kejadiananeh.com

Dilarang Pinjam Ambulans! Jenazah Dibawa Pakai Sarung oleh Warga Bulukumba

Terulang kembali kasus mengantar jenazah yang tak layak. Kali ini terjadi di Bulukumba, Sulawesi Selatan. Gara-gara warga Bulukumba dilarang pinjam Ambulans oleh Puskesmas, jenazah almarhum Mappi terpaksa dibawa pakai sarung. Dengan menggunakan sebilah bambu besar beralaskan kain sarung, jenazah Mappi ditandu oleh warga sejauh 5 kilometer menuju rumah duka.

Mappi warga Bongoro, Kelurahan Laikang Kec Kajang Kab Bulukumba itu menghembuskan napas terakhirnya di puskesmas setempat pada hari Kamis tanggal 24 Agustus kemarin tepat jam 2 pagi. Ketika mayat Mappi hendak dibawa pulang ke rumah, warga yang mengiringi berinisiatif untuk meminjam mobil ambulan milik Puskesmas, dikarenakan hanya ada mobil itu saja yang terparkir dihalaman. Pihak puskesmas tidak menyediakan mobil jenazah.

jenazah dibawa pakai sarung

Lucunya ketika sudah mengutarakan maksud mereka pihak puskesmas tidak mengizinkan mobil ambulans itu dipakai untuk mengantar jenazah Mappi. Mereka beralasan Puskesmas memang tidak menyediakan mobil antar jenazah, ambulan mereka khusus dipakai hanya untuk mengantar orang sakit saja atau orang yang mengalami kecelakaan dan situasi darurat.

Karena tak ada pilihan lain, Jenazah Terpaksa Dibawa Pakai Sarung. Dengan bermodalkan sebatang bambu dan selembar sarung bekas pakai warga. Jenazah Mappi diarak warga menembus kegelapan malam, sepintas orang-orang melihatnya seperti warga sedang membawa hasil buruan dari hutan.

Menanggapi polemik jasad warga yang ditandu memakai sarung ini. Sitti Hayanti Madjid selaku Kepala Puskesmas Kajang membenarkan peristiwa itu terjadi di lokasi puskesmas yang ia pimpin. Sitti membenarkan perbuatan karyawannya kalau pihaknya memang tidak mengizinkan mobil ambulans milik mereka dipinjam untuk mengantar jenazah Mappi.

Video Jenazah Mappi dibawa Pakai Sarung Sejauh 5 Kilometer dari Puskesmas Kajang oleh Warga Bulukumba Sulawesi Selatan

Hal itu karena berdasarkan regulasi yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah Daerah setempat. Karna peruntukkan mobil ambulan hanya boleh digunakan untuk mengantar atau menjemput pasien sedangkan untuk mengantar mayat hanya menggunakan mobil jenazah saja.

Kebetulan di Puskesmas kami memang tidak menyediakan mobil Jenazah, jadi kami tidak bisa berbuat banyak meskipun ada rasa kasihan melihat warga membawa jenazah keluarga mereka sendiri, sebab sebagai bawahan kami hanya menerapkan aturan dari atas saja, mohon dimengerti ungkap  Sitti Hayanti.