Mengapa Hewan Harus Dimakan dan Benarkah Manusia itu Omnivora?

Kita semua pasti pernah mencoba berbagai macam ‘daging’ yang diolah dengan bumbu masakan, yaiyalah keleus masa dimakan mentah-mentah. Tapi kalau boleh jujur, pasti tidak ada yang ‘kuat’ alias gak tega menyaksikan hewan dibunuh di depan mata kita untuk selanjutnya dijadikan bahan makanan kita, kecuali tukang potong hewan.

Sahabat kejadiananeh.com tahukah kamu mengapa hewan harus dimakan dan benarkah manusia itu omnivora alias pemakan segalanya baik herbivora (pemakan tumbuhan) sekaligus karnivora (pemakan daging).

Dan apa benar, kalau tidak makan daging hewan kita bisa mengalami kekurangan gizi, kurus begeng, pertumbuhan tubuh yang tidak maksimal dan cenderung bodoh. Masa iya? Buktinya kebo ama gajah aja makannya rumput, tapi badannya bisa gendut kaya tahu bulat 😀

Fakta Manusia adalah Herbivora dan Bukan Omnivora

Pentingnya mengkonsumsi daging seringkali berbanding terbalik terhadap kesehatan kita, padahal daging seolah menjadi boomerang yang menjadi biang keladi berbagai macam penyakit bagi tubuh kita. Apakah memang organ dan anatomi tubuh kita diciptakan untuk memakan daging hewan?

mengapa hewan harus dimakan

Usus Manusia Berbeda dengan Hewan Karnivora

Bentuk usus yang ditemukan pada hewan karnivora semuanya pendek hanya berukuran 3 sampai 6 kali lipat dari panjang tubuhnya. Dan bentuknya rata-rata mulus menyerupai pipa silinder sehingga dalam proses pencernaan daging bisa berlangsung lebih cepat mengalami pembusukan sampai dikeluarkan menjadi kotoran.

Dibandingkan dengan usus hewan herbivora, ukurannya bisa mencapai 10 sampai 12 kali lipat panjang tubuhnya, memiliki benjolan-benjolan dan kantong lunak agar setiap tumbuhan/buah-buahan yang masuk ke dalam usus dapat menyerap nutrisi secara optimal. Faktanya, bentuk usus hewan herbivora alias pemakan tumbuh-tumbuhan sama persis dengan yang dimiliki oleh manusia.

Pernahkah kamu berpikir mengapa hewan karnivora seperti singa, serigala, beruang yang makanan pokoknya 100 persen daging tidak pernah terkena penyakit kolesterol, penyakit jantung, penyumbatan pembuluh darah, stroke, kanker usus, diabetes dan berbagai macam penyakit mengerikan lainnya.

Dan hebatnya jumlah toleransi kandungan kolesterol dan lemak hewani mereka bisa 200 kali lipat dari manusia.

Ini semua karena desain usus mereka pendek, tidak mengalami proses pembusukan lebih lama saat berada di dalam usus. Proses ini pun juga dibantu oleh asam lambung yang lebih kuat, 20 kali lipat dari kandungan asam lambung pada manusia.

manusia bukan omnivora

Dibandingkan dengan usus manusia, jauh lebih lama proses pembusukannya sehingga kolesterol, lemak hewani dan timbunan sampah makanan lainnya bisa mengendap terlalu lama di usus, bahkan sampai berbulan-bulan lamanya.

Bukan hanya menyebabkan ‘racun’ merambat ke seluruh tubuh saja. Tapi gangguan pada organ usus juga bisa mengalami terhambatnya penyerapan nutrisi dan paling parah bisa menyebabkan kanker usus besar pada sistem pencernaan kita.

Berkeringat dan Perbedaan Cara Minum

Alasan mengapa manusia bisa berkeringat karena tubuh kita perlu untuk mendinginkan tubuh dari kondisi panas. Mengeluarkan air dan mineral melalui pori-pori tubuh kita adalah cara terbaik untuk menurunkan suhu tubuh dan juga bisa mengeluarkan zat sisa pembakaran tubuh secara alami.

Cara ini juga diterapkan oleh hampir semua hewan herbivora, sebagian lainnya berkubang di dalam lumpur untuk meredakan suhu panas. Sedangkan pada hewan karnivora mereka tidak memiliki kelenjar keringat. Tapi melepaskan panas tubuhnya dengan cara menjulurkan lidah, contohnya singa dan anjing yang sering meneteskan air liur melalui lidahnya.

Sedangkan perbedaan cara minum herbivora dan karnivora juga terlihat jelas. Biasanya hewan karnivora akan menjilat-jilat air saat dia merasa haus. Sedangkan hewan herbivora bisa menenggak langsung air seperti halnya manusia.

Bentuk Gigi dan Mulut

Struktur gigi pada binatang Karnivora semuanya pasti memiliki taring tajam kecuali mereka ompong gara-gara kebanyakan makan cokelat :D. Manusia sebenarnya juga mempunyai ciri yang sama yakni taring dibagian depan, meskipun kita harus akui kurang pantas rasanya disebut sebagai gigi taring. Karena ciri-ciri gigi taring itu sudah pasti mudah untuk mengoyak daging.

Ingin pembuktian? coba saja kamu gigit anjing dan anjingnya suruh balas gigit, kemudian bandingkan luka mana yang lebih parah hehehe.

Kembali ke cerita, struktur anatomi gigi pada hewan karnivora memang dirancang khusus untuk mengkonsumsi daging. Besar, panjang, tajam tahan lama dan mengarah ke depan sangat memudahkan untuk mencengkram dan mengoyak daging setiap mangsanya.

Berbeda dengan gigi kita yang pendek dan tumpul sangat sulit untuk mengoyak daging, apalagi masih mentah dan utuh. Gak percaya? Coba saja gigit badak hidup-hidup, dijamin itu gigi rontok semua 😀

Tak hanya gigi, cara makan kita pun berbeda jauh sekali dengan hewan karnivora dan lebih cocok dengan hewan herbivora terutama gerakan rahangnya. Hampir semua hewan karnivora bisa membuka mulutnya lebar-lebar, memiliki kekuatan daya cengkram yang sangat hebat dan tidak ada mereka yang makan daging dengan gerakan menyamping, kecuali Mamang Sumanto.

Berbeda dengan cara makan manusia, rahang mereka akan bergerak ke arah depan belakang lalu ke kiri kanan untuk memudahkan proses penggilingan makanan dengan gigi geraham yang rata. Cara makan ini sama persis pada hewan herbivora yang sering kita temui. Contohnya sapi, unta, kebo, kambing dan sebangsanya.

Dan hewan karnivora tidak membutuhkan enzim pada air liur untuk memudahkan proses pencernaan seperti pada manusia dan herbivora. Tanpa tedeng aling-aling, mereka langsung menelan daging bulat-bulat begitu saja. Ingin mencoba?

Lalu dengan penjelasan ini apakah kita harus berhenti makan hewan, dan belajar menjadi seorang vegetarian? Oh tentu tidak, saya aja masih doyan makan bakso, apalagi ditraktir teman 😀

Tapi kalau memang menjadi seorang vegetarian bisa membuat kesehatan tubuh kita menjadi jauh lebih baik, kenapa harus ragu? Apa takut kalau tidak lagi mengkonsumsi daging bisa membuat kita menjadi bego dan mudah sakit-sakitan karena kurang gizi?

Mengapa Hewan Harus Dimakan dan Benarkah Manusia itu Omnivora

Tokoh-tokoh Terkenal Dunia yang Vegetarian

Sahabat kejadiananeh.com tahukah kamu kalau faktanya banyak tokoh filsuf, ilmuwan, artis dan penemu paling terkenal di dunia, bukan rahasia lagi kalau mereka adalah seorang penganut vegetarian.

Contohnya Pythagoras, Socrates, Leonardo Da Vinci, Mahatma Gandhi, Benjamin Franklin, Thomas Edison, Albert Einstein, Sir Isaac Newton, Steve Jobs, Charles Darwin, Nikola Tesla, Sir C.V. Raman, George Wald, Henry Ford, Charles Darwin, Michael Jackson, Martin Luther King, Leona Lewis dan masih banyak lagi. Bukankah mereka adalah orang-orang cerdas yang menginspirasi banyak orang di dunia 😀