Tradisi Mencari Jodoh Tarik Kepala Ayam Hidup Sampai Putus di China

Dari jaman baheula sampai zaman wassap bisa video call sekarang. Soal jodoh memang sangat vital untuk dibicarakan, ada berbagai macam tradisi, ritual cari jodoh di berbagai negara dari yang unik, aneh sampai menyeramkan. Seperti tradisi mencari jodoh tarik kepala Ayam hidup sampai putus di China. Tradisi kuno yang sudah dipelihara sejak 500 tahun lalu ini mengharuskan para pemuda-pemudi jomblo dari suku Kam (dijuluki juga sebagai suku Dong) Desa Gantuan untuk berebut ayam hidup agar bisa mendapatkan impian pujaan hatinya nanti.

Berlokasi di Provinsi Guizhou, masyarakat Desa Gantuan selalu merayakan tradisi tarik kepala ayam hidup-hidup ini setiap tahunnya. Prosesi acara dimulai dari tahap ‘steal the chicken at the drum tower’ yaitu para pemuda jones diharuskan mencuri ayam hidup di menara. Mereka akan saling berjuang memperebutkan ayam yang sudah diletakkan di puncak menara sebelumnya oleh calon pengantin atau pihak keluarga perempuan.

Sejarah Tradisi Mencari Jodoh Tarik-tarikan Kepala Ayam Hidup sampai Putus di China

Tradisi Mencari Jodoh Tarik Kepala Ayam

Menurut mitos leluhur suku Kam di Desa Gantuan, tradisi cari jodoh dengan tarik ayam hidup ini bermula dari kisah seorang pengantin wanita yang menolak dinikahkan dengan sepupunya sebab dirinya sudah mencintai laki-laki lain. Tak ingin egois alias memaksa, akhirnya pihak keluarga memutuskan bahwa pria yang menjadi pacarnya tersebut harus bersaing dengan calon dari keluarganya sendiri. Siapapun pemenangnya nanti sang wanita harus bersedia menerima pinangan dengan hati yang tulus.

tradisi tarik ayam

Perlombaan dimulai dari pihak laki-laki yang menjadi pacarnya dengan laki-laki dari pihak keluarga. Mereka berdua harus menjadi orang pertama yang berhasil menarik kepala ayam atau bebek sampai putus, siapa yang lebih cepat dialah yang menjadi pemenang dan berhak meminang dengan si perempuan.

Baca juga  Fenomena Hujan Es dan Pelangi Kembar di Jakarta, Pertanda Apakah Ini?

Tradisi aneh agar enteng jodoh ini sempat redup seiring perkembangan zaman, namun di tahun 1990 an tradisi ini kembali dihidupkan sebagai bagian ‘sakral’ dari ritual kebudayaan masyarakat asli setempat sekaligus objek pariwisata. Namun prosesi sudah jauh berbeda karena bukan lagi dua pria yang menarik ayam atau bebek, melainkan beberapa ayam tumbal yang digantung pada tiang bambu dan dipegang oleh wanita-wanita jomblo, jumlah ayam ini disesuaikan dengan jumlah mereka.

ritual tarik ayam

Kemudian para bujang jahanam akan bersaing sekuat tenaga memperebutkan ayam hingga putus kepalanya. Ritual ini terus berlanjut saling tarik-tarikan antara pria dan wanita sampai jumlah ayam di tiang bambu sudah habis semua. Setelah itu akan masuk kontestan baru menggantikan yang lama ke tengah lapangan.

tradisi cari jodoh

Ada suka cita luar biasa dari para penonton yang tertawa riuh menyoraki aksi mereka. Padahal disisi lain, ayam-ayam tak berdosa tersebut menahan sakit luar biasa sampai sakaratul maut menjemput dan penderitaan mereka hanya dijadikan objek kesenangan oleh manusia yang katanya makhluk berakal ciptaan Tuhan paling sempurna di muka bumi 😀

Tradisi tarik kepala ayam hidup ini sempat mendapat kecaman keras dari lembaga-lembaga kemanusian serta organisasi pelindung satwa di berbagai dunia agar tradisi kuno mengerikan ini bisa dihentikan karena begitu sadis menyiksa hewan. Namun sampai hari ini belum ada tanggapan dari Pemerintah China, dan faktanya memang di China tidak ada undang-undang khusus yang melindungi hewan dari kekejaman, penganiayaan serta penyiksaan manusia.

tradisi tarik-tarikan

Jangankan itu, hewan peliharaan seperti kucing dan anjing saja, masih bebas untuk diperlakukan semau udel mereka contohnya Festival Yulin dimana setiap tahunnya puluhan ribu anjing dan kucing disiksa dan dimasak hidup-hidup hanya untuk sebuah tradisi peninggalan leluhur mereka yang katanya harus dilestarikan.

Baca juga  Celana Jeans Robek Super Seksi Carmar Denim Dijual Online 2,3 Juta, Ini Celana apa Kain Rombeng?

tradisi menyeramkan

kepala ayam