Sebut Bom Gereja Surabaya Pengalihan Isu, Seekor Kampret Betina Ditangkap Polisi

Disaat Indonesia sedang berduka cita kehilangan anak bangsa akibat serangan bom bunuh diri. Ada saja orang yang berotak picik mengkait-kaitkan tragedi bom gereja di Surabaya hanyalah sebagai pengalihan isu atau settingan pemerintah saja.

Konyolnya lagi orang yang menyebut aksi teror bom di Surabaya ini seorang PNS yang notabene gajinya saja makan dari pemerintah. Apa memang ini sifat dasar dari kampret yang gak tahu berterima kasih? Bisanya mencibir pemerintahan, padahal dirinya saja gak pernah menyumbang sedikit saja prestasi untuk negara.

Penampakan Kampret Betina Fitri Septiani Alhinduan

Bom Gereja Surabaya Pengalihan Isu

Adalah perempuan bernama Fitri Septiani Alhinduan seorang wanita yang berprofesi sebagai Kepala Sekolah SMP Pontianak. Dirinya diciduk Polisi gara-gara menyebut tragedi serangan bom di Surabaya sebagai pengalihan isu pemerintah. Fitri Septiani diamankan saat berada di rumah kos, Jl Sungai Mengkuang, Desa Pangkalan Buton, Sukadana, Kayong Utara, Kalimantan Barat.

Namun menurut keterangan  Kombes Nanang Purnomo selaku Kabid Humas Polda Kalimantan Barat, yang bersangkutan masih menjalani pemeriksaan oleh petugas dan kasusnya sudah diserahkan penyidik Polres Kayong Utara kepada Polda Kalimantan Barat.

FSA alias si kampret betina ditangkap pada hari minggu jam 4 sore oleh personel Satuan Reskrim Polres Kayong Utara. Sebelumnya ia menuliskan dalam status facebooknya tentang analisis tragedi bom surabaya adalah  Pengalihan Isu atau rekayasa pemerintah saja. Begini yang diposting oleh FSA;

Sekali Mendayung 2-3 Pulau Terlampaui. Sekali ngebom :

1. Nama Islam dibuat tercoreng

2. Dana Trilyunan Program anti teror cair

3. Isu 2019 ganti Presiden tenggelam. Sadis lu bong…Rakyat sendiri lu hantam juga. Dosa besar lu….!!! tulis si betina kampret di postingan facebooknya.

Sebut Bom Gereja Surabaya Pengalihan Isu, Seekor Kampret Betina Ditangkap Polisi

Sebelumnya Fitri Septiani Alhinduan bin kampret juga sempat menulis status kalau tragedi bom di Gereja-gereja Surabaya hanyalah sebuah drama yang dibuat oleh Kepolisian agar anggaran Densus 88 Antiteror ditambah, berikut statusnya:

Baca juga  Bocah SD Takut Disuntik Tendang Burung Kenari Gurunya

Bukannya ‘terorisnya’ sudah dipindahin ke NK (Nusakambangan)? Wah…ini pasti program mau minta tambahan dana anti teror lagi nih? Sialan banget sih sampai ngorbankan rakyat sendiri? Drama satu kagak laku, mau bikin drama kedua tulisnya.

Sebut Bom Gereja Surabaya Pengalihan Isu

Waduh keterlaluan banget si emak-emak kampret ini. Benci atau kritik sama pemerintahan Jokowi boleh-boleh saja tapi jangan sampai buat berita fitnah ginilah. Ini sudah masalah kemanusiaan bukan konsumsi politik lagi. Tuhan kasih otak itu dipakai buat berpikir bukan buat gaya-gayaan. Memangnya korban dari pihak Kepolisian dan masyarakat itu cuma adegan sinetron doang?

Termasuk pelaku teroris laknat yang badannya putus itu juga boong-boongan saja? Pakailah hati sedikit, bagaimana perasaan keluarga korban yang ditinggalkan. Hancur, meratap pedih, kehilangan sosok yang sangat berharga dalam hidup, sudah tentu itu yang mereka rasakan.

Foto saat diciduk Pak Polisi, Hayoo Kaum Kampret siapa lagi mo nyusul?

Fitri Septiani Alhinduan

Sekarang pertanggungjawabkanlah perbuatanmu, sampai kau benar-benar sadar kalau kaummu si kampret tidak akan pernah datang menolong. Jangankan nolong palingan juga ngeles gak mau ngakui temen, iya kan udah langganan model begini mah 😀