6 Fashion Wanita yang Dulunya Diciptakan untuk Kaum Pria

Tidak ada yang menyangka kalau fashion aksesoris wanita yang sekarang sudah menjadi peranti wajib ternyata dulu pertama kali dibuat bukanlah untuk digunakan wanita melainkan para pria. Contohnya sepatu high hells, warna pink pakaian yang melambangkan kejantanan pria, pembalut saat menstruasi dan masih banyak lagi.

Sahabat kejadiananeh.com, Ingin tahu, Awal mula dan sejarah fashion wanita yang dulunya diciptakan untuk kaum pria selengkapnya? Simak ulasan berikut ini;

1. Warna Pink Sebagai Lambang Maskulin Laki-laki

Dijaman dulu, Arti wana pink identik sebagai simbol tegas, penuh gairah dan kemaskulinan kaum laki-laki. Sedangkan warna biru melambangkan sosok lembut, anggun dan kesucian untuk seorang wanita feminin (femininitas). Teori warna (Color Theory) ini pertama kali diperkenalkan oleh Leon Battista Alberti pada tahun 1435.

Alasan penggunaan warna tersebut, karena pink/merah muda sendiri berada ditengah-tengah warna ungu (violet) dan merah. Nama pink sendiri diambil dari nama bunga Genus Dianthus.

Penjelasan lebih lengkap tentang sejarah penggunaan warna pink untuk kaum laki-laki dapat dilihat dalam buku jurnal dokumentasi Profesor Jo B. Paoletti dari University of Maryland yang berjudul,
Pink and Blue: Telling the Girls From the Boys in America.

Dijelaskan dalam buku tersebut pada era tahun 1818 sampai 1882, warna-warna cerah seperti biru, ungu putih serta pink adalah hal biasa yang ditemukan pada seorang laki-laki, warna-warna itu seakan sudah mendominasi dan menjadi favorit para pria.

fashion wanita yang diciptakan untuk pria

Fenomena unik ini juga dibuktikan pada tahun 1927 melalui penerbitan surat kabar Times. Hampir 90 persen semua toko pakaian besar di Negara Amerika seperti Marshall Field di Chicago, Halle’s di Cleveland, Best & Co di New York City dan Filene’s di Kota Boston.

Semua produk pakaian laki-lakinya berwarna pink. Sedangkan warna biru biasa dikenakan oleh para wanita, terutama bagi mereka yang berambut pirang dan bermata biru.

Dipenghujung tahun 1950 warna pink semakin mendominasi. Bukan hanya produk fashion dan aksesoris pakaian pria saja tapi juga sampai kendaraan pribadi.

Contohnya Pink Cadillac, mobil Cadillac berwarna Pink yang menjadi idaman para laki-laki. Sangat mudah untuk menemukan keberadaan mobil favorit ini jalan-jalan raya.

Namun pergeseran gaya hidup mulai berubah setelah terjadi konflik perang dunia 2 yang dilakukan Nazi Jerman, dimana pasukan mereka membuat Kamp Konsentrasi untuk kaum Gay dan memberikan lambing Pink Triangles (lambang segitiga merah muda) diatas pintu kemah penahanan mereka.

Sejak itulah sampai dengan hari ini, penggunaan warna pink sudah berubah makna menjadi warna feminim (kewanitaan) sedangkan warna biru diasoasikan sebagai lambang kejantanan laki-laki.

2. Sejarah Pembalut Wanita

Pembalut alias softex yang biasa dipakai untuk tamu bulanan menstruasi wanita ini awal mulanya dulu juga diciptakan khusus untuk para pria.

Berawal dari seorang perawat asal Perancis yang membuat balutan kain dengan bantalan busa serta cairan antiseptik didalamnya, untuk menghentikan pendarahan saat para tentara Amerika mengalami luka-luka terkena tembakan di medan perang.

Memang bentuk pembalut khusus ini tidak begitu persis dengan pembalut yang kita kenal sekarang. Tapi gara-gara inilah muncul ide inspirasi untuk membuat pembalut menstruasi seorang wanita yang pertama kali diciptakan.

3. Penggunaan Aksesoris Anting Dipakai Wanita Pertama Kali

Meski dokumentasi sejarah tidak menunjukkan angka valid, kapan tepatnya penggunaan aksesoris anting mulai dipakai oleh para laki-laki. Namun para ahli memperkirakan sudah ada sejak 5000 tahun lalu. Hal ini dapat dibuktikan melalui beberapa temuan arkeologi, salah satunya dari Persepolis di daerah Persia Kuno.

Ditempat tersebut ada lukisan relief dinding pada istananya yang menggambarkan tentang tentara kekaisaran persia dimana prajurit pria dan para pejuangnya memakai untuk sebagai jimat pelindung diri.

Sedangkan penggunaan anting emas bagi kalangan pelaut dan nelayan untuk menunjukkan perbedaan strata sosial sebagai lambang kekayaan dan kehebatan mereka dalam menjelajahi samudera lautan.

Di lapisan masyarakat Persepolis lainnya, anting yang dipakai oleh pria juga menunjukkan sebagai simbol kasta, kepercayaan agama serta identitas dari klan keluarga mana ia berasal.

Sedangkan penemuan anting tertua di dunia berada di Mesopotamia. Dengan bentuk sederhana berupa lingkarang cincin besar dengan lapisan tipis dipinggirnya. Diperkirakan anting kuno tersebut sudah diciptakan pada masa 3500 sebelum Masehi.

Dan yang terakhir para ahli arkeolog menemukan di kota Yunani Kuno, diperkirakan sudah berusia 2500 sampai 1600 SM dengan berbagai macam bentuk tebal dan tipis, mulai dari bulan sabit, jambu bool hingga bentuk perahu dengan sosok sepasang manusia sebagai penumpangnya.

4. G-String (Celana Dalam Thong)

G-String, celana dalam super seksi yang sering dipakai oleh cewek-cewek kekinian sebenarnya sudah jauh diciptakan sebelum celana dalam wanita dan pria dikenal.

Perbedaan G-String sendiri kayaknya gak usah saya jelasin yah udah banyak yang tahu. Intinya celana dalam ini nyaris memamerkan seluruh bagian fantad dan area terlarang hanya beberapa utas tali saja sebagai perekatnya.

Pertama kali dipakai sekitar 75 ribu tahun yang lalu dari berbagai suku bangsa, salah satu penemuan G-String kuno berada di Jepang, namanya Fundoshi yang sudah berusia 2000 tahun.

Fungsi dari celana dalam Thong alias G-String kuno sebenarnya untuk melindungi aset berharga pria agar tidak mudah lecet saat sedang duduk terutama pada bagian selangkangan serta belakang fantad. Sedangkan untuk kaum wanitanya, mereka hanya memakai kain tipis sebagai balutan saja.

Namun setelah perkembangan jaman dan berhasil memproduksi celana dalam seperti yang kita pakai saat ini, pemakaian G-String mulai dilupakan orang. Tapi anehnya justru G-String dijaman modern saat ini mulai tenar kembali tentu dengan desain yang jauh lebih menarik dan menggoda.

Mulai dari model Basic Bikini, High-Waist Briefs, Hipster Brief, Torso-to-Tush Shapers, Cheekys dan masih banyak bangetttt. Untuk contoh gambar-gambarnya sengaja saya gak sertakan, nanti kamu ‘mimisan’ lagi 😀

5. Rambut Palsu (Wig)

Sejarah penggunaan wig alias rambut palsu sudah digunakan sejak 4000 tahun lalu di era zaman mesir kuno. Selain sebagai simbol status sosial, orang mesir kuno biasanya memakai untuk keperluan ritual keagamaan, salah satu ikon wanita terkenal dimasa itu yang sering menggunakan wig adalah Ratu Cleopatra.

Sedangkan dibelahan dunia lain, khususnya di negara Perancis. Pertama kali dipopulerkan oleh Raja Louis XII. Penyebab ia terpaksa membuat wig karena sang Raja mengalami kebotakan dini diusianya yang masih sangat muda 20 tahun.

Untuk itu ia memakai wig palsu agar meningkatkan rasa percaya dirinya ketika sedang bertemu dengan rakyatnya. Entah kebetulan atau tidak, jejak Louis XII diikuti juga oleh penggantinya Lois XIV, heem sepertinya sudah faktor keturunan ini mah namanya :D.

Karena Rajanya sering memakai Wig, lama kelamaan menjadi gaya hidup rakyatnya. Banyak masyarakat khususnya para bangsawan sengaja memakai wig keriting untuk membedakan status sosial. Dan bukan hanya dari kalangan kerajaan saja. Para penegak hukum seperti jaksa, hakim dan pengacara juga ikut-ikutan memakai tren rambut palsu.

6. Awal Mula High Heels, Sepatu Hak Tinggi Dipakai oleh Pria

Seakan tak mau ketinggalan dalam dunia fashion, lagi-lagi High Heels alias sepatu hak tinggi juga pertama kali dipakai oleh kaum pria. Sahabat kejadiananeh.com, sejarah high heels ini bermula digunakan oleh para tentara untuk berperang sejak abad ke 16.

Saat itu prajurit Persia wajib menggunakannya saat mengendarai kuda. Fungsi dari sepatu High Heels ini sangat penting agar bisa mempertahankan kestabilan kaki para prajurit saat menginjak pedal kuda.

Dengan kondisi kaki terkunci, para prajurit persia dapat akurat menembak musuh-musuhnya ketika berada di atas kuda. Atas penemuan tersebut, tak heran Kerajaan Persia banyak memenangkan pertempuran dengan pasukan berkuda yang dimilikinya.

Perjalanan sepatu high hells terus berkembang pada Abad ke 17 dan menjadi aksesoris terkenal di masa itu. Diperkenalkan pertama kali lewat kerajaan Ottoman saat mulai beradaptasi di Eropa, dan rata-rata pemakainya adalah para pria bangsawan dari kalangan sosial kelas atas.

Namun perbedaan mereka memakai bukan untuk berperang, hanya sebagai obat ganteng penambah rasa percaya diri. Dengan menggunakan Hig Heels, postur tubuh mereka otomatis semakin bertambah tinggi dan membuat lebih berwibawa.

Fenomena ini semakin berkembang ke negara Perancis, sampai Raja Louis XIV dari Perancis melarang kelas rakyat biasa untuk memakai sepatu hak tinggi, bagi siapa saja yang berani melanggar aturan aneh tersebut, mereka akan dihukum berat oleh sang raja. Karena sepatu high hells hanya boleh digunakan oleh kalangan kerajaan serta kaum bangsawan saja.

Dan setelah pecahnya revolusi Perancis, sepatu high heels yang lekat dengan simbol ditaktor kerajaan mulai dibenci oleh rakyatnya. Mereka pun tidak ada lagi yang berminat untuk memakai high hells.

fashion wanita untuk pria

Sampai akhirnya di pertengahan abad ke 19, sepatu high hells mulai dilirik kembali oleh para produsen sepatu karena dipercaya bisa membuat penampilan seorang wanita jauh lebih menarik, lebih seksi katanya.

Dan sampai kini pun sepatu high hells masih menjadi fashion favorit para wanita di seluruh dunia, tapi tidak sebagai penanda status sosial dan tidak lagi digunakan oleh kaum pria.