Kontroversi Susu Kental Manis, Minum Susu tapi BUKAN SUSU!!

Minum Susu tapi bukan minum SUSU, lalu apa dong namanya? Masyarakat Indonesia baru-baru ini dihebohkan dengan pemberitahuan dari BPOM bahwa susu kental manis BUKANLAH susu asli, pengganti susu ataupun produk susu bernutrisi melainkan air gula, sirup dan apalah namanya itu.

Mengetahui hal tersebut pasti banyak dari kita semua yang merasa kecewa berat, karna sudah dibodohi selama puluhan tahun, bahkan 20 tahun lebih. Ya sejak era tahun 90an sendiri sangat marak iklan-iklan susu kental manis beredar. Susu kental manis dari berbagai merek itu seakan mengajak masyarakat Indonesia untuk minum susu produk mereka agar cerdas, sehat dan tercukupi gizi. Faktanya kita sudah dibikin GOBLOG PERMANEN!!

Kontroversi Susu Kental Manis

Mungkin tidak semua masyarakat, dan hanya masyarakat kebawah alias kurang mampu yang tidak sanggup membeli susu segar, susu UHT, susu bubuk, susu pasteurisasi dan sejenisnya. Sehingga mempercayakan pilihan hati mereka kepada SUSU KENTAL MANIS, yang kalau kalengnya dibikin bolong dua, ditambahi air panas jadilah segelas susu segar.

Dari anak-anak sampai tempat usaha warung kopi, susu kental manis ini laris manis pembelinya. Mirisnya susu kental manis juga DIYAKINI sebagai pengganti makanan utama. Hingga terjadi kasus yang memicu BPOM mengeluarkan surat Edaran tentang penggunaan SUSU kental manis.

Di Sulawesi Tenggara Ada dua anak yang sampai dirawat opname karena mengalami malnutrisi, jadi ibunya tidak memberikan makanan utama, tapi hanya memberikan, mencekoki dengan SKM alias susu kental manis. Apakah si Ibu ini salah?

Jawabannya tidak sama sekali, si ibu hanya konsumen yang seharusnya hak-haknya mendapatkan informasi jelas, akurat tentang produk yang ia beli dan keamanan sebagai konsumen harus dipenuhi. Bukan hanya si Ibu tapi kita semua sudah DIBODOHI KUADRAT oleh SKM ini, coba kalau BPOM tidak memberitahu, sampai detik ini pun kita pasti tidak meragukan kualitas susu kental manis, baik yang dijual kalengan maupun sachet an.

Susu Kental Manis Tak Mengandung Susu dan Dinilai Kurang Sehat Sampai BPOM Turun Tangan

Untuk sekedar informasi, berikut sejumlah larangan yang tertera dalam surat edaran Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) soal produk susu kental manis (SKM) nomor HK.06.5.51.511.05.18.2000 tahun 2018 tentang ‘Label dan Iklan pada Produk Susu Kental dan Analognya (Kategori Pangan 01.3).

Ada 4 hal yang harus diperhatikan oleh produsen, importir, distributor produk susu kental, dan analognya berupa larangan, yaitu:

1. Dilarang menampilkan anak-anak berusia di bawah 5 tahun dalam bentuk apa pun.

2. Dilarang menggunakan visualisasi bahwa produk Susu Kental dan Analognya (Kategori Pangan 01.3) disetarakan dengan produk susu lain sebagai penambah atau pelengkap zat gizi. Produk susu lain antara lain susu sapi/susu yang dipasteurisasi/susu yang disterilisasi/susu formula/susu pertumbuhan.

Baca juga  Video Intimidasi Massa #2019GantiPresiden kepada #DiaSibukKerja di Car Free Day (CFD)

3. Dilarang menggunakan visualisasi gambar susu cair dan/atau susu dalam gelas serta disajikan dengan cara diseduh untuk dikonsumsi sebagai minuman.

4. Khusus untuk iklan, dilarang ditayangkan pada jam tayang acara anak-anak.

Informasi tambahan tentang Kontroversi Susu Kental Manis  yang dikutip dari detik.com;

Tak cuma soal larangan, kehebohan juga terjadi terkait kandungan gizi dalam produk kental manis. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan kental manis mengandung gula tinggi. Pihak Kemenkes juga menyatakan telah menginformasikan kepada BPOM untuk lebih memperhatikan produk kental manis agar tidak dikategorikan sebagai produk susu bernutrisi.

“Kementerian Kesehatan telah menginformasikan kepada Badan Pengawas Obat dan Makanan selaku pengawas izin edar untuk lebih memperhatikan produk Kental Manis agar tidak dikategorikan sebagai produk susu bernutrisi untuk menambah asupan gizi,” tutur Direktur Gizi Masyarakat Doddy Izwardi dalam keterangan pers dikutip dari situs Kemenkes, Rabu (4/7/2018).

Doddy menyebut kandungan gula produk kental manis lebih tinggi dibanding kandungan proteinnya. Dia menyesalkan iklan di televisi yang menampilkan seolah-olah kental manis sebagai minuman bagi keluarga.

Namun, produk kental manis tetap dapat dikonsumsi. Antara lain sebagai campuran dessert atau topping makanan. Doddy mengatakan industri memang memiliki hak melakukan pengembangan produk, tapi tetap wajib memperhatikan komposisi.

Kehebohan tak berhenti di situ, anggota komisi Kesehatan DPR (Komisi IX) Okky Asokawati mengusulkan kata ‘susu’ dihapus pada produk kalengan susu kental manis. Menurutnya, kata ‘susu’ dikhawatirkan membuat masyarakat berpendapat bahwa kental manis merupakan susu pendamping makanan utama.

“Dikhawatirkan ketika masih ada kata ‘susu’ di situ, persepsi masyarakat yang tidak well-informed itu mereka mempunyai pendapat bahwa itu susu pendamping makanan utama. Kata ‘susu’ mungkin diganti minuman kental manis atau apa, gitu,” ujar Okky kepada wartawan.

Buat anak-anak aja kurang bagus, apalagi buat Ibu Hamil..Waduh jangan coba2 yah!

Okky mengatakan BPOM berwenang menghilangkan kata ‘susu’ di SKM (Susu Kental Manis). Okky menyebut SKM sebagai produk yang tak terlalu dianjurkan dikonsumsi anak di bawah 5 tahun. Penghilangan kata ‘susu’, menurut Okky, bertujuan agar para ibu tak salah memberi nutrisi kepada anak mereka.

Okky menjelaskan kandungan SKM memang berbeda dengan susu jenis lain. Susu sebenarnya diperuntukkan sebagai pendamping makanan utama anak. Susu harus penuh gizi, sedangkan SKM didominasi gula yang, jika dikonsumsi terlalu banyak, dapat menimbulkan efek samping bagi perkembangan anak.

Jadi masih bolehkah kita mengkonsumsi Susu Kental Manis? Saya rasa masih boleh misalkan untuk sekedar penambahan rasa makanan, misal roti bakar, kopi susu, kue2 dan masih banyak lagi. Tapi TIDAK untuk penggunaan pengganti susu sebagai kelengkapan gizi atau pengganti makanan utama.

Alasan Kenapa Susu Kental Manis Gak Bisa Jadi pengganti susu biasa

dr Titi Sekarindah, SpGK, dari Rumah Sakit Pusat Pertamina Kebayoran Baru menjelaskan susu kental manis merupakan hasil olahan dari susu yang dihilangkan airnya kemudian ditambahkan gula untuk pengawetnya dan juga lemak. Hal ini yang membuatnya terasa gurih dan menjadi kental.

Baca juga  Siput, Hewan Kebal Senjata Tajam Satu-satunya di Dunia

Selain itu, Ketua Pusat Kajian Gizi dan Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Ir Ahmad Syafiq, MSc, PhD beberapa waktu lalu menyebutkan kandungan protein susu kental manis lebih rendah dari susu jenis lain. Meskipun susu kental manis masih bisa disebut susu karena aroma dan rasanya terbuat dari susu.

“Susu kental manis lebih tepat disebut sebagai sumber energi bukan protein,” kata Syafi

Jadi pengganti susu biasa, bisa enggak?

fakta susu kental manis

Jawabannya enggak bisa. Pada masa kanak-kanak, anak butuh nutrisi yang terbaik bagi tubuhnya. Pemberian susu kental manis sebagai pengganti susu pada anak justru bukan cara yang tepat.

“Itu yang paling bahaya, kasih SKM (Susu Kental Manis -red) pada bayi atau anak kecil. Karena dia itu tadi proteinnya cuma sedikit sekali. Kalau dikasih 50 gram susu kental manis ya cuma 4 gram. Tapi kan kalau cuma dikasih sampai keliatan putihnya itu enggak sampai 4 gram (proteinnya). Jadi berapa proteinnya yang masuk? Bisa-bisa cuma 2 gram, kalau susu biasakan bisa 9 gram,” kata dr Titi.

Biar gak ketipu lagi, minum aja susu dari sapinya langsung 😀

Sisi Gelap Kekejaman Industri Susu Sapi Perah di Selandia Baru

Kalau orang dewasa sih enak (minum susu kental manis), cuma dia bikin langsung gemuk aja. Kalau orang diabetes langsung gulanya naik, gulanya tinggi sekali,” masih menurut dr Titi.

dr Titi mengira-ngira biasanya secangkir kopi biasanya ditambahkan sebanyak dua sendok makan susu. Jika satu sendoknya 25 gram, maka sudah sekitar 50 gram yang dikonsumsi. Nah 50 gram dari susu sudah berkisar di angka 25 sekian gram gula. Ya belum termasuk angka yang aman sih, tapi sesekali boleh-boleh saja kok.

“Yaudah dikurangin aja kalau ada masalah diabetes, imbuhnya sambil malu-malu unch.

Kesimpulan Susu Kental Manis

Fakta bahwa susu kental manis sudah dijual sejak jaman catatan si boy (mungkin lebih tua lagi), tapi kenapa BPOM baru klarifikasi, baru engeh apa baru nyadar? Padahal BPOM sudah berdiri sejak tahun 1936.

Bukankah yang mengawasi, membuat nama kategori produk, persyaratan kandungan bahan baku wajib melalui BPOM.Kok jadi seolah-olah kasus susu kental manis ini jadi “temuan” baru.

Bagaimana sekarang dengan nasib tukang es buah, penjual martabak, es jus dkknya kalau mereka jadi ragu menggunakan susu kental manis yang notabene, susu ini sudah melekat cita rasanya dalam makanan buatan mereka.