tardigrada)
 
Hewan tahan banting lainnya adalah Beruang air yang memiliki nama keren Water Bears. Seperti yang kita tahu, si gendut dengan kaki banyak ini memang biasa tinggal di daerah kutub yang punya suhu dingin sangat ekstrim 0 derajat celcius, hingga di tempat bertemperatur panas 151 oc. 
 
Jadi jangan tanya lagi soal kemampuan ia bertahan hidup dari radiasi nuklir. Sebab beruang air sudah terbiasa hidup dalam ruangan hampa tanpa udara seperti di luar angkasa. Umurnya pun dapat mencapai 100 tahun dan menurut para ilmuwan, beruang air sanggup bertahan dari radiasi nuklir sampai level 570.000 Rad. 
 
Dengan kemampuan tersebut, beruang air menjadi makhluk hidup peringkat pertama yang dapat bertahan bila terjadi perang nuklir atau bencana alam sedahsyat apapun, yang menyebabkan kepunahan di muka bumi ini.

Beruang Air (kiri) dan Amoeba

7. Amoeba

 
Amoeba merupakan salah satu jenis hewan yang ukurannya paling kecil dan melakukan reproduksi dengan cara membelah diri. Tapi meskipun ukuran tubuhnya sangat kecil, amoeba merupakan salah satu makhluk hidup yang mampu ber evolusi dari sebelum dan sesudah makhluk hidup lain yang muncul ke dunia ini sampai sekarang. 
 
Dan soal kemampuan mempertahankan hidupnya pun Amoeba tak kalah hebat. Sebagai makhluk hidup bersel satu, ia memiliki tingkat reproduksi yang sangat tinggi. Dan ketika bencana nuklir itu datang, ia masih bisa untuk berkembang biak di semua tempat hanya dengan cara membelah diri untuk menciptakan individu baru atau generasi penerusnya.
 
8. Braconidae
 
Kalau hewan mamalia yang punya indera penciuman terbaik adalah anjing, maka untuk kaum serangga adalah braconidae. Serangga unik satu ini merupakan jenis lebah atau tawon yang dikenal kebiasaan hidupnya nyeleneh. Ia sering menitipkan larva telurnya di dalam tubuh hewan lain alias numpang hidup. 
 
Jadi kemungkinan besar saat terjadinya bencana nuklir, dan si braconidae dalam keadaan sekarat ia akan menitipkan anak-anaknya kepada lalat ataupun kecoak yang sedang lewat hehehe. 
 
Kelebihan lainnya yang dimiliki oleh Braconidane, ia punya kemampuan untuk mendeteksi adanya zat kimia berbahaya seperti radiasi nuklir. Oleh karena itu ia sudah pasti lebih dulu untuk menghindarinya. Dan bila pun ia mengalami nasib sial terjebak dalam ledakan nuklir, menurut para ilmuwan Braconidane masih bisa bertahan hidup meski dalam batas kekuatan sebesar 180.000 rads saja.

hewan radiasi nuklir
Serangga Braconidae dan Deinococcus Radiodurans

9. Deinococcus Radiodurans

 
Deinococcus Radiodurans dikenal juga dengan julukan Detektif Conan, maaf maksud saya Conan the bacterium. Ia merupakan organisme hebat yang terbiasa hidup dalam habitat ekstrim, seperti limbah beracun, dan lingkungan yang sudah terkontaminasi bahan kimia berbahaya sekalipun.
 
Dan ketangguhan lainnya yang tidak dimiliki oleh organisme sejenisnya, ia mampu untuk memperbaiki DNA nya sendiri yang sudah rusak dan sudah biasa bertahan dari efek mutagenik dan mematikan dari berbagai penyebab perusak DNA. 
 
Hal ini bukanlah tanpa alasan, sebab hasil penelitian Ilmuwan, saat mengambil uji sample di sekitar lokasi radiasi nuklir. Mereka menemukan Conan the bacterium berhasil meregenerasi sel dan kromosom dirinya sendiri, setelah hancur akibat dampak radiasi nuklir. 
 
Untuk itu para ilmuwan sudah memperhitungkan bahwa organisme ini termasuk dalam makhluk hidup yang paling terakhir bertahan di bumi jika terkena serangan nuklir.