Kisah Cinta Peri Echo dan Dewa Narcissus yang Menyedihkan (asal usul Suara Gema dan Kata Narsis)

Sahabat kejadiananeh.com, Dibalik asal usul kata narsis dan suara gema yang kita kenal sekarang, ternyata berasal dari kisah cinta Echo dan Narcissus yang menyedihkan. Alkisah dalam mitologi Yunani (puisi Metamorphoses), Echo diceritakan sebagai seorang peri (nimfe) yang suka sekali nyerocos alias bawel saat berbicara dengan orang lain. Meskipun begitu teman-teman Echo sangat menyayanginya, karena ia sangat ramah dan tidak pelit memberikan bantuan.

Sampai seketika, salah satu peri teman baik Echo menjalin perselingkuhan dengan Zeus sang Dewa Penguasa Yunani. Hubungan cinta terlarang itu selalu mereka adakan di sebuah tempat rahasia di dalam hutan. Dan lambat laun kisah perselingkuhan peri dengan Raja dari segala dewa itu terdengar sampai ke telinga Hera, istri dewa Zeus. Ia mengamuk dan ingin mencari keberadaan peri yang berani menggoda suaminya tersebut.

Apes bagi Peri Echo! Suatu hari ia diajak jalan-jalan oleh temannya ke hutan, tempat yang biasa ia jadikan peraduan asmara dengan Zeus. Karena ia tahu Echo baik hati dan tak suka menolak permintaan temannya. Ia pun meminta agar Echo mau berjaga-jaga di pintu masuk hutan, untuk mencegah siapapun orang yang menanyakan keberadaannya.

Ilustrasi Peri Cinta Echo (image by tianyihengfeng.com)

Kisah Cinta Peri Echo dan Dewa Narcissus

Tak beberapa lama datanglah Dewi Hera beserta para pengawal kerajaan langit dan melihat Peri Echo sedang duduk termenung di depan pintu hutan. Ia langsung menanyakan kepada Echo apakah melihat Dewa Zeus bersama temannya. Echo yang tidak tahu apa-apa pun sempat terdiam, kemudian timbul dalam pikirannya.

‘Ternyata temanku sengaja menyuruhku untuk menahan siapapun orang yang mau masuk ke dalam hutan, karena dia sedang selingkuh diam-diam dengan Dewa Zeus. Waduh bagaimana ini, kalau sampai ketahuan dia bisa dibunuh oleh hera. Semua orang tahu betapa kejamnya dewi hera, dan dewa Zeus sendiripun tidak akan berani untuk membela temanku, dibalik kesaktiannya dia dikenal sebagai dewa yang takut dengan istri.

Lalu berbicaralah Echo kepada Hera;

Tidak-tidak..aku belum melihat siapapun orang yang masuk kedalam hutan ini Dewi, sejak tadi pagi. Apalagi temanku, setahuku dia sedang berlibur bersama keluarganya. Aku hanya sendirian saja disini, sambil Echo terus berbicara mengulur-ngulur waktu agar Temannya dan Zeus bisa melarikan diri sebelum ketahuan oleh Hera.

Ilustrasi Echo Lagi bokers Jaga Hutan (Image by deviantart.net)

Kutukan Dewi Hera untuk Peri Echo

Tak berapa lama terdengar suara tapak kaki dua orang yang melarikan diri, Hera beserta pengawalnya pun memaksa masuk dan berusaha mengejarnya. Namun jarak antara mereka sudah terlalu jauh, Hera hanya bisa melihat dari kejauhan suaminya Zeus lari dengan temannya Echo.

Menyadari bahwa Echo telah sengaja melindungi temannya Dewi Hera pun mengamuk. Ia lantas mengutuk Echo meskipun sebenarnya ia tidak terlibat sama sekali dengan hubungan gelap percintaan Dewa Zeus dengan peri temannya tersebut.

Sang Dewi Hera berkata dengan penuh murka, ‘Hai engkau peri muda. Ocehan mulutmu sendirilah yang membuat kehidupanmu menjadi suram dan kau pantas untuk menerima hukuman atas perbuatanmu! Mulai dari sekarang mulutmu akan terkunci seumur hidup, bisu tidak bisa mengeluarkan suara sama sekali. Dan kata-kata yang bisa kau keluarkan dari mulutmu hanyalah perkataan yang telah orang lain ucapkan , tidak lebih atau kurang sedikitpun.

Echo sangat shock mendengar kutukan Hera. Ia tak menyangka kalau Hera bakal semurka ini, terlebih bukan dia yang bersalah, dia hanya dimanfaatkan oleh temannya saja. Tapi kenyataan sekarang berbicara lain, ia harus menanggung penderitaan seumur hidup. Tidak bisa berbicara sepatah kata pun, hanya mampu mengulangi perkataan orang lain saja.

Sambil menangis terkaing-kaing, Echo pun meninggalkan Hutan. Setelah berjalan lama, Echo yang letih pun akhirnya beristirahat di sebuah kolam yang sangat indah. Baru beberapa jam ia duduk termenung di tepi kolam, sambil mengenang kejadian pahit yang barusan ia terima. Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki anak manusia. Echo pun kemudian menyembunyikan dirinya dan dari kejauhan memperhatikan siapakah gerangan yang datang.

Asal Mula Kata Narsis dan Suara Gema dari Legenda Echo dan Narcissus

Ohh seorang pria berparas tampan, siapakah dia namanya? Apakah itu si Mang Dadang? Ohh ternyata tidak, pemuda itu bernama Narcissus, manusia setengah dewa. Ayahnya adalah Kefissos, Dewa Sungai dan Ibunya bernama Liriope, dari bangsa Nimfe (sejenis Peri, roh alam dan Bidadari).

Sosok Narcissus dikampungnya sendiri, memang dikenal sebagai kumbang desa. Memiliki wajah super tamfan kualitas nomor satu, tubuh tinggi tegap, berdada bidang, kumis tipis dan halus peringainya. Tapi di jaman dewa-dewa tersebut, belum ditemukan cermin kaca. Jadi kualitas kegantengan serta kecantikan seseorang hanya berdasarkan penilaian orang lain alias tidak bisa melihat dengan mata kepala sendiri sendiri.

Lama mengamat-ngamati wajah tamfan Narcissus, Echo pun seketika mendadak gembel upst typo maksudnya jatuh cinta. Ingin rasanya ia berkenalan dengan pemuda tamfan tersebut. Tapi Echo takut Narcissus akan mentertawakan dirinya dan pergi meninggalkan dirinya karena mengganggap Echo sebagai gadis aneh, yang hanya bisa mengulang-ngulangi perkataannya saja.

Kemudian peri Echo pun bersembunyi dibalik pohon sambil terus diam-diam mengagumi sang pujaan kekasih.

Adapun penyebab Narcissus bisa sampai di kolam itu, yang sepi dari jamahan penduduk. Karena dirinya merasa letih, setiap hari selalu dikejar-kejar oleh para wanita muda di desanya.Yupss ketampanannya memang tiada tanding, seluruh wanita cantik selalu mencari-cari perhatian didepannya dan berharap agar di sukai oleh Narcissus.

Karena menganggapnya sebagai tempat persembunyian terbaik. Narcissus yang sudah lama duduk ditempat tersebut tiba-tiba merasa kehausan. Ia pun berbaring tidur untuk meneguk air di kolam. Tapi apa yang terjadi, dia melihat wajah yang begitu rupawan dibalik permukaan air. Merasa penasaran ia pun menyentuhnya dengan tangan, tak lama wajah itupun menghilang.

asal kata narsis dan suara gema

Narciussus yang tidak tahu kalau itu adalah wajahnya sendiri, merasa sangat kecewa. Ia menyangka sosok rupawan tersebut tidak ingin berkenalan dekatnya. Tak lama setelah itu, Narcissus pun mencoba kembali memandang kolam. Dan ia kembali memegangnya lagi-lagi wajah rupawan itu hilang entah kemana rimbanya.

Ia sangat sedih namun masih merasa penasaran, kali ini ia melihat wajah rupawan tersebut ada air mata di pipinya. Narcissus merasa bersalah, karena telah membuat wajah rupawan itu bersedih meski ia sendiri tidak tahu kesalahan apa yang telah ia perbuat.

Belum habis rasa keheranannya, Narcissus tiba-tiba mendengar suara gemerisik dari balik pohon. Ia berkata siapa disana? Sebuah suara pun membalas dengan mengulang perkataannya, ‘siapa disana?’

Beberapa kali Narcissus menanyakan, suara misterius itu terus-terusan mengulang perkataan sama. Pada akhirnya Narcissus merasa jengkel dan tak lagi mau memperdulikan suara misterius tersebut. Narcissus lebih memilih untuk mencari tahu siapakah wajah rupawan dibalik air kolam itu dan dimanakah gerangan ia tinggal.

Ia pun berkata kepada wajah dibalik kolam itu, mengapa kau hanya memberiku harapan palsu, jika kau tidak menyukaiku tentu kamu sudah pergi dari hadapanku. Tapi kenapa setiap aku ingin membelai wajah rupawanmu, engkau pergi begitu saja.

Kemudian didengarnya kembali suara echo yang membalas perkataannya dengan mengulang kata yang sama. Narcissus sudah merasa jatuh cinta kepada wajah rupawan itu, begitupun sebaliknya dengan Echo. Ia juga jatuh hati kepada Narcissus namun tidak tahu bagaimana cara berbicara dengannya, sementara dia hanya bisa mengulang perkataan orang lain saja.

Hari demi hari, minggu demi minggu. Narcissus yang sudah tergila-gila dan dimabuk cinta, akal sehatnya sudah terasa mati. Ia tidak mau makan, minum, mandi apalagi boker. Tubuhnya semakin kurus begeng dan menyusut setiap hari.

Keadaan menyedihkan ini tidak jauh berbeda dengan Echo, ia merasakan frustasi dan despresi berat, karena tidak tahu bagaimana cara mengungkapkan perasaan dan isi hatinya kepada abang kesayangan. Ia hanya bisa memandang wajahnya dari balik pohon saja.

Kematian Dewa Narcissus dan Peri Echo

Hingga di suatu hari, Narcissus yang tubuhnya sudah sekarat pun masih mengungkapkan isi hatinya. Dia berharap sang pujaan kekasih mau menjawabnya meski hanya sekali saja. Sayangku, mengapa kamu mengacuhkan diriku?

Detik demi detik, hari demi hari sampai bulanan pun tak pernah aku beranjak selangkah pergi dari tempatku berbaring, hanya untuk memandangi wajahmu saja. Mengapa engkau begitu kejam mempermainkan perasaanku?

Begitu tega kah engkau haii Pujaan Hatiku, sampai menjelang kematianku pun engkau masih tak sudi dan enggan untuk bertemu denganku? (suara itu pun terus diulangi kembali oleh Echo, namun Narcissus sudah tidak memperdulikan lagi)

Dalam keadaan tangan terjulur ke arah kolam, Narcissus pun akhirnya mati dengan cinta yang tak pernah terbalaskan seumur hidupnya. Keadaan Echo tak jauh berbeda dengan nasib Narcissus, kondisi tubuhnya sangat kritis karena sudah tak mau makan dan minum, dipikirannya hanya ada Narcissus.

Melihat sang pujaan hati meninggal, Echo pun ingin memeluknya, namun apa daya tubuhnya sudah tidak kuat lagi berdiri. Ia pun mencoba untuk berjalan merangkak dengan sisa-sisa tenaga terakhir sambil berteriak lirih, Jack..jack..Wake Up Jack!

Sebelum Echo mati, ia sempat menangis histeris dan mengeluarkan suara jeritan menyayat hati, disitulah bunyi suara gema (Echo) terdengar menggetarkan seluruh gunung, lembah dan padang hutan. Saat itu juga sejarah suara gema mulai pertama kali dikenal oleh umat manusia di seluruh dunia.

Sahabat kejadiananeh.com, tragis dan menyedihkan sekali bukan akhir kisah cinta Peri Echo dengan Dewa Narcissus. Mereka sangat dekat, namun tidak bisa saling memiliki. Keduanya jatuh dengan perasaan cinta yang salah. Narcissus dengan kenarsisannya membuat ia jatuh cinta pada dirinya sendiri, sedangkan Echo dengan perasaan yang ia sembunyikan, terlalu takut untuk mengungkapkan isi hatinya kepada Narcissus, padahal bisa saja Narcissus mau menerima ‘kekurangan’ Eccho 😀