Video TNI Pukul Polisi gara-gara Ditegur Tidak Pakai Helm

Batok Kepala saya lebih kuat dari aspal jalanan!! Mungkin itulah pesan rahasia yang tersirat dalam video TNI Pukul Polisi gara-gara ditegur tidak pakai helm. Perkelahian TNI dengan Polisi lalu lintas ini terjadi pada hari Kamis kemarin 10 Agustus 2017 di Jalan Sudirman, Pekanbaru – Riau. Sampai detik ini tidak diketahui pasti apa pemicu sebenarnya oknum TNI tersebut ngamuk-ngamuk dan memukul helm Polantas yang menegurnya.

Dalam rekaman video seorang pengemudi mobil yang tepat berada di belakang Polisi dan TNI tersebut, terlihat awalnya mereka jalan berbarengan dengan sepeda motor masing-masing. Tidak jelas apa yang sedang mereka bicarakan, karena sang pengemudi mobil sedang asyik mendengarkan lagu What’s Up –┬á4 Non Blondes. Ini lagu keren banget cuy, lagu jaman aye masih orok ­čśÇ

Video TNI Pukul Polisi gara-gara Ditegur Tidak Pakai Helm

Kemudian TNI itu memepetkan motornya ke Polantas yang sudah berani menegurnya. Dia turun dari motor dan mengeluarkan beberapa jurus pukulan maut. Awalnya ingin memukul dengan tangan kanan, tapi rupa-rupanya ia justru mengemplang kepala Polantas yang masih menggunakan helm itu dengan tangan kirinya. Tak puas sampai disitu saja, ia juga mengeluarkan jurus tendangan tanpa bayangan ke motor dinas polisi lalu lintas tersebut.

Entah sabar atau masih merasa shock berat, Polisi itu lebih memilih untuk tidak meladeni keinginan oknum TNI yang mengajaknya berkelahi. Mereka pun akhirnya sama-sama menaiki motor dan pergi tapi belum sampai 10 meter lagi-lagi oknum TNI itu memberhentikan motornya dan mulai memaki-maki lagi. Untungnya ada seorang petugas Polisi yang lain datang dan melerai perkelahian mereka.

Menurut keterangan Kombes Susanto selaku Kapolresta Pekanbaru, Polisi yang dimarahi dan dipukulnya oleh oknum TNI itu adalah anggota dari Kesatuan Lalu Lintas Polresta Pekan Baru. Dia adalah Bripda Yoga Vernando yang kebetulan sedang melakukan patroli rutin kemarin sore.

Lokasi pemukulan TNI kepada anggotanya tersebut terjadi sekitar jam 5.30 Sore di Jalan Sudirman tepatnya di depan pasar Sukaramai. Menurut penjelasan anak buahnya, saat itu Bripda Yoga tidak ada menegur apalagi memberhentikan motor oknum TNI tersebut. Tapi entah kenapa tiba-tiba anggota TNI tersebut  malah mengejar Bripda Yoga sampai menabrak motornya bulat-bulat dari arah belakang. Ada kejadian pemukulan yang sebagian tak terekam dalam video, total Bripda Yoga dipukul helmnya sebanyak 4 kali.

Oknum TNI Ngamuk dan Pukul polantas

Diketahui belakangan Oknum TNI yang melakukan pemukulan kepada Polisi itu adalah Serda Wira Sinaga dari kesatuan Korem. Dan Kapten Latif selaku Katim Intel Korem Wira Bima Pekanbaru tempat Serda Wira Sinaga bertugas sudah datang mengunjungi kami. Kedatangannya untuk meminta maaf atas insiden yang terjadi pada anak buah kami.

Ya bagaimanapun konflik antara TNI dan Polisi ini jangan sampai berkepanjangan dan meluas, kita harus bisa saling memaafkan dan terus meningkatkan kerja sama. Mengenai kasus TNI Pukul Polisi ini sudah kami serahkan ke masing-masing internal kami, ungkap Kombes Susanto.

Tapi berbeda dengan keterangan dari Kolonel Edi Hartono selaku Kapendam I/Bukit Barisan. Wira Sinaga, Bintara yang berpangkat Sersan Dua itu diketahui menderita gangguan kejiwaan. Bukan hanya pernah beberapa kali bolos kerja tanpa keterangan saja. Tapi kelakuannya juga sering terlihat aneh dalam beberapa bulan terakhir ini.

Video Oknum TNI Ngamuk dan Pukul Polisi (Polantas) Gara-gara Tidak Terima Ditegur Pakai Helm

Tak terima ditegur gara2 gak pakai helm, oknum TNI Kemplang Polantas…repost by @polantasindonesia

A post shared by kejadiananeh.com (@kejadiananeh) on

Contohnya pada saat itu ketika ada apel di kantor teman-temannya pada memakai baju seragam dinas, eh dia tahu-tahu malah nyelonong pakaian preman sendiri. Bukan hanya teman-teman dari kesatuannya saja yang tahu, tapi juga hampir semua anggota Kepolisian di wilayah Pekanbaru yang mengetahui keanehan Serda Wira Sinaga. Dia seperti depresi berat dan sepertinya perlu melakukan pengobatan khusus, ungkap Kolonel Edi Hartono menyikapi kasus pemukulan oknum TNI kepada Polisi lalu lintas itu hanya gara-gara tidak terima ditegur untuk memakai helm motor.