10 Pengorbanan Induk Hewan yang Menakjubkan

Adakalanya manusia harus mengakui bahwa hewan terkadang mampu lebih bijaksana dalam menghadapi kesulitan hidup.  Contohnya 10 Pengorbanan Induk Hewan yang Menakjubkan, tanpa pernah mengeluh bahkan ibu hewan ini rela berkorban sampai mati demi anak-anaknya terlahir selamat ke dunia.

Adakah mereka mengenal dokter kandungan dalam habitat mereka seperti dikehidupan manusia. Adakah sang ayah dan sesama speciesnya mau perduli akan nasib mama hewan yang malang ini, hidup berbulan-bulan tanpa makan hanya untuk menunggui janin yang akan menetas bahkan salah satu dari ke sepuluh hewan ini membiarkan anak-anaknya untuk memakan tubuhnya. Sebuah kisah luar biasa tentang 10 Kasih Dan Pengorbanan Induk Hewan yang Menakjubkan.

1. Kisah Sedih Ibu Gurita

10 Pengorbanan Induk Hewan yang Menakjubkan

Seekor Induk Gurita dapat mengandung lebih 50 ribu sampai 200 ribu telur dari berbagai spesies gurita yang berbeda. Dalam masa persiapan kelahiran, ibu gurita akan menjaga telur-telur yang akan dikeluarkannya selama 4 hingga 5 bulan untuk menunggu pertengahan musim dingin. Pada saat temperatur air mulai pas, dia akan melahirkan telur-telurnya satu persatu selama 1 bulan non stop tanpa makan dan tanpa pernah bergerak untuk meninggalkan sarangnya.

Selama hidupnya dari ia hamil dan melahirkan ibu gurita yang kelaparan ini akan menggunakan tangan “tentakelnya” untuk membersihkan telur dari alga yang menempel dan mengusir predator yang akan memangsa telurnya. Ketika saat telur-telurnya menetas kondisi Ibu Gurita sudah sangat sekarat tubuhnya pucat memutih akibat kelaparan.

Dengan sisa-sisa tenaga terakhir sang ibu akan meniup air didepannya untuk mendorong anak-anak gurita ke atas sejauh yang mereka bisa dan selang beberapa menit Ibu Gurita pun menghembuskan nafas terakhirnya. Tingkat kematian pada Induk Gurita menjadi paling tinggi, jarang sekali yang masih bertahan hidup terkecuali Induk Gurita yang nekat memakan tangan tentakelnya sendiri demi menutupi rasa lapar.

2. Kutu Laut

Nasib yang dialami Induk Kutu Laut mungkin paling menyedihkan diantara ke 10 hewan ini, sebab Induk Kutu Laut tidak hanya harus berurusan dengan mitra seksual jantannya yang menghamili lebih dari 25 betina pada saat yang sama. Tapi dia juga harus melalui kehamilan yang paling sangat menyakitkan.

Setelah bayi siap untuk dilahirkan, ibu ini akan terduduk sementara bayi-bayinya mengunyah nya (memakannya) dari dalam hingga ke luar tubuhnya sebagai jalan keluar mereka ke dunia.

3. Gajah Laut

Setelah proses kawin, gajah laut betina akan menghabiskan waktunya untuk makan sebanyak yang dia bisa makan. Dia memiliki waktu 11 bulan sampai anaknya lahir dan selama waktu itu ia harus menambah lemak tubuhnya sebanyak yang dia mampu. Setelah kelahiran, bayi yang baru lahir akan segera disusui dan ibu ini akan terus menyusui anaknya selama tiga sampai lima minggu berikutnya.

Saat kelahiran, bayi gajah laut beratnya sekitar 40 kilogram, tetapi mereka mencapai 120-130 kilogram pada saat mereka disapih. Sementara berat badan bayi bertambah tiga kali lipat, berat badan sang ibu turun menjadi sepertiganya. 

4. Burung Rangkong Jambul Merah 

Untuk melindungi telurnya dari biawak dan predator lainnya, Red knobbed hornbill (burung rangkong jambul merah) betina menemukan cara cerdas untuk menyembunyikan mereka. Dia mencari rongga alami di sebuah pohon besar, yang ia manfaatkan sebagai sarangnya, dan menutup lubang itu dari dalam sehingga hanya dia dan telurnya yang berada di dalam. Dia mencampur makanan, bulu dan kotorannya sendiri menjadi zat seperti tanah liat untuk menutup lubang.

Baca juga  8 Kebiasaan Unik Cowok Korea yang Dianggap Tak Lazim Bagi Cowok Indonesia

Sementara sang ibu tinggal didalam lubang selama masa inkubasi (dua bulan), pejantan datang untuk membawakan makanan dengan memasukkannya melewati celah vertikal sempit di dinding yang dibuat oleh si betina. Ibu yang menakjubkan ini sering terpaksa mengabaikan rasa laparnya demi anak anaknya. 

5. Orangutan

Ibu primata cerdas ini menghabiskan hampir 90% dari hidupnya untuk membangun sarang baru jauh tinggi diatas pohon-pohon setiap malam. Selama bulan-bulan pertama bayi orang utan, tidak pernah lepas kontak fisik dengan ibunya, yang selalu menggendongnya di perut sepanjang waktu. Selama dua tahun pertama, bayi orangutan sangat tergantung pada induknya. Hal yang menarik adalah ibu orangutan menyusui bayinya sampai ba
yinya berusia lima tahun atau lebih, yang membuat mereka spesies dengan periode ketergantungan terlama.

Ketika anaknya berumur dua sampai lima tahun, sang ibu menghabiskan waktunya untuk mengajari anaknya segala sesuatu tentang hidup di hutan, seperti pohon-pohon mana yang memiliki daun dan buah-buahan terbaik, daerah hutan yang mana yang harus dihindarii, bagaimana membangun sarang pada pohon-pohon dan pelajaran penting lainnya. Setelah remaja orangutan menjadi independen namun mereka masih memiliki kontak dengan ibu mereka. 

6. Cheetah 

Setelah masa kehamilan 90-98 hari, Ibu cheetah biasanya melahirkan tiga sampai lima ekor bayi, semuanya akan tinggal bersamanya selama hampir dua tahun sebelum mereka mandiri. Karena cheetah tidak dilahirkan dengan naluri bertahan hidup, sang ibu harus mengajari anak-anaknya untuk pelajaran penting, seperti berburu dan menghindari predator.

Setelah belajar selesai dilakukan, sang ibu meninggalkan anaknya. Kemudian anak anak ini akan membentuk kelompok saudara. Meskipun cheetah mungkin terlihat kejam di mata manusia ‘, namun saat berinteraksi dengan anaknya, sang ibu yang luar biasa akan terlihat seperti kucing rumah. 

7. Beruang Kutub 

Biasanya calon ibu beruang kutub ditinggalkan oleh pasangannya segera setelah kawin, beruang kutub betina dipaksa untuk berurusan dengan kehamilan yang sulit sendirian. Setelah mengetahui dia hamil, ia perlu makan makanan yang cukup untuk mendapatkan setidaknya 200 kg (440 lb) dan seringkali lebih dari dua kali lipat berat tubuhnya. Jika dia tidak menemukan cukup makanan, tubuhnya hanya akan mereabsorbsi janin.

Setelah berat badan yang diperlukan diperoleh, betina menggali sarang untuk bersalin, paling sering di gundukan salju, di mana ia memasuki keadaan tidak aktif mirip dengan hibernasi. Selama dua bulan ke depan, sang calon ibu tidak makan makanan dan, yang paling menarik, ia tidur saat melahirkan bayinya. Bayi beruang kutub, lahir dalam keadaan buta dan tak bergigi, hidup dengan ibu mereka selama sekitar dua tahun, belajar keterampilan bertahan hidup. Sang Ibu sangat agresif melindungi anaknya dan tidak menerima bantuan apa pun dari ayah si bayi. 

8. Mama Buaya 

Buaya adalah salah satu induk terbaik di dunia reptil. Seekor buaya betina menggunakan mulut, kaki dan ekor untuk membangun sarang dari vegetasi yang membusuk di tanah di mana dia meletakkan telur. Vegetasi menghasilkan panas sehingga buaya betina tidak harus mengerami telur, tapi dia selalu berada di dekatnya, melindungi mereka dari predator. Satu hal yang menarik adalah bahwa jenis kelamin tidak ada hubungannya dengan genetika (karena mereka tidak memiliki kromosom seks) tetapi berhubungan dengan suhu di mana telur diinkubasi.

Sarang suhu 30 ° C (86 ° F) atau lebih rendah akan menghasilkan bayi betina, sedangkan 34° C (93 ° F) atau lebih tinggi, akan menghasilkan bayi jantan. Setelah bayi lahir induk buaya akan memuat mereka ke rahangnya dan membawa mereka ke dalam air, di mana ia akan terus merawat mereka selama sekitar satu tahun jika mereka tetap di daerah tersebut. 

9. Koala 

Setelah masa kehamilan selama 35 hari, koala melahirkan bayi yang panjangnya 20 mm disebut sebagai joey, yang buta, tak berbulu dan tak bertelinga. Selama enam bulan berikutnya joey tetap tersembunyi dalam kantong, hanya mengandalkan susu ibunya, dan selama waktu ini, tumbuh mata, bulu dan telinga. Segera setelah tahap itu, Joey akan mulai mengeksplorasi luar kantong ibunya dan membuat transisi dari susu ke daun ekaliptus.

Karena bayi koala tidak dilahirkan dengan kemampuan untuk detoksifikasi makanan favorit mereka daun ekaliptus yang sangat beracun, mereka harus mengandalkan bantuan ibu mereka. Ibu koala membantu bayinya dengan memproduksi zat yang disebut “pap” yang merupakan bentuk khusus dari kotorannya sendiri. Dengan cara ini ibu memberikan mikro organisme ke joey, yang memungkinkan bayi untuk mencerna daun ekaliptus tanpa keracunan. 

10. Gajah Beneran Gak Pake Laut 

Gajah melahirkan bayi terbesar didarat setelah kehamilan panjang selama 22 bulan, y
ang merupakan periode kehamilan terpanjang dari setiap hewan darat. Gajah melahirkan anaknya yang biasanya beratnya lebih dari 100 kilogram dan tinggi lebih dari 70 cm. Setelah bayinya lahir kehidupan sosial ibu berkisar sekitar merawat dan melindungi bayinya. Bayi gajah lahir hampir buta sehingga harus bergantung pada “bagasi” atau bagian belakang sang ibu untuk navigasi.

Pengorbanan Induk Hewan yang Menakjubkan

Untungnya, mereka hidup dalam masyarakat matriarkal dan semua anggota kelompok perempuan berpartisipasi dalam perawatan anak muda. Sang ibu biasanya memilih beberapa baby sitter atau “allomothers” yang membantu dalam setiap aspek merawat anak. Sementara anak bersama dengan allomothers nya, sang ibu memiliki lebih banyak waktu bebas untuk mempersehat dirinya dengan tujuan memberikan bayinya sekitar 11 liter susu bergizi per hari.

Baca juga  Mochi Anjing dengan Lidah Terpanjang di Dunia

Sahabat kejadiananeh.com sungguh luar biasa pengorbanan induk-induk hewan yang menakjubkan ini, sangat tepat sekali ungkapan kata bahwa Kasih Ibu Tiada Batas dan Sepanjang Masa”.

Source 
kaskus.co.id(Kaskuser greasemonkey09)_Pengorbanan Sang Ibu Gurita 
versesofuniverse.blogspot.com_Ibu-ibu Hewan yang Luar Biasa