Patung Raksasa Dewa Perang Harus Dirobohkan dalam Waktu 7×24 Jam

Benar juga kan polemik patung dewa perang di Tuban jadi dibesar-besarkan oleh sekelompok ormas. Mengutip dari detik.com, Sekelompok ormas di Jawa Timur yang menamakan dirinya Bhoemi Poetra Menggoegat mengadakan pertemuan dengan Ketua DPRD Jawa Timur. Dalam pertemuan itu mereka menuntut secepat-cepatnya agar dalam waktu 7×24 Jam Patung Dewa Perang Kwaan Sing Tee Koen setinggi 30 meter itu dirobohkan habis sampai tak tersisa.

Mengapa harus dibongkar? Alasan mereka patung raksasa ini tidak ada andilnya di bumi pertiwi Indonesia dan tidak pernah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Berikut percakapan Didik Muadi Selaku Koordinator Lapangan Aksi dari Bhoemi Poetra Menggoegat.

Penampakan Patung Raksasa Kwaan Sing Tee Koen yang Katanya Harus Dibongkar Demi Harga Diri Bangsa (image by kompas.com)

Patung Raksasa Dewa Perang

Didik mengatakan, patung raksasa itu menunjukkan penjajahan yang terulang di Indonesia. Serta tidak ada urgensinya bercokol di bumi pertiwi. Panglima perang Kwaan Sing Tee Koen juga tidak ada kontribusinya bagi bangsa Indonesia,” ujarnya.

Katanya, sudah 72 tahun Indonesia merdeka. Untuk merebut kemerdekaan itu tidaklah mudah setelah bangsa ini dijajah Belanda 350 tahun dan Jepang 3,5 tahun.

Kita menyuarakan kebangsaan. Ini tidak ada urusannya dengan agama, sara. Tapi kita sebagai generasi penerus bangsa, harus mempertahankan NKRI (negara kesatuan Republik Indonesia) ucapnya.

Aksi dari Bhoemi Poetra Menggoegat ini dihadiri dari berbagai elemen masyarakat seperti FKPPI, PPM, Pemuda Pancasila, Pengabdian Rakyat Sejati, KNPI dan berbagai puluhan elemen masyarakat lainnya. Selain berorasi, massa juga mengibarkan bendera merah putih, serta poster dan baliho diantaranya bertuliskan, ‘Indonesia menolak dijajah kembali’, ‘Panglima perang kami bukan Kwaan Sing Tee Koen’, ‘Yang menghalangi tegak dan berdaulatnya Pancasila adalah penghianat bangsa #Tegakkanpancasila.

Apa benar Patung Raksasa Dewa Perang ini menandakan sebagai ancaman untuk tanah air kita Indonesia dan harus dihancurkan demi HARGA DIRI INDONESIA? Ada beberapa point kenapa keberadaan patung ini harus dihancurkan, menurut Kaum BUMI DATAR.

– Dianggap sebagai lambang keangkuhan bangsa asing (Cina) di Boemi Pertiwi Persada Indonesia

-Bukan bagian dari ritual pemujaan suatu agama yang diakui di Indonesia

-Bukan bagian dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia

– Tidak mencerminkan kebudayaan bangsa Indonesia yang sesuai dengan Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika.

– Tidak mengindahkan rasa kearifan terhadap Budaya Lokal dan Boemiputera Nusantara
– Karakter dan ukuran patung 30,4 m mengindikasikan kekuasaan, penindasan, dan penjajahan terhadap bangsa    Indonesia
– Menandingi sekaligus sebagai bentuk penghinaan terhadap tokoh perjuangan pendiri bangsa Indonesia.

Aksi Bhoemi Poetra Menggoegat Ultimatum 7X24 Jam Patung Kwan Sing Tee Koen Harus Segera Dirobohkan (image by detik.com)

Bhoemi Poetra Menggoegat

Halo mas Didik dan teman-temannya yang perlu dididik lagi. Ini kaitannya dengan nasionalisme dan harga diri bangsa apa?

Jelas-jelas Kong Co Kwan Sing Tee Koen bukanlah dewa perang china atau Panglima perang China seperti yang kalian tuduhkan. Kong Co Kwan Sing Tee Koen adalah simbol Dewa Keadilan yang dipercaya umat Konghucu, dan Kong Hucu adalah salah satu agama yang diakui di Indonesia. Jadi apa salahnya mereka membuat patung sebagai simbol Dewa kebanggaan mereka meskipun patung ini sendiri hanya dijadikan sebagai monumen, bukan bagian dalam ritual pemujaan.

Patung Raksasa Dewa Perang Harus Dirobohkan

Zaman saat Kwan Sing Tee Koen hidup justru Republik Rakyat Tiongkok yang didirikan oleh Partai Komunis Tiongkok si Mao Zedong belum lahir dan belum ada. Umat Konghucu mendirikan patung ini sebagai penghormatan mereka dan mereka mendirikannya masih di Area Klenteng tempat ibadah mereka, bukan berada di tengah jalan raya, apalagi diatas rumah mertua sampean. Dana yang mereka gunakan juga punya umat, bukan hasil korupsi uang milik pemerintah.

Yang Begini Katanya Toleransi, Woii Pake Otak Dikit itu Gambar Dewa Umat lain main Injak-injak aja

Patung Raksasa Dewa Perang

Justru orang-orang yang seperti kalian lah yang telah berbuat intoleran, egois seakan tanah air Indonesia ini hanya milik kalian saja. Tuban dikenal sejak dulu sebagai daerah yang tingkat toleransinya sangat baik, dimana agama Mayoritas dan Minoritas hidup rukun berdampingan. Orang-orang asli disana saja tidak mempermasalahkan kenapa kalian yang ribet, apa ini gara-gara belum ada uang setoran masuk?

Dan Soal IMB yang katanya gak ada (masih diurus versi pihak kelenteng), apa cuma izin Patung Raksasa Dewa Perang ini saja yang bermasalah, coba di cek tempat-tempat ibadah umat agama lain apa juga sudah dilengkapi dengan IMB, haruskah semuanya dibongkar untuk rasa keadilan bersama?

  • ckckckckck..

    patung arjuna dibakar, patung wayang dirobohkan sekarang alasan lain lagi..

    ckckckc