Teror Drone Meledak di Atas Kepala Presiden Venezuela Nicolas Maduro

Teror tak selalu menggunakan senjata api, bahan peledak ataupun bom biologis. Penggunaan drone yang kita kenal sebagai teknologi canggih lintas udara juga bisa disalahgunakan sebagai alat teror mengerikan. Seperti kasus Drone meledak di perayaan acara militer yang diklaim sebagai upaya percobaan pembunuhan presiden Venezuela yakni Nicolas Maduro Moros.

Dalam rekaman video terlihat perayaan acara militer awalnya berlangsung khidmat ketika sang presiden tengah memberikan pidato. Tak berapa lama dari arah atas kepalanya sebuah drone meledak dengan daya ledakan tinggi. Pidato seketika dihentikan, para tamu undangan ketika menyadari ini adalah sebuah ancaman langsung panik dan masing-masing menyelamatkan dirinya sendiri.

Teror Drone Meledak di Atas Kepala Presiden Venezuela Nicolas Maduro

Tidak begitu dengan Presiden Nicolas Maduro, para pengawalnya dengan sigap langsung mengelilinginya membentuk perisai perlindungan, khawatir akan ada serangan susulan dari sang peneror. Sang presiden beserta mentri-mentrinya nya memang tidak mengalami luka, dan dilaporkan hanya 7 orang tentara yang mengawalnya mengalami luka parah.

 Drone Meledak di Atas Kepala Presiden Venezuela Nicolas Maduro

Sampai detik ini Pihak Kepolisian Venezuela masih terus melakukan investigasi untuk mengungkap sosok tokoh yang harus bertanggungjawab atas insiden mengerikan ini. Sementara menurut penjelasan Menteri Penerangan Venezuela Jorge Rodriguez, kemungkinan besar aksi teror Drone kepada Presiden Venezuela Nicolas Maduro ini dilatarbelakangi krisis hyper-inflasi, migrasi massal, dan malnutrisi yang sedang terjadi di negara Venezuela.

Detik-detik Teror Drone Meledak di Atas Kepala Presiden Venezuela Nicolas Maduro

8 Jimat Sakti Milik Presiden Indonesia yang Melegenda

Presiden Maduro sendiri sebelumnya sempat bercerita bahwa beberapa pihak Imperialis masih terus berusaha untuk menghancurkan Sosialisme Venezuela dan menguasai kilang minyaknya. ‘Ini jelas-jelas percobaan pembunuhan, “mereka” mencoba membunuh saya secara terukur dan terarah’, imbuhnya sambil bersungut-sungut unch.