Kejadian Aneh Tapi Nyata

Kejadian Aneh Tapi Nyata

8 Anak Paling Jahat dan Durhaka di Dunia

21 Oct 2016

Sudah sepantasnya bagi seorang anak untuk berbakti kepada orangtua yang telah merawat dan membesarkannya dengan penuh kasih sayang. Namun, bukan hal aneh jika ada juga seorang anak yang justru membalas kebaikan orangtuanya dengan hal-hal yang buruk dan menjadi anak yang durhaka serta penuh dendam. Sampai saat ini, setidaknya ada kasus kriminal 8 anak paling jahat dan durhaka di dunia ,dimana kelakuan jahat mereka sangat sadis dan mengerikan sampai nekat membunuh kedua orang tuanya sendiri.

1. Barry Dale Loukaitis

Bary Dale Loukaitis pertama kali membunuh ketika usianya masih 14 tahun. Ia pergi ke sekolah dengan memakai pakaian koboi sambil membawa tas. Namun, tak disangka bahwa isi tas yang dibawa Barry bukan alat tulis dan buku tetapi merupakan senapan berburu dan pistol milik ayahnya. Tidak hanya itu, Barry juga membawa 78 pak amunisi dalam tasnya.

Saat berada di sekolah, tiba-tiba Barry menembak dengan membabi buta di kelas matematika sehingga menimbulkan banyak korban. Korban akibat tembakan membabi buta Barry adalah dua orang siswa tewas dan satu siswa dinyatakan kritis berat. Barry bahkan menembak guru matematikanya, Leona Caires di dadanya.

anak paling jahat dan durhaka

Masih belum merasa cukup, Barry si anak jahat juga sempat menyandera seorang siswa selama kurang lebih sepuluh menit sampai kemudian ia diringkus oleh guru olahraga yang bernama John Lane. Akibat kejahatannya, Barry dihukum penjara seumur hidup sebanyak 2 kali ditambah dengan hukuman penjara selama 205 tahun. Dan kecil kemungkinan mendapatkan pembebasan bersyarat.

2. Robert dan Jeffrey Dingman

Robert dan Jeffrey Dingman adalah kakak beradik psiko yang memutuskan untuk membunuh orangtuanya sendiri, hanya gara-gara persoalan sepele karena mereka menganggap bahwa orangtuanya terlalu cerewet dan mereka harus menerapkan aturan yang menyebalkan. Keduanya tega melakukan kejahatan tersebut setelah merencanakan pembunuhan terlebih dahulu.

anak durhaka

Setelah merencanakan aksi kejahatan dengan matang, keduanya kemudian memutuskan untuk menembak mati orangtuanya. Tembakan pertama yang mengarah kepada orangtuanya dilakukan oleh sang adik Jeffrey. Namun, karena tembakan tersebut hanya melukai orangtuanya, sang kakak Robert kemudian menembak kembali orangtuanya hingga dipastikan ia benar-benar tewas.

3. Jon Venables dan Robert Thompson

Jon Venables dan Robert Thompson adalah dua anak durhaka yang penuh dendam asal Liverpool, Inggris dan telah melakukan kejahatan pidana serius terhadap seorang balita bernama James Patrick Bulger yang masih berusia 2 tahun. Keduanya melakukan penculikan, penyiksaan bahkan pembunuhan sekaligus. Tidak tanggung-tanggung, keduanya menculik balita tersebut dari supermarket yang saat itu sedang bersama ibunya.

Kemudian, keduanya membawa balita tersebut ke balik rel kereta api yang jaraknya sekitar 4 km dari supermarket. Di rel kereta api itu keduanya lalu menendang, memukul dan melempari balita malang tersebut dengan batu.

Masih belum cukup, keduanya bahkan membunuh korban dengan cara memotong-motong tubuh korban. John Venables dan Robert Thompson tertangkap setelah polisi menemukan bukti-bukti dari rekaman CCTV bahwa keduanya terlihat jelas dalam rekaman kamera sedang menggandeng tangan dan membawa pergi balita malang tersebut.

Namun, Jon Venables dan Robert Thompson tidak dihukum penjara karena Inggris tidak memiliki undang-undang yang mengatur tentang hukuman untuk anak di bawah umur. Karena itulah keduanya hanya ditahan di rumah sakit jiwa sampai mereka berusia 18 tahun.

kasus kriminal anak

Kilas balik dasar hukumnya, Jon Venables dan Robert Thompson melakukan kejahatan tersebut saat berusia 10 tahun sehingga keduanya hanya ditahan di rumah sakit jiwa selama 8 tahun. Saat ini diketahui mereka berdua sudah dibebaskan dan mendapatkan identitas baru agar tidak menjadi amuk massa dari para tetangga ataupun keluargan korban.

4. Daniel Bartlam

Daniel Bartlam tega membunuh ibunya sendiri karena terispirasi oleh cerita opera sabun yang berjudul 'Coronation Street'. Entah apa yang merasukinya, pembunuhan yang dilakukan Bartlam tidak tanggung-tanggung. Dia membunuh ibunya dengan cara yang terbilang sangat kejam yaitu dengan memukulkan palu kepada ibunya dari kepala dan seluruh badan berkali-kali hingga sang ibu tewas mengenaskan.

Setelah ibunya tewas, Bartlam bahkan berusaha untuk menghilangkan bukti kejahatannya dengan cara membakar tubuh ibunya bersama dengan rumahnya. Kepada polisi dia mengaku bahwa ada seorang penyusup di rumah mereka yang membunuh ibunya. Namun, Polisi tak mudah dikecohkan begitu saja oleh Daniel Bartlam. Berkat bantuan penyelidikan detektif, Daniel akhirnya mengakui perbuatannya dan menerima hukumannya dengan patuh yaitu hukuman penjara minimal 16 tahun.

5. Joshua Phillips

Joshua Phillips merupakan pelaku pembunuhan Maddie Clifton yang saat itu masih berusia 8 tahun. Awalnya, kasus hilangnya Maddie Clifton yang terjadi di Florida ini hampir tidak meninggalkan jejak sama sekali, trik kejahatannya nyaris sempurna. Sehingga meskipun polisi sempat memeriksa dan menginterogasi beberapa orang yang diduga tersangka, polisi kembali membebaskan mereka karena kurangnya bukti.

Polisi bahkan sempat mengumumkan untuk menghentikan pencarian Maddie, namun keputusan tersebut ditolak oleh masyarakat sekitar dan sukarelawan yang ada. Pencarian Maddie dihentikan ketika ibu Joshua menemukan mayat Maddie Clifton yang malang itu di kamar putranya, Joshua Phillips.

kasus anak bunuh orang tua

Ibu Joshua yang bernama Melissa saat itu sedang membersihkan kamar anaknya. Melissa mengaku curiga karena melihat ada cairan yang keluar dari bawah kasur. Betapa terkejut dirinya, saat melihat bahwa mayat maddie ada di bawah kasur sehingga saat itu juga Melissa berlari panik keluar sambil berteriak histeris minta tolong.

Setelah tertangkap dan dintrogasi, Joshua mengakui bahwa dirinya mencekik Maddie menggunakan kabel telepon, memukulinya dengan alat pemukul baseball dan menusuknya sebanyak 11 kali. Atas perbuatannya, Joshua pun dihukum seumur hidup.

6. Marcelo Pesseghini

Marcelo Pesseghini, bocah berumur 13 tahun asal Brazil ini tega membunuh seluruh anggota keluarganya dengan cara menembak mereka dengan pistol milik ayahnya yang diketahu seorang anggota Polisi. Marcelo membunuh seluruh keluarganya pada malam hari saat semua anggota keluarganya berkumpul dan sedang asyik menonton TV di ruang tamu.

Ia menembak kedua orangtuanya, nenek serta bibinya dengan pistol milik ayahnya kemudian keesokan harinya ia berangkat ke sekolah dengan wajar seolah-olah tidak pernah ada kejadian mengerikan tersebut. Namun, disebutkan bahwa pada akhirnya Marcelo menyesali perbuatannya sehingga ia pun bunuh diri menggunakan pistol yang sama yakni milik ayahnya.

7. Mary Bell

Tidak seperti anak-anak lainnya yang mendapat kasih sayang dan perhatian penuh dari orangtuanya, Marry Bell hidup dengan cara yang tidak biasa. Terlahir dari rahim wanita tuna susila yang melahirkannya. Saat berusia 17 tahun membuat Marry Bell menjadi anak yang tidak diinginkan. Sejak Marry Bell kecil ibunya telah berusaha untuk membunuhnya dengan berbagai cara mulai dari memberinya obat tidur sampai menjatuhkannya dari jendela.

Tidak hanya itu, sang Ibu durhaka bahkan tega menjual Mary Bell kepada para pria pedofil sehingga Mary Bell tumbuh menjadi anak yang jahat dan penuh dendam. Karena latar belakangnya tersebut, jiwa psiko Mary Bell mulai tumbuh saat usianya 11 tahun, ia pun membunuh seorang balita bernama Martin Brown dengan cara mencekiknya.

kisah anak durhaka

Setelah Martin Brown, tiga bulan kemudian Mary Bell bersama anak durhaka lain yakni Norma Bell menyiksa dan mencekik balita bernama Brian Howe. Tak cukup sampai disini saja, mereka bahkan juga mengukir perut balita malang tersebut dengan huruf M serta memotong alat kemaluannya.

Dan selanjutnya mereka tertawa puas melihat bayi malang itu menangis sampai akhirnya mati. Atas perbuatannya, Mary Bell beserta Norma Bell ditahan di rumah sakit jiwa sampai berusia 23 tahun, kemudian mereka baru boleh dibebaskan tentu dengan pembebasan bersyarat.

8. Marie Robards

8 Anak Paling Jahat dan Durhaka di Dunia

Dari berbagai kasus pembunuhan lainnya, kasus Marie Robards si anak paling jahat dan durhaka sedunia akherat ini merupakan tokoh intelektual yang mampu menyamarkan kasus pembunuhannya dengan rapi. Betapa tidak, kasus pembunuhan atas ayahnya sendiri hampir tidak meninggalkan jejak karena ia membunuh ayahnya dengan zat yang tidak biasa, yaitu Barium Asetat yang biasa digunakan untuk melarutkan noda.

Namun, karena dihantui rasa bersalahnya, Marie akhirnya mengakui perbuatannya dihadapan Polisi dan mengatakan bahwa ia sebenarnya ingin tinggal bersama ibunya. Semua ini terjadi setelah perceraian kedua orangtuanya, dan ia tidak diperbolehkan ayahnya sama sekali untuk bertemu dengan sang ibu, sampai akhirnya ia nekat melakukan aksi kejahatan tersebut.

Related Article