Kejadian Aneh Tapi Nyata

Kejadian Aneh Tapi Nyata

Fitnah Keji Portal Piyungan: Pendeta Siksa Pasien Muslim Agar Murtad di Panti Rehabilitasi YKAB Sumut

07 Jan 2017

Sudah menjadi hobi buat situs portal piyungan dan para spesiesnya untuk memelintir informasi berita yang beredar, kali ini berita tentang kasus kriminal Panti Rehabilitasi Yayasan Kasih Anugerah Bangsa (YKAB) di Kota Binjai, Sumatera Utara. Dimana panti rehab tersebut sudah memperlakukan kejam para pasiennya. Bukti ini ditemukan langsung setelah tim gabungan yang terdiri dari para petugas Polres Bijam, Kodim 0203/LKT, BNN bersama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Binjai mendatangi lokasi tersebut.

Fakta terungkap kalau para pasien rehabilitasi yang berjumlah ratusan itu mendapatkan perlakuan tidak manusiawi oleh Pemilik dan pengurus panti tersebut. Dalam keadaan terkurung di kamar, para pasien itu dirantai kakinya dan dikunci dengan gembok besar.

Atas temuan itu, Pemkot Binjai menutup paksa Yayasan Kasih Anugerah Bangsa karena didapati tidak memiliki izin operasional panti Rehabilitasi. Sementara Kepolisian sampai kini masih meminta keterangan dari Pemilik beserta para Pengurus Panti rehab tersebut terkait dengan kasus kekerasan dan penyiksaan kepada para pasiennya.

Fitnah Keji Portal Piyungan

Sahabat kejadiananeh.com, jika kita menyimak kasus yang terjadi pada Yayasan Kasih Anugerah Bangsa ini adalah murni kriminal atau kejahatan. Tapi jika kita melihat pemberitaan dalam situs ngehek portal puyunghai dikait-kaitkan dengan masalah Agama.

Dimana dalam situs ngehek puyunghai dijelaskan dalam artikelnya berjudul, "Pendeta Siksa Pasien Muslim Agar Murtad, Mana yang teriak TOLERANSI? Kalau Pelakunya Ustadz/Habib, Sedunia Gempar".

Berikut penggalan singkatnya dalam artikel portalpiyungan.co;

Menurut Edi, dia bukan saja disiksa, akan tetapi juga dipaksa dan diwajibkan untuk menghafal ayat dari Alkitab. Keadaan berat yang dialaminya itu memaksanya untuk lari dengan cara menjebol seng dan melompat ke pinggir sungai.

Saya tidak sanggup di tempat itu, setiap hari selalu siksaan yang terus saya rasakan. Bahkan kaki saya juga dirantai dan saya di Baptis. Saya juga dipaksa untuk menghapal ayat ayat dari kitab Nasrani. Saya tidak sanggup makanya saya nekad kabur dan langsung sembunyi di rumah kawan karena saya tidak berani pulang ke rumah, 'tutur Edi Sembiring kepada Medanbagus.com, Kamis (29/12).

Setelah kasus itu terungkap, sebanyak 23 orang dari ratusan bekas pasien panti tersebut disyahadatkan ulang oleh tokoh agama Kota Binjai, Kamis (29/12). Syahadat dipimpin oleh H Ahmad Nasir, selaku Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (F-KUB) Kota Binjai, didampingi oleh Kepala BNNK Binjai AKBP Safwan Khayat, Kapolsek Binjai Kota Kompol RS Ritonga, serta Sekjen MUI, Jafar Siddik.

H Ahmad Nasir mengatakan, disyahadatkan ulangnya warga ini karena terindikasi ada pemindahan keyakinan ke satu agama.

'Mereka pertama masuk ke panti rehabilitasi disuruh untuk menghapal kitab Injil, kalau gak bisa menghapal maka matanya akan dikasih Balsem Geliga. Kalau kita tau dirinya seorang muslim maka akan kita syahadatkan ulang,' tegasnya.

hoax portal piyungan

Beda judul dengan sumber yang juga menyebarkan hoax ini dari medanbagus.com, metrolangkatbinjai.com dan sejenisnya, namun isi artikelnya gak jauh beda sama-sama berisi hasutan, fitnah dan kebencian kepada agama tertentu.

Medanbagus.com: Inilah Kisah Edi Sembiring, Pahlawan yang Membongkar Kekejaman Panti Rehabilitasi Yayasan Kasih Anugerah Bangsa

metrolangkatbinjai.com: 5 Orang Meninggal Disiksa Di Yayasan KAB : Dipaksa Pindah Keyakinan, 23 Pasien Kembali Di Syahadatkan

Berita hoax ini juga disebarkan lagi oleh akun instagram FPI (dpp_fpi)

 Pendeta Siksa Pasien Muslim Agar Murtad di Panti Rehabilitasi YKAB Sumut

Mari kita buktikan apakah berita ini benar?

1. foto capture koran yang kucel gak jelas itu dimuat dalam artikel portal piyungan hanyalah sebuah editan photoshop yang cacat bangett..dan metrolangkatbinjai.com lah diduga biang keladi yang pertama kali menyebarkan berita fitnah tersebut.

2. Yang kedua Ketua FKUB Kota Binjai bukanlah bernama H Ahmad Nasir melainkan Isyabidin Guntur. Jadi gak usah tanya lagi si Nasir ini anak siapa yah?

3. Kasus Panti Rehabilitasi Yayasan Kasih Anugerah Bangsa ini murni kriminal, tidak ada unsur pemaksaan agama seperti berita fitnah diatas.

4.metrolangkatbinjai.com bukanlah situs berita otentik, seperti detik.com, kompas.com, merdeka.com dan sejenisnya dimana ada tim redaksi, kantor beserta wartawan yang bertanggung jawab atas pemberitaan mereka. Jangan dibandingkan dengan metrolangkatbinjai.com, portalpiyungan.co dan kawan2nya, jauh banget kaya langit ama jamban.

Ini cuma blogger biasa alias perorangan, yang bikin berita sambil ngerokok, ngopi di dalam kamar. Terus mencari bahan dari situs-situs berita dan dengan berkedok pembelaan agama, mereka sengaja memelintir berita yang memancing kemarahan umat Islam atau mengkritik kinerja pemerintahan sekarang yang dimata mereka semuanya salah. Saat masyarakat Indonesia saling debat kusir di media sosial tentang pemberitaan mereka, disanalah mereka tertawa puas karena strateginya berhasil. 

Dan modus mereka sebenarnya hanyalah sengaja memancing emosi pembaca agar mampir ke situs mereka kemudian disebarkan lagi beritanya dan ujung-ujungnya semakin menambah penghasilan mereka lewat iklan adsense yang notabene produk kafir Amerika. Apa ini bukan munafik? Sok anti mamarika tapi masih ngemis cari uang disitu.

Bagi kita yang waras jangan sampai ketularan penyakit rabies mereka. Dan mulai sekarang jangan mudah menelan bulat-bulat pemberitaan yang beredar dari situs odong-odong, cari perbandingannya lagi dengan situs-situs terpercaya. Mari kita sama-sama menjaga kerukunan umat beragama di tanah air tercinta Indonesia kita ini :D

Related Article