Kejadian Aneh Tapi Nyata

Kejadian Aneh Tapi Nyata

10 Anak Kecil yang Dibesarkan Oleh Hewan (Tak Seindah Kisah Tarzan)

26 Dec 2016

Kamu pasti pernah menonton film Tarzan, kan? Film yang menceritakan tentang anak kecil yang diasuh oleh hewan sampai ia tumbuh menjadi pria dewasa. Ternyata kisah seperti itu tidak hanya terjadi pada film-film fiksi saja maupun cerita dongeng. Di kehidupan nyata banyak sekali kasus aneh dengan anak-anak yang diasuh dan dibesarkan oleh binatang sebagai ayah ibunya.

Secara logika, kita pasti tidak akan pernah berpikir bahwa binatang yang tinggal di alam liar pun bisa merawat penuh kasih bahkan menjadi orang tua angkat untuk anak manusia. Tapi kenyataannya, ada 10 anak kecil yang dibesarkan oleh hewan dan mereka bisa hidup normal kembali layaknya manusia, meskipun beberapa diantaranya masih memiliki perilaku unik seperti hewan.

1. Madina, Gadis Tarzan dari Rusia (Image by Julia Fullerton-Batten)

Kisah gadis tarzan di kehidupan modern ini tak seindah dalam film aslinya. Adalah Madina, gadis kecil berusia 3 tahun yang menjadi korban ketelantaran orang tuanya. Setiap hari ia harus berbagi makanan dan dengan anjing-anjing peliharaannya sejak ia masih berusia 2 tahun.

Sejak sang ibu ditinggal mati oleh ayahnya, ia tak pernah lagi diperhatikannya. Karena perilaku ibunya sudah berubah 180 derajat, ia menjadi seorang pecandu berat alkohol dan jarang pulang ke rumah.

anak kecil dibesarkan hewan

Madina berhasil diselamatkan oleh aktivis perlindungan anak yang tak sengaja melihat dirinya pada tahun 2013 kemarin. Saat itu Madina sedang berebutan tulang dengan anjing-anjingnya di tong sampah dekat rumahnya.

Bukan hanya memakan sisa-sisa makanan di tong sampah yang membuat para aktivis ini merasa heran, mereka juga mendapati Madina telanjang tanpa pakaian, padahal dinginnya suhu udara saat itu sangat ekstrim.

Akhirnya mereka mendatangi rumah Madina, dan ternyata tak ada satupun orang yang menjawab. Hingga mereka mencoba masuk ke dalam dan mendapati ibunya sedang tertidur di lantai akibat pengaruh minuman alkohol.

Madina kemudian dibawa ke Dokter, dan hasil diagnosa menyatakan bahwa ia menderita gizi buruk. Hak asuh Madina pun akhirnya diberikan kepada keluarga ayahnya setelah sang ibu dijatuhi hukuman penjara oleh pengadilan.

2. Kamala dan Amala, Bengal India

Kamala dan Amala, dua anak perempuan yang hidup dan dibesarkan oleh hewan ini menjadi kasus paling fenomenal di Bengal, India pada era 1920 an. Di tahun tersebut keduanya diasuh oleh serigala, sejak mereka sengaja ditinggalkan alias dibuang oleh orang tua mereka di dalam hutan rimba. Mereka tidak ada ikatan saudara, namun bernasib sama ditelantarkan oleh orang tuanya sendiri.

kisah nyata tarzan

Masyarakat tak sengaja menemukan mereka dalam sebuah sarang yang dihuni puluhan serigala. Saat ditemukan Kamala sudah menginjak umur 8 tahun, sedangkan Amala berumur 1,5 tahun. Anehnya, saat mereka dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif. Amala justru menjadi sakit-sakitan, tidak mau makan hingga meninggal dunia pada 21 September 1921.

Kamala yang mendapati saudara angkatnya meninggal ini menjadi shock berat, tidak mau lagi berkomunikasi dengan manusia, dan ia pun meninggal dunia 8 tahun kemudian di bulan November 1929.

3. Shamdeo, India Nehi-nehi

Negara India nehi-nehi memang menjadi salah satu negara yang memiliki kasus penelantaran anak paling banyak dilaporkan, dimana nasib bayi perempuan tidaklah seberuntung bayi laki-laki. Sebagian kecil masyarakat berotak kuno disana terkadang membuang bayi perempuan mereka di dalam hutan, karena tak bisa menerima kenyataan kalau bayinya bukanlah laki-laki.

Tapi anehnya, kali ini justru terjadi pada bocah laki-laki berusia 4 tahun bernama Shamdeo yang ditemukan di pedalaman hutan India utara pada tahun 1972. Kisah Shamdeo yang juga dikenal dengan nama Ramu ini cukup miris dan mengiris hati karena saat ia ditemukan, penampilannya sangat dekil persis seperti orang utan.

Tubuhnya hitam legam, rambut kusut, kuku kaki dan tangan runcing. Saat itu ia sedang bermain dengan seekor macan tutul (leopard), ia sering mengaum dan tingkah lakunya tak jauh berbeda dengan keluarga angkatnya.

anak dibesarkan oleh hewan

Akibat terbiasa bertahan hidup di alam bebas, sering bertarung dengan berbagai macam hewan buas, perilakunya tersebut juga terbawa di kehidupan masyarakat. Shamdeo tak segan-segan mengambil ayam, kelinci dan memakannya hidup-hidup.

Begitupun saat ia buang air besar, suka sembarangan dan tak mau didekati banyak manusia, namun ia sangat baik dengan anjing seolah bagian keluarganya. Sepanjang hidupnya, Shamdeo hanya bisa berkomunikasi dengan manusia dengan bahasa Isyarat tubuh dan meninggal dunia pada 19 Mei tahun 1985.

4. Natasha Mikhailova, Siberia

Anak kecil lainnya yang dibesarkan oleh hewan selanjutnya adalah Natasha Mikhailova di Siberia. Ia ditemukan pada umur 5 tahun dan dibesarkan oleh para anjing liar. Karena dibesarkan oleh sekawanan anjing siberian husky, membuat anak kecil yang memiliki paras lucu ini bertingkah laku layaknya seekor anjing beneran.

Mulai dari cara berjalan yang mengandalkan tangan dan kakinya untuk merangkak hingga cara makan dan minum yang mirip sekali dengan anjing. Bahkan Natasha dapat menggonggong layaknya anjing.

Asal usul Natasha harus hidup bersama dengan anjing, karena dulu ia sengaja ditinggalkan oleh ayahnya Viktor Lozhkin dan dirawat oleh sekawanan anjing liar siberian husky di sekitar apartemen tua tak berpenghuni. Sang ayah hanya datang sesekali melemparkan makanan dan minuman saja, tapi tidak membawa ia pulang ke rumah.

persahabatan manusia dengan hewan

Hampir 2 tahun lamanya Natasha diperlakukan seperti hewan oleh orang tuanya. Polisi baru berhasil menyelamatkannya setelah mendapatkan laporan dari nenek tua bernama Novikova. Sang ayah akhirnya ditangkap, seminggu kemudian Ibunya juga.

Namun sang Ibu membela diri kalau putrinya tersebut diculik oleh suaminya setelah mereka bercerai. Dan sudah 2 tahun ia selalu mencari tempat tinggal mereka.

Alasan ini tidak diterima oleh Polisi karena sang Ibu tidak pernah membuat laporan kehilangan. Mereka berdua dijatuhi hukuman penjara oleh pengadilan dengan sanksi paling berat diterima oleh sang ayah. Meski membutuhkan waktu beradaptasi berbulan-bulan, Natasha akhirnya bisa hidup kembali normal seperti manusia, tidak pernah lagi menggonggong apalagi memakan kotorannya sendiri.

5. Rochom Pn’gieng, Kamboja

Gadis cantik bernama Rochom Pn’gieng ini ditemukan di sebuah hutan Ratanakiri, Kamboja pada 23 Januari tahun 2007. Ia ditemukan oleh penduduk sekitar karena sering mencuri makanan untuk bertahan hidup. Gadis ini memiliki nasib yang cukup buruk karena saat ditemukan Ia tidak bisa berbicara.

Diketahui ia sudah tinggal di dalam hutan lebih dari 19 tahun dan bersahabat dengan hewan-hewan buas. Rochom bukanlah korban ditelantarkan oleh orang tuanya, namun ia hilang bersama kakaknya saat tersesat di dalam hutan ketika mereka masih kecil. Sampai kini nasib sang kakak tak pernah diketahui.

Saat dimasukkan panti rehabilitasi untuk diajarkan komunikasi layaknya manusia, Rochom mengalami kesulitan untuk bisa berbicara. Hingga kini ia hanya bisa bicara tiga kata saja, yaitu ayah, ibu dan sakit perut. Ia pun lebih senang telanjang dan berjalan merangkak seperti hewan.

6. Oxana Malaya, Ukraina

Pada awal tahun 90 an, dilaporkan lagi kasus gadis kecil yang hidup dan tumbuh besar bersama hewan di Ukraina. Adalah Oxana Malaya yang di temukan pada usia delapan tahun di sebuah gudang kosong.

Ia sudah diasuh oleh hewan selama 4 tahun. Anak tersebut memiliki nasib yang malang karena disia-siakan oleh orang tuanya sehingga terpaksa untuk hidup bersama dengan hewan dibandingkan dengan manusia.

Oxana Malaya dibesarkan oleh seekor anjing-anjing jalanan sehingga memiliki perilaku yang sama persis dengan anjing. Ia bisa bertahan hidup dari dinginnya malam, dengan cara tidur memeluk anjing-anjing tersebut digudangnya.

manusia dibesarkan hewan

Setelah ditemukan, Oxana langsung mendapatkan perawatan di rumah sakit Odessa untuk mendapatkan perawatan dan diajarkan juga berkomunikasi. Karena sebelumnya Oxana selalu berlari dengan menggunakan kaki tangannya, sering menjulurkan lidah, menggeram sambil memarkan giginya dan menggonggong.

Hanya dua kata yang masih ia ingat, 'iya dan tidak'. Namun setelah lama hidup beradaptasi dengan masyarakat, hidup Oxana bisa hidup normal kembali. Kini ia bekerja di sebuah rumah sakit hewan sampai sekarang.

7. Marina Chapman, Kolombia

Kisah Marina Chapman, gadis Tarzan dari Kolombia sedikit berbeda dengan anak-anak kecil yang dibesarkan binatang di atas. Pada tahun 1959, ketika ia berusia 5 tahun, ia diculik dan ditinggalkan di sebuah pedalaman hutan Amerika Selatan. Setiap harinya, Chapman hanya makan buah-buahan beri, akar pohon dan pisang yang sengaja dijatuhkan oleh gerombolan monyet.

Lama-kelamaan Marina meniru perilaku mereka, berjalan menggunakan tangan dan kaki layaknya monyet dan sering mencari kutu rambut bersama mereka. Uniknya, Chapman yang sudah diterima oleh keluarga Monyet tersebut juga tidur bareng mereka di lubang pohon besar.

Nasibnya berubah sejak para pemburu menemukan keberadaannya di dalam hutan. Meski agak sulit dan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk membuatnya beradaptasi kembali dengan kehidupan manusia. Kini Chapman sudah tinggal di kota Yorkshire, menikah dan memiliki 2 orang anak.

Kisah nyata gadis tarzan ini sampai didokumentasikan lewat buku yang berjudul The Girl With No Name. Untuk mendukung hasil penelitian, disertakan juga bukti foto sinar rontgen ketika Chapman masih kecil. Terlihat jelas kekurangan nutrisi gizi pada tulang-tulangnya saat ia masih menjadi gadis Tarzan.

8. John Ssebunya, Uganda

Kasus tentang anak kecil yang diasuh oleh hewan juga pernah terjadi di Negara Uganda pada tahun 1991. Yaitu John Ssebunya, yang ditemukan oleh warga pada tahun 1991. Anak tersebut sudah hidup bersama dengan gerombolan monyet hidung belang sejak tahun 1988. Riwayat hidup John menjadi manusia yang dipelihara hewan terjadi sejak usianya masih tiga tahun.

Rumah keluarga John lokasinya diketahui tidak jauh dari hutan. Dan saat itu ayahnya bertengkar hebat dengan ibunya, sampai sang ayah membunuh ibunya. John yang masih kecil ketakutan dan berlari ke dalam hutan untuk menyelamatkan diri.

Sejak itulah ia tak pernah balik ke rumah, selain faktor nyasar di dalam hutan, meskipun sang ayah sudah lama ditangkap Polisi. Pencarian pun sempat dilakukan oleh Polisi dan tetangga yang tinggal di dekat rumah John namun tak membuahkan hasil.

Sampai di tahun 1991, warga tak sengaja menemukan keberadaan John. Sayangnya John sudah tidak lagi mengingat meskipun sudah ditemukan dengan keluarganya yang lain. Telapak tangan dan dengkul kaki John mengalami kapalan, yang membuktikan bahwa dia selama ini berjalan dengan empat kakinya. John baru bisa hidup normal dan berbicara layaknya manusia ketika 5 tahun kemudian.

9. Vanya Yudin, Rusia

Situs besar Telegraph.co.uk di tahun 2008 pernah memuat berita trending tentang kisah nyata bocah laki-laki berusia 7 tahun yang berperilaku seperti burung. Bocah asal Rusia tersebut bernama Vanya Yudin yang ditemukan oleh pekerja sosial pada tahun 2008.

Bocah burung ini tidak bisa berbicara sama sekali, hanya bisa bercicit karena setiap harinya hanya bergaul dengan kawanan burung. Ia bisa bertahan hidup karena makan dari biji-bijian buah yang sengaja dijatuhkan dari pohon oleh teman-teman burungnya tersebut.

Galina Volskaya pekerja sosial yang pertama kali menemukan dirinya dan kini menjadi orang tua angkatnya. Setelah Polisi melakukan penyelidikan, diketahui Ibu Vanya Yudin masih hidup dan dulu memang ia sengaja membuang bocah malang tersebut tak lama bercerai dari ayahnya. Bahkan ia sudah lama menyangka kalau anak laki-lakinya itu sudah meninggal dunia.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Ibu durhaka itu kini mendekam di dalam penjara seumur hidup. Vanya Yudin yang sudah beranjak remaja dan kembali menjadi manusia itu pun sampai kini tak pernah mau menengok sang ibu dan hanya menganggap Galina Volskaya sebagai orang tuanya.

10. Sujit Kumar, Republik Kepulauan Fiji

Kasus fenomenal terakhir tentang hewan yang menjadi orang tua angkat manusia lainnya terjadi pada bocah laki-laki bernama Sujit Kumar. Tapi kali ini bukanlah ayam, monyet, serigala ataupun burung yang menjadi orang tua angkatnya, melainkan ayam si petok-petok :D.

Sujit Kumar pertama kali ditemukan pada tahun 1978 di sebuah peternakan ayam. Ia bukanlah hilang atau dibuang tapi memang sengaja untuk tinggal di kandang ayam oleh keluarganya sendiri.

Mendengar kisah pahit kehidupannya memang bikin kita pusing pala barbie. Berawal dari ayah dan ibunya yang sengaja mencampakkan dirinya untuk tinggal di kandang ayam. Mirisnya mereka juga tidak pernah memberikan makanan dan meninggalkan dirinya begitu saja tanpa pernah mengajaknya kembali ke rumah.

Sujit kecil terpaksa ikut makan dedak, minum dan tidur bersama puluhan ayam. Selang beberapa bulan kemudian, ibunya bunuh diri kemudian sang ayah tewas dibunuh oleh kakeknya sendiri setelah sebelumnya bertengkar masalah warisan tanah.

Konyolnya sang kakek bukan menolong cucunya untuk dirawat dirumah, lagi-lagi ia menelantarkan dirinya persis seperti kelakuan bejat ayah Sujit.

Anak Kecil yang Dibesarkan Oleh Hewan Tak Seindah Kisah Tarzan

Peristiwa pembunuhan itu lambat laun diketahui oleh warga sekitar dan melaporkannya ke Polisi. Sang kakek ditangkap dan Sujit Kumar akhirnya menjadi anak angkat wanita bernama Elizabeth Clayton. Saat itu usia Sujit masih 8 tahun, dan tingkah lakunya persis seperti ayam, suka mengepak-ngepakan tangannya bak sayap dan suka berkokok seperti ayam.

Tidak bisa berbicara dan perkataan yang ia ingat hanya mama dan papa saja. Bahkan untuk memegang sendok pun ia tidak bisa, karena jari-jari tangannya kaku seperti ceker ayam. Diperkirakan Sujit sudah tinggal dan dibesarkan oleh ayam-ayam itu sejak ia masih berusia 4 tahun. 

Related Article