Kejadian Aneh Tapi Nyata

Kejadian Aneh Tapi Nyata

Meski Hujan Deras Teknisi Indihome ini Tetap Layani Keluhan Pelanggan, Sedih Cuy!

10 Feb 2017

Mati gaya dari kemarin gak bisa browsing internet, Ngeblog, update artikel, youtube an dan sebagainya gara-gara koneksi internet Indihome terputus. Berawal dari pulang kerja sekitar jam 5 sore, tiba-tiba saya lihat modem Indihome kok lampu indikatornya kedap-kedip merah terus, harusnya kalau tidak mengalami gangguan koneksi lampu indikator berwarna hijau nyala semua.

Saya menyangka apa ini gara-gara modemnya yang sudah uzur karena terus terang sudah lama juga, sejak pertama kali berlangganan dari bulan Juni 2015 (nyaris 2 tahun) modemnya belum pernah saya minta upgrade ke jenis yang baru. Sudah coba-coba sampai reset modem masih aja gak bisa.

teknisi indihome layani keluhan pelanggan

Ok lanjut ceritanya cuy, tanpa babibu lagi saya langsung menelepon layanan pengaduan 147 Telkom yang lumayan juga nyedot pulsa hahaha, mudah-mudahan ke depannya telkom bikin gratis layanan pengaduan kek, yang gak bikin kita mendadak fakir pulsa. Gak berapa lama diangkat deh tuh telpon sama cewek cantik bersuara serak-serak basah, 'Ya ada apa beb? Udah makan belum?Ups Sorry salah artikel hehehe.

Terus mbaknya periksa, katanya ini ada gangguan di server lokasi rumah saya bukan modemnya, nanti akan dibuatkan trouble ticket untuk diteruskan ke bagian teknisinya. Okelah saya terima, palingan kasus kaya gini gak lama kok, yang penting bukan modemnya yang rusak (belajar bersyukur). Tunggu sampai tengah malam, koneksi indihome masih aja gagal maning, yo wiss tinggal tidur bae cuy.

Ketika saya terbangun di pagi hari, hal pertama yang saya lakukan adalah melihat modem indihome bukannya pipis apalagi boker, oh ternyata lampunya masih berwarna merah..'Ado suram, beta punya hati patah-patah, seng ada gairah hidup lagi ale (:. Sorry curhat dikit, internet bagi saya itu udah kayak nyawa kedua, rasanya ingin berlari ke pantai dan memecahkan gelas biar ramai, biar mengaduh sampai ngaduh..

Baru niat mau telp mbak-mbak customer servisnya lagi, tiba-tiba ada sms dari nomor asing yang gak ada di daftar nomor telepon saya. Usut punya usut ternyata teknisi Indihome mau datang ke rumah.

pengaduan 147 telkom

Skip skip skip ceritanya, teknisi itupun datang SENDIRIAN dan memeriksa modem ternyata modemnya biar sudah tua akik-akik keladi masih sehat bugar, berarti ada 2 kemungkinan yang menjadi penyebab koneksi internet terputus antara kabel dan kotak sambungan di tiang telkomnya. Btw sahabat kejadiananeh.com, disinilah cerita dramatis dan menyedihkan itu dimulai....

Cuaca seolah tak bersahabat, baru saja teknisi itu berada diatas tiang listrik (atau telkom?) tiba-tiba hujan turun. Saya sempat bilang, mas nanti aja benerinnya, kita ngopi-ngopi aja dulu nunggu reda. Eh si teknisi itu bilang, gakpapa saya sudah biasa, lagian belum lebat banget, habis ini saya juga harus ke beberapa tempat lain yang mengalami kerusakan.

Setelah diselidiki ternyata penyebab koneksi putus akibat kabelnya rusak, mungkin gara-gara kabel layangan. Yups tempat saya memang lumayan juga banyak anak-anak kecil yang suka main layangan di depan rumah (besok-besok saya gusur deh tuh bocah wkwkw).

Kemudian teknisi itu bilang kalau kabel indihomenya diganti, nanti jangan kaget kalau ada penambahan biaya di tagihan bulan berikutnya, 'Saya bilang ya udah ganti aja mas, gak masalah! *Dalam hati* ...lagian gak tiap bulan ini kok ganti kabel, namanya juga lagi apes hehehe.

Akhirnya mas teknisi itu pun mengganti dengan kabel baru MESKIPUN HUJAN bertambah DERAS...astaga!! Dari jarak kamar ke tiang depan rumah saya aja itu sekitar 20 meter ditambah lagi tiang pusatnya yang berada di jalanan sekitar 15 meter. Dari naik atap rumah sampai manjat DUA tiang listrik dilakukan serba SENDIRIAN, dan saya hanya sesekali bantu megangin tangga saat dia naik dan turun, habis itu kabur cuy ke warung, takut kehujanan.

Sambil memandangi dari kejauhan mas-mas teknisinya ganti kabel baru meskipun tubuhnya sudah basah kuyub, sempat saya merenung dalam hati, 'banyak pemberitaan miring tentang Telkom yang mengeluhkan pelayanannya, dari customer servis yang gak becus sampai Teknisi lapangan yang dianggap sengaja berlambat-lambat datang.

Padahal menurut saya, kekurangan jumlah pegawai teknisi di lapangan itulah 'mungkin' yang menjadi masalah sebenarnya. Dan menurut perkiraan saya, kalau mereka itu pun bukan pegawai resmi telkom hanya rekanan saja. Seperti halnya pegawai tusbung (putus sambung listrik) yang hanya pegawai kontrak dari PLN saja.

Konyolnya lagi, disaat kita mengajukan pemasangan baru internet Indihome yang datang pasti mobil dengan 4 sampai 6 orang didalamnya. Padahal yang bekerja palingan 3 orang sisanya yah ngopi-ngopi ngerokok gitu deh. Berbanding terbalik dengan teknisi yang datang hanya sendirian dengan motor tanpa bantuan temannya.

Ok itu masalah internal Telkom yang gak perlu kita bahas, lanjut ceritanya... Setelah teknisi itu selesai mengganti kabel indihome baru dan memeriksa apakah koneksi internet saya sudah tidak mengalami gangguan.

Iseng-iseng berhadiah saya tanya dia, 'mas kok banyak keluhan yah tentang indihome terutama saat para pelanggannya mengalami keluhan. Mas nya cuma jawab singkat, kalau mau cepat sebenarnya langsung saja datang ke Plasa Telkom, suka lama memang kalau lewat telpon 147, soalnya ada list daftar antrian, kita sebagai teknisi ya baru bekerja kalau trouble ticket itu sudah di follow up.

Kalau sering dimarahin sama pelanggan gara-gara kami 'dianggap' datang terlambat, sudah biasa bagi kami, ya namanya juga pelanggan, mereka tidak salah kok, ungkap mas-mas teknisi itu.

Foto Mas Mulyana, Teknisi Indihome yang baik hati dari Plasa Telkom Pasar Rebo

Meski Hujan Deras Teknisi Indihome ini Tetap Layani Keluhan Pelanggan

Miris banget dengarnya kan? Sudah datang jauh-jauh sendirian, bukannya kita yang membutuhkan bantuan dia seharusnya siapin kopi, beliin rokok kek yaa kalau bisa tawarin makan, atau engga kasih uang tips lah seikhlasnya kita saja, bukan dicemberutin apalagi dimarahin cuy, bener gak?

Ditambah lagi sampai bikin surat terbuka di Forum Kaskus, Kompasiana dan semacamnya dengan Tagline 'Jangan Pasang Indihome dan judul lainnya yang gak kalah mengerikan yaitu 'hati-hati berlangganan Indihome'. Apa ini bukan penggiringan opini? Anggaplah dari 5 juta pelanggan indihome, apa sampai 10 persen yang merasa dikecewakan? lalu sisanya yang merasa cukup puas dengan pelayanannya tidak diperhitungkan? Ini perbandingan yang tidak adil namanya!

Cobalah kita yang masih waras, memposisikan diri jika seandainya kita bekerja di Telkom dan sejenisnya yang berupa pelayanan umum masyarakat. Sudah capek-capek bekerja bahkan bela-belain begadang terus lihat pemberitaan miring kalau para customer servis atau teknisi telkom kerjanya gak becus, apa gak sedih? Ibarat bisul di pantat ditepok sampai pecah sama orang lain, pedess bener rasanya cuy :D

Related Article