Iklan Dewa Ganesha Makan Daging Menuai Kecaman Pedas Umat Hindu

Masalah kepercayaan dan agama memang sangat-sangat sensitif untuk disepelekan baik sengaja maupun tidak disengaja. Seperti iklan Dewa Ganesha makan daging  yang menuai kecaman pedas Umat Hindu di Australia. Bagaimana mungkin Dewa Ganesha yang sangat disucikan umat Hindu menyantap daging?, padahal Ganesha dikenal sebagai sosok Dewa yang vegetarian (tidak memakan daging).

Warga keturunan India di Australia menganggap Meat and Livestock Australia (MLA) selaku pembuat iklan tidak menghormati sama sekali keyakinan umat Hindu. Perbuatan mereka jelas-jelas penghinaan dan penistaan agama.

Dalam tayangan video iklan kontroversial dewa ganesha makan daging yang berdurasi 2 menit 10 detik tersebut menampilkan sosok penting dari berbagai macam kepercayaan agama. Sebut saja Yesus, Buddha, Nabi Musa, Thor, Cu Pat Kay, Dewa Zeus, Dewi Kwan Im, Dewi Athena, Alien dan masih banyak lagi. Mereka terlihat duduk makan bersama dalam pesta kebun di sebuah rumah.

Iklan Dewa Ganesha Makan Daging

Sang Buddha bertanya, ‘Haruskah kita membahas si gajah di ruangan ini? Ganesha, Dewa berkepala Gajah dan bertangan empat menyadari bahwa dirinya sedang jadi bahan obrolan langsung membalas, ‘Tidak lucu 2500 tahun lalu, juga tidak lucu buat jaman sekarang. Jawaban Ganeseha sontak membuat semua tertawa termasuk seorang wanita cantik yang mengaku Atheis.

Nitin Vashisht selaku juru bicara Indian Society of Western Australia yang mewakili umat hindu di Australia mengatakan kalau iklan itu kurang ajar, tidak sensitif terhadap perasaan umat Hindu. Saya yakin kalau pembuat iklan ini juga mengetahui kalau Ganesha adalah Dewa yang Vegetarian tidak minum-minuman keras apalagi menyantap daging Domba seperti digambarkan dalam iklan kontroversial itu.

Iklan ganesha santap daging

Tidak ada doa satu pun yang tidak dimulai dengan menyebut nama Dewa Ganesha terlebih dahulu. Dan tidak ada satupun kuil di India yang tidak menempatkan patung Dewa Ganesha di altar suci mereka. Ini sangat keterlaluan, kami meminta agar Meat and Livestock Australia (MLA) meminta maaf kepada seluruh umat Hindu dan segera menghentikan iklan Ganesha yang menuai kecaman tersebut, ungkap Nitin Vashisht.

Video Kontroversial Ganesha Makan Daging yang Menuai Kecaman Keras dan Kritik Tajam Umat Hindu

Usut punya usut, Iklan Kontroversial buatan Meat and Livestock Australia ternyata bukan yang pertama kalinya. Sebelumnya iklan daging dalam kampanye mereka juga pernah menyinggung permasalahan Rasis Suku Aborigin yakni penduduk Asli Australia sedang merayakan pesta Barbekyu.

Padahal jelas-jelas Hari Australia dirayakan pada hari kedatangan Pasukan Inggris ke Australia pada tanggal 26 Januari 1788 dan menjadi awal pembantaian besar-besaran suku Aborigin sampai mereka ‘punah’ dari tanah warisan nenek moyang mereka sendiri.