Kisah 4 Perwira Rohani yang Menyambut Kematian

Sahabat kejadiananeh.com ada sebuah kisah nyata mengharukan yang saya ambil dari buku bacaan Chicken Soup (boleh minjam dari teman hehehe). Sebuah inspirasi tentang cerita “The Four Chaplains”, kisah 4 perwira rohani yang menyambut kematian. Dimana para pendeta dan rabi militer ini menyikapi dengan pasrah detik-detik kematian yang akan datang merenggut nyawa mereka. 
Namun mereka sama sekali tidak gentar, bahkan disisa waktu hidup mereka untuk yang terakhir kalinya, mereka masih mampu berbagi, masih mampu mengasihi orang-orang lain. Biar lebih nendang baca sendiri aja deh,, okeh Om!

The Four Chaplains, Kisah 4 Perwira Rohani Militer yang Menyambut Kematian

Kisah 4 Perwira Rohani yang Menyambut Kematian

Pada malam 2 Februari tahun 1943 sebuah kapal transportasi laut SS Dorchester mengangkut 902 ABK diantaranya tentara, pelaut dan para pekerja sipil. Kapal Dorchester yang memiliki beban muatan 5690 ton awalnya merupakan sebuah kapal pesiar mewah yang beralih fungsi menjadi kapal pengangkut pasukan Amerika Serikat. Saat perjalanan tersebut tiga kapal patroli Tampa, Escanaba dan Comanche pun ikut mengawalnya.
Namun 150 mil sebelum sampai ke tempat tujuan pangkalan Militer Amerika di Greenland, kapal Dorchester tiba-tiba ditembak oleh peluru torpedo dari kapal selam U-Boat milik tentara Jerman tanpa terdeteksi oleh alat sonar kapal pengawal. Bagian lambung kanan kapal bocor, perlahan demi perlahan kapal Dorchester mulai tenggelam di lautan.
Kekacauan pun terjadi, semua penumpang bangun dari tempat tidurnya dan mereka panik untuk menyelamatkan diri masing-masing. Orang-orang mulai berlompatan dari geladak untuk masuk ke dalam perahu karet yang tersedia di kapal Dorchester, mirisnya jumlah perahu karet sangat terbatas. Begitupun halnya dengan ketiga kapal patroli. Satu-satunya cara yang bisa dilakukan adalah mengantar jemput kembali.

kisah 4 pendeta militer

Dan mereka yang tak sabar mengantri mencoba untuk memaksa masuk sampai perahu karet mengalami kelebihan muatan. Mereka yang terbalik dari perahu karet sudah dipastikan tewas akibat terbawa derasnya arus laut Artic yang sangat dingin membeku, begitupun perahu mereka ikut hanyut terbawa arus. 
Selama drama mengenaskan tersebut ada 4 orang perwira rohani dari Angkatan Darat yang bertugas untuk menenangkan hati para penumpang. Mereka adalah Letnan George L Fox pendeta dari Gereja Methodist, Letnan Alexander D Goode seorang Rabi Yahudi, Letnan John P Washington Pastor dari Gereja Katolik Roma dan Letnan Clark V Poling dari Gereja Reformasi Belanda. 
Dengan tenang dan tanpa banyak bicara ke empat perwira rohaniawan tersebut menyebar diantara para serdadu yang sedang ketakutan, mengobati mereka yang terluka, memberikan siraman rohani dan membimbing para penumpang lainnya yang sedang kebingungan. Kurang dari 1 jam tanda-tanda kapal perahu Dorchester akan karam total mulai terlihat, beberapa yang tersisa segera memakai jaket pelampung.

Baca juga  10 Misteri Anak Hilang Paling Fenomenal di Dunia
Sementara menunggu datangnya kembali kapal penyelamat, ada 4 penumpang yang sedang ketakutan karena tidak kebagian jaket pelampung. Tanpa berpikir panjang para perwira rohaniawan ini menyerahkan jaket yang melekat di tubuh mereka. 
Detik-detik perahu tenggelam pun terjadi, semua penumpang yang sudah terpasang jaket pelampung segera meloncat keluar dari perahu untuk berenang dan bertahan hidup untuk menunggu datangnya perahu penyelamat. 

Tapi apa yang terjadi dengan nasib empat perwira rohani militer tersebut? 

pendeta rohani

Mereka melihat dengan jelas ke empat perwira militer tersebut bergandengan tangan sambil menyanyikan lagu pujian untuk Tuhan. Sama sekali tak terlihat wajah ketakutan diantara mereka, seakan sudah siap untuk menyambut datangnya kematian. Mereka terus menyanyikan lagu dengan keras, memuji kebesaran Tuhan, sampai akhirnya air laut benar-benar menenggelamkan tubuh mereka. 
Sahabat kejadiananeh.com kisah kepahlawanan mereka ini terus mengalir diantara para korban yang hidup, sampai pemerintah Amerika Serikat mengetahuinya dan memberikan mereka gelar Anumerta sebagai penghargaan atas jasa-jasa yang telah mereka lakukan.

Foto Asli The Four Chaplains, George L. Fox, Alexander D. Goode, John P. Washington, Clark V. Poling.

The Four Chaplains