kejadiananeh.com

Doa Ikan di Laut untuk Menteri Susi dari Ancaman Nelayan Cantrang

Doa ikan-ikan di laut agar hati Ibu Susi semakin terketuk, ‘Ayoo Bu Susi, jangan menyerah! Perjuangkan nasib kami agar tidak terus menjadi tumbal keserakahan dan kerakusan para nelayan cantrang yang memburu kami. Haruskah kelangsungan hidup kami akan punah 10 atau 15 tahun yang akan datang, dan kisah kami hanya ada dalam buku sejarah saja. Begitulah kira-kira seandainya ikan beserta semua hewan yang ada dibawah laut bisa berbicara dari hati ke hati kepada Ibu Susi Pudjiastuti selaku Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia.

Kekhawatiran ini dimulai ketika para nelayan sudah lama menggunakan Cantrang yaitu alat pengeruk ikan yang bisa mengancam populasi hewan laut. Ibu susi mencontohkan jika sebuah cantrang memiliki panjang jaring 6 km maka hasil target yang bisa dicakup mencapai 280 hektar, jika dikilometerkan maka sekitar 2,8 km persegi. Itu baru satu kapal, bayangkan jika ada 5 kapal dengan cantrang berukuran demikian, maka bisa dipastikan cangkrang tersebut akan menyapu bersih seluruh ikan-ikan dan segala jenis hewan laut di Laut Maluku hanya dalam satu kali operasi saja dalam waktu yang bersamaan.

Doa Ikan di Laut untuk Menteri Susi

Ibu Susi yang sangat perduli dengan nasib kelautan Indonesia ini juga menambahkan, penggunaan cantrang oleh para nelayan bukan hanya bisa mengancam kepunahan ekosistem dan biota laut tapi juga bisa merusak kehidupan nelayan tradisional yang mengantungkan hidupnya untuk mencari ikan di pesisir pantai. Jadi intinya pelarangan cantrang bukanlah suatu kebijakan yang merugikan tapi justru sebaliknya akan memberikan keuntungan maksimal agar tetap berkelanjutan demi masa depan para nelayan, pengusaha perikanan sendiri beserta kelangsungan generasi keturunan ikan-ikan laut itu sendiri.

Oleh karena itu, Menteri Susi juga mengingatkan bahwa seharusnya para nelayan beserta pengusaha perikanan dapat lebih fokus memusatkan energi pada upaya meminimalisir kapal asing yang sekarang melakukan ilegal fishing di laut Indonesia ketimbang memprotes pelarangan cantrang yang bisa diganti dengan gill net.

‘Kita masih kesulitan menghadapi kapal-kapal asing yang masih banyak bermunculan, meskipun sebelumnya sudah kita tangkap dan hancurkan, seolah mati satu tumbuh seribu. Hari ini pun, saya mendapat kiriman foto-foto baru, ternyata kapal Fu Yuan Yu beroperasi di Kalimana, meneror nelayan-nelayan Kalimana. Dan ternyata operasi kapal Ilegal dari negeri seberang tersebut sengaja ditutup-tutupi dan sudah merupakan persengkongkolan dan kolusi, masing-masing oknum membawa kepentingan sendiri-sendiri dan lagi-lagi rakyat kecil dijadikan alasan, dijadikan tameng pembelaan. Ini sangat miris dan memprihatinkan, ungkap Susi.

Berbeda pendapat dengan Menteri Susi, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau yang akrab dipanggil dengan Cak Imin ini justru menilai kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyusahkan nelayan terkait larangan penggunaan cantrang atau trawl.

Dirinya meminta agar Ibu Susi segera mencabut Permen Kelautan Dan Perikanan No 2 Tahun 2015 tentang Larangan Penggunaan Alat Penangkapan Ikan Pukat Hela (trawl) dan Pukat Tarik (seinen nets). Karena kebijakan ini sangat merugikan nasib para nelayan, mereka kerap mendapatkan perlakuan kriminalisasi, ditangkap aparat Kepolisian karna menggunakan cantrang. Padahal Cantrang sebagai alat penangkapan ikan seperti kelompok pukat tarik berkapal (boat or vessel seines) sudah lama digunakan oleh para nelayan, mengapa sekarang dianggap sebagai perusak ekosistem laut.

Mereka juga hanya diberikan waktu hingga akhir juni tahun ini untuk segera mengganti Cantrang sebagai alat tangkap ikan mereka selama ini dengan alat yang ‘dianggap’ lebih ramah lingkungan. Ini kebijakan sepihak yang dibuat tanpa meminta mengajak berunding para nelayan, benar-benar arogan tanpa memperhatikan bagaimana nasib nelayan ke depannya yang hanya sekedar mencari sesuap nasi untuk keluarganya.

Cak Imin juga mengutarakan permohonannya kepada Kapolri agar pihaknya tidak menangkapi para nelayan yang menggunakan alat tangkap Cantrang, Kiranya para nelayan jangan sampai dikriminalisasi hanya karena berbeda pendapat dengan kebijakan Menteri Susi. Cak Imin juga akan terus memperjuangkan keberatan akan Permen Kelautan Dan Perikanan No 2 Tahun 2015 yang sangat-sangat merugikan para nelayan. Langkah selanjutnya, Ia akan meminta kepada Presiden Jokowi agar segera mencabut peraturan Menteri tersebut. Heem Cak Imin…Cak Imin 😀