Legitnya Memek, makanan khas Simeulue Aceh yang Dijamin Bikin Ketagihan

Begitu dicelupin bunyinya…Slurp slurp kriuk pohh, terasa banget krispy dan legitnya memek, makanan khas Aceh yang dijamin bikin ketagihan siapapun yang memakannya dari anak-anak muda sampai akik-akik tua keladi. Ingin menikmati memek? Datang saja ke Pulau Simeulue, memek yang terbuat dari campuran beras ketan dan pisang ini sudah menjadi jajanan andalan di kabupaten setempat.

Bentuknya memang tidak terlalu menarik, sekilas mirip dengan adonan bubur bertabur remahan krupuk di bagian tengahnya. Dan ketika dimakan rasa pisang dan beras ketan gonseng (sangrai) lebih terasa. Begitu juga aroma gurih sangit dari beras sangrai yang kuat menusuk lubang-lubang hidung yang penuh dengan bulu uban.

Resep Membuat Memek, Makanan Khas Aceh yang Terbuat dari Beras Ketan Bercampur Pisang

Jika kita tak sempat berkunjung ke Pulau Simeulue Aceh untuk menjajal memek, kita juga bisa membuat sendiri makanan memek yang legitnya kebangetan pake banget ini. Begini resep memek, makanan kuliner khas Simeueleu Aceh yang melegenda.

Gambar Makanan Memek (image by Randi/kanalaceh.com)

Legitnya Memek, makanan khas Simeulue Aceh

Untuk membuat memek yang pertama siapkan beras ketan yang sudah digonseng, pisang sesuai selera, santan biasa tidak terlalu kental ataupun encer dan bahan lainnya yang tak kalah penting garam serta gula. Setelah bahan2 siap, selanjutnya pisang ditumbuk secara slow motion hingga tekstur pisang masih ada alias jangan sampai benyek dan langsung dicampur dengan semua bahan sebelumnya.

Tak perlu lama2 untuk membuat sajian makanan memek, hanya membutuhkan waktu sekitar satu jam saja. Dan ingat paling penting, berasnya harus beras ketan gak boleh model yang mirip2.

Asal Usul Nama Makanan Memek, Hingga menjadi Makanan Khas Simeulue Aceh (image by Agus Setyadi/detik.com)

Baca juga  Cara Pasang Matched Content Iklan Adsense

6 Makanan Menjijikkan, Jorok Tapi katanya Paling Enak Sedunia

Sejak dari zaman dulu, masyarakat Simeulue kerap kali membuat memek untuk disantap bersama keluarga besar mereka. Tapi sayangnya, sekarang makanan ini sudah mulai jarang dijumpai di hari-hari biasa. Alasannya, karena terbuat dengan campuran santan, sehingga makanan memek ini tidak dapat bertahan lama.

Udah gitu memek hanya dibikin pada hari-hari besar atau bulan tertentu saja seperti bulan suci Ramadhan. Selama bulan puasa, hampir setiap rumah di daerah yang dikenal sebagai penghasil lobster itu membuat jajanan memek sebagai salah satu sajian berbuka paling favorit. Sebagian besar masyarakat asli dimari pun, rata-rata tahu cara membuat memek original hingga berbagai varian rasa.

Menurut Almawati seorang penjaga stand kuliner berjenis kelamin wanita, nama memek sebenarnya memiliki arti mengunyah-nguyah atau menggigit. Jadi pada masa dulu, nenek moyang mereka kerap mengunyah-nguyah beras ketan yang sudah dicampur pisang sehingga muncul istilah mamemek. Lambat laun, makanan tersebut disebut dengan sebutan yang simple yaitu memek.

Memek merupakan makanan khas Simeulue, warisan leluhur. Tidak boleh diganti-ganti namanya. Di daerah kami tetap bilang namanya memek, meski namanya familiar dengan sesuatu yang jorok jelas Almawati. Untuk mencoba memek ini, selama Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke-7, Kabupaten Simeulue menyediakan kuliner ini di stand kuliner mereka. Lokasinya di Taman Ratu Safituddin, Lampriet, Banda Aceh.

Gurih Harum “Memek”, Jajanan Khas Simeulue yang Dijual Seporsi 5 Ribu Rupiah

Legitnya Memek, makanan khas Simeulue Aceh yang Dijamin Bikin Ketagihan

10 Makanan Kejam, Sadis Dan Paling Menyedihkan

Di sana, memek dimasukkan ke dalam cup (wadah plastik) dan dijual dengan harga yang murah, hanya 5 ribu rupiah perporsi saja. Makanan ini biasanya disediakan dari siang hari. ‘Ramai yang minta makanan ini. Bahkan ada pengunjung yang membeli untuk dibawa ke Jakarta sebagai oleh-oleh. Memek ini bisa dimakan dingin-dingin, dalam keadaan panas atau biasa2 saja, pokoknya tetap legit dan nikmat ketika di cocol manjah, imbuh Almawati malu-malu unch sambil menunjukkan pusernya yang bodong.