7 Kontroversi Boneka Barbie yang Mengejutkan Dunia

Sama seperti perusahaan raksasa Hello Kitty, boneka barbie juga mendulang kesuksesan luar biasa. Lebih dari 50 tahun lamanya, penjualan boneka barbie tak hanya laku dipasaran tapi juga menjadi banyak inspirasi kaum wanita di seluruh dunia sampai grup dance Aqua pun pernah menciptakan lagu Barbie Girl dan menjadi lagu paling hits di era tahun 97 an (jamannya abang kamu masih Abg).

Tentu saja dibalik kesuksesan Mattel, selaku produsen Barbie tak selalu mendulang keberhasilan sepanjang perjalanan karir mereka. Berbagai macam produk seri boneka barbie mereka pernah gagal, dikecam keras, mendapat kritikan tajam dan ditarik dari peredarannya, karena dianggap rasis dan mengajarkan hal yang tak pantas untuk anak-anak kecil. Contohnya 7 kontroversi boneka barbie yang mengejutkan dunia berikut ini;

1. Boneka Barbie sedang Hamil (Midge Hadley)

Kontroversi Boneka Barbie yang Mengejutkan Dunia

Di tahun 1963, Mattel pernah mengeluarkan produk boneka barbie terbarunya yang diberi nama Midge Hadley. Karakter boneka barbie ini menggambarkan seorang perempuan muda yang sedang hamil lengkap dengan bayi didalam perutnya.

Memang kehamilan bagi seorang perempuan adalah wajar, tapi Mattel lupa kalau pelanggannya lebih dari 85 persen didominasi oleh anak-anak kecil. Dan inilah hal yang dianggap tak pantas bagi para orang tua.

Mereka menilai Boneka Barbie hamil ini sudah mengajarkan hal yang tidak sepatutnya untuk diketahui anak-anak kecil mengingat usia mereka yang masih terlalu muda. Apalagi kalau mereka sampai berimajinasi menjadi wanita hamil, dari barbie ‘tidur’ dengan pacarnya si Ken sampai proses seorang wanita ketika melahirkan nanti.

2. Growing Up Skipper Barbie

Seperti yang kita tahu, anak-anak kecil perempuan pasti sering berimajinasi menjadi seorang wanita dewasa, salah satu figur yang menginspirasi mereka bisa kakak atau ibunya sendiri. Menyadari hal itu Mattel tak mau menyia-nyiakan kesempatan emas. Ia pun akhirnya merilis produk boneka barbie berlabel Growing Up Skipper Barbie di tahun 1975.

Digambarkan boneka ini adalah adik dari Barbie yang memiliki kecantikan tak kalah dengan kakaknya. Dan sebenarnya produk ini tak menjadi masalah jika saja tidak terdapat payudara ajaib di Growing Up Skipper Barbie.

Ketika lengan boneka ini diputar maka payudaranya akan bertumbuh semakin besar hehehe. Sahabat kejadiananeh.com, endingnya kamu bisa tebak sendiri kan?, akhirnya produk barbie ini juga ditarik dari peredaran. Namun setelah 4 tahun kemudian seri Growing Up Skipper Barbie kembali dijual, tentu dengan payudara permanen alias tidak bisa kembang kempes lagi.

Baca juga  Tarung Bebas Si Boncel VS Bongsor

3. Barbie Oreo

Dua tahun berselang pembuatan Growing Up Skipper Barbie. Mattel bekerja sama dengan Nabisco Oreo Cookies untuk memperkenalkan Fun Barbie Oreo. Tujuan dari kedua karakter boneka barbie berkulit hitam dan putih ini sebenarnya sebagai keragaman ras manusia yang berbeda satu sama lain.

Namun kali ini kritik datang dari para pemerhati budaya, mereka menilai Fun Barbie Oreo sudah berlaku rasis terutama pada orang berkulit hitam. Kata-kata ‘Oreo’ menggambarkan sosok wanita hitam di kulit tapi putih di dalam, persis seperti biskuit oreo. Lagi-lagi, endingnya boneka barbie oreo ditarik dari peredaran.

4. Sleepytime Gal Barbie

Karakter boneka barbie yang memakai baju tidur dan menghabiskan waktunya setiap hari dikamar untuk berdandan, menonton film, bergosip serta memakan cemilan adalah hal biasa. Tapi yang membuat ketidak wajaran ditemukan pada aksesoris timbangannya.

Disana tercatat beratnya hanya 50kg saja, tidak seimbang dengan tinggi tubuhnya, padahal boneka barbie harusnya dibuat berdasarkan realistis kehidupan manusia.

Dan yang membuat masyarakat mengkritik keras, ada buku milik Sleepytime Gal Barbie yang berisikan petunjuk, bagaimana cara menurunkan berat badan dengan satu petunjuk sederhana yakni Don’t Eat alias JANGAN MAKAN. Hayoo kalau anak-anak kecil sampai mengikuti saran dari boneka barbie ini bisa bikin runyam bukan?

5. Barbie Video Girl

Produk Boneka barbie yang menjadi kontroversi selanjutnya adalah Barbie Video Girl. Kali ini kritik tajam datang bukan dari para orang tua melainkan kalangan FBI. Yups agen intelijen FBI mengganggap serius bahaya yang mengancam anak-anak dari produk Barbie Video Girl. Boneka ini memang dilengkapi dengan fitur video yang bisa merekam sampai durasi 30 menit dan bisa ditransfer datanya ke TV atau komputer dengan menggunakan kabel USB.

FBI khawatir jika fitur video ini disalahgunakan untuk membuat rekaman pornografi anak kecil. Misalkan seorang pedofil sengaja memberikan boneka Barbie Video Girl ke anak kecil agar bisa merekam aktifitas pribadi mereka, dan kemudian mengkoleksi video rekaman mereka.

Tapi ini masih sebatas asumsi FBI saja dan belum pernah dilaporkan kasus yang mengarah ke perbuatan kriminal tersebut. Dan sampai kini penjualan produk Barbie Video Girl masih dijual bebas dan mendapat respon pembelian yang cukup baik dari konsumennya.

Baca juga  6 Putri Konglomerat Paling Cantik di Indonesia

6. Share A Smile Becky

Niat baik Mattel yang menciptakan seri boneka barbie Share A Smile Becky lagi-lagi menuai kontroversi dari masyarakat. Awalnya tujuan dari Share A Smile Becky, boneka barbie cacat yang duduk diatas kursi roda, agar lebih ‘dekat’ dan sebagai wujud kepedulian terhadap nasib anak-anak yang mengalami kekurangan/ ketidaksempurnaan fisik.

Tapi konsumennya banyak yang protes karena boneka Share A Smile Becky rambutnya terlalu panjang dan sering tersangkut di kursi rodanya. Protes terakhir datang dari seorang pelajar 17 tahun yang menderita cerebral palsy (kelumpuhan otak besar, dan organ tubuh).

Ia mengatakan kursi roda boneka Becky tidak muat saat masuk ke lift rumah Barbie (Barbie Dream House). Atas komplain tersebut, pihak Mattel memutuskan untuk tidak lagi memproduksi boneka Becky daripada harus merenovasi rumah, mobil dan aksesoris Barbie lainnya hanya gara-gara satu boneka saja.

7. Penampilan Boneka Barbie yang Terlalu ‘Dewasa’

Karakter boneka barbie selalu menggambarkan sosok perempuan baik-baik dan selalu memiliki pesona kecantikan. Tapi tidak pada tahun 2008, Mattel memproduksi seri Black Canary Barbie yang terinspirasi dari tokoh superhero wanita di Komik DC.

Mengenakan makeup tebal, jaket kulit hitam serta stocking seksi transparan yang nyaris memamerkan bagian kewanitaannya. Banyak orang tua menilai karakter Black Canary Barbie bukanlah mewakili tokoh superhero anak-anak, melainkan seorang wanita nakal yang sering menghabiskan waktunya di tempat-tempat hiburan malam. Oleh karena itu para orang tua takut karakter anak mereka akan tumbuh liar seperti gambaran Black Canary.

boneka barbie kontroversi

Kemudian kontroversial penampilan boneka barbie yang dianggap terlalu ‘dewasa’ juga pernah terjadi di tahun 2009. Mattel membuat Totally Stylin’ Tattoos Barbie, sebuah stiker tato yang ditempelkan ke bagian tubuh barbie, tepat diatas bokong barbie yang terukir nama pacarnya Ken. Dan bisa juga ditambahkan sticker ke bagian tubuh barbie lainnya.

Apa ini tidak menjadi masalah, jika anak-anak kecil tersebut sampai meniru untuk membuat tato di bagian bokong mereka, lengkap dengan tulisan nama pacar imajinasi mereka? Meskipun bukan tato sungguhan dan hanya temporary alias sementara, tapi tetap saja ini mengajarkan hal yang tidak baik untuk anak-anak kecil.