4 Mitos Aneh Pesugihan Warung yang Masih Dipercaya Masyarakat Indonesia

Zaman sekarang membuka peluang usaha banyak dikejar oleh sebagian masyarakat karena prospeknya yang begitu menjanjikan. Apalagi yang sekarang sedang ngetren adalah membuka usaha kuliner. Melihat perkembangan zaman sekarang ini, banyak sekali dari anak muda hingga orang tua yang sering berwisata kuliner dimana saja. Maka dari itu, orang-orang yang memiliki pemikiran usaha, akan melihat peluang usaha karena hal tersebut.

Tapi dengan banyaknya pesaing, membuat para pelaku usaha kuliner mau tidak mau harus pintar-pintar mengolah usahanya dan terus berkreatifitas dalam menciptakan hal baru agar pelanggannya tidak kabur. Dan tahukah kamu? Ada juga pelaku usaha kuliner yang nakal dan memasukkan unsur ‘magis’ di dalam usahanya tersebut?

Ya, Sebagian dari pelaku kuliner tersebut ada yang berbuat kurang baik dengan melakukan pesugihan warung agar tempat makannya tersebut ramai dikunjungi oleh pelanggan dan laris. Berikut beberapa contoh dari mitos aneh pesugihan warung yang masih dipercaya masyarakat Indonesia hingga sekarang.

1. Aneh Tapi Nyata Darah Mens Wanita Katanya Bisa Bikin Laris Dagangan

Semakin berkembangnya zaman dan maraknya bisnis usaha makanan, makin banyak pula cara-cara yang dianggap tidak layak untuk dicoba. Untuk bisa menarik banyak pelanggan ada juga yang melakukan pesugihan dengan darah haid atau mens.

pesugihan warung

Konon jika memasukkan darah perawan ke dalam kantong untuk kemudian di taruh di atas makam bintang dengan sesaji lainnya, akan membuat usaha makanannya laris manis. Yang jelas jika melakukan pesugihan ini, harus mencari darah dari gadis yang masih perawan. Membayangkannya sudah sangat menjijikkan dan terdengar sangat menakutkan. Percaya atau tidak, tapi memang ada yang melakukannya. Hi, ngeri ya?!

2. Jimat Penglaris Alat Masak

Mungkin jika jimat banyak yang menggunakannya. Entah itu jimat yang dikhususkan untuk keberuntungan atau jimat untuk keselamatan. Begitu juga jika orang yang melakukan bisnis kuliner, mereka juga meletakkan jimat penglaris di warung atau rumah makannya. Tapi yang berbeda adalah jimat tersebut harus ditempelkan dengan alat-alat masak atau dapur.

Hal itu berguna agar tempat makannya selalu ramai pembeli. Biasanya yang dibungkus jadi satu adalah alat masak berupa centong. Namun ada pula yang menggunakan bungkusan sederhanan yang berasal dari kain kemudian digantungkan dekat dengan dapur.

Ini Baru Namanya Jimat Penglarisan Warung Cuy

jimat penglaris

3. Menyiram dengan Air Beras

Air leri atau air cucian beras sejak dulu sudah dikenal oleh orang memiliki banyak manfaat. Air leri bisa digunakan untuk membersihkan jerawat dan mencerahkan wajah hanya dengan membasuh wajah kamu dengan air leri. Namun ternyata air leri juga dipercaya bisa mendatangkan banyak pelanggan untuk datang ke warung makan kamu loh!

Untuk menggunakan jimat dari air leri ini cukup mudah. Kamu hanya cukup menyiramkannya saja air leri tersebut di depan warung makan kamu. Dan tunggu beberapa saat akan datang pelanggan. Itu hanya mitos sebenarnya, entah benar atau salah, tapi masih banyak orang yang percaya akan mitos tersebut.

4. Celana Dalam Kuah Bakso

Bakso adalah makanan favorit yang banyak disukai oleh semua kalangan. Dari bakso yang ada di rumah makan hingga bakso di tukang pikul pasti akan diburu oleh masyarakat. Namun ada hal yang sangat menjijikkan jika melakukan pesugihan agar baksonya laris. Katanya jika ingin baksonya laris, harus menenggelamkan celana dalam ke dalam kuah bakso tersebut agar mendapatkan sensasi yang lain dari biasanya. Dan juga agar pelanggan yang memakannya akan merasa ketagihan.

Jika membayangkannya saja, kita sudah sangat mual dan tidak ingin memakannya lagi. Kira-kira, bener gak ya pemilik warung masih sering melakukan hal tersebut? Apa sekarang sudah berbeda abang-abang bakso gak pakai celana dalam, biar gak gerah kali cyin :D.

Beuhh… Abang Tukang Duren Paling Sekseh!!

Mitos Aneh pesugihan Warung

Tapi sekali lagi ini cuma rumor alias mitos pesugihan Warung ini belum tentu terbukti kebenarannya. Bisa saja orang yang pertama kali membuat gosip tersebut adalah para pedagang yang sakit hati karena kalah bersaing dengan pedagang tersebut, jadinya pakai gosip-gosip murahan gini deh…Setuju?

Penulis: Bagus Rizki Ramadhan