Jenazah Abadi Santa Bernadette Soubirous yang Tetap Utuh dan Cantik Sempurna

Hari itu tanggal 22 September 1909 menjadi saksi sejarah pengangkatan jenazah abadi Santa Bernadette Soubirous yang masih tetap utuh, seolah tubuhnya baru dimakamkan kemarin hari, fisiknya juga masih cantik sempurna, tidak ada tanda-tanda kerusakan, masih segar dan tak tercium bau busuk padahal jasad St Bernadette Soubirous sudah lama dimakamkan sejak 16 April 1879. Jadi bagaimana mungkin rentan waktu 30 tahunan itu tidak terjadi pembusukan pada tubuhnya? Apakah ini keajaiban?

Bermula pada pengajuan permohonan Beatifikasi untuk Bernadette Soubirous di tahun 1909 itu. Beatifikasi (beatus ) adalah suatu pengakuan atau pernyataan dari Gereja Katolik untuk orang yang telah meninggal bahwa orang tersebut dalam golongan orang yang berbahagia/orang suci. Tidak sembarangan orang bisa mendapatkan Betafikasi ini, hanya orang selama hidupnya telah membuktikan bekerja sangat keras untuk kebaikan atau memiliki keistimewaan secara spiritual seperti melakukan mukjizat.

Gambar Jenazah Abadi Santa Bernadette Soubirous yang Tetap Utuh dan Cantik Sempurna 

Jenazah Abadi Santa Bernadette Soubirous

Uskup Gauthey dari Nevers bersama perwakilan dari Gereja lah yang melakukan identifikasi jenazah Bernadette Soubirous. Dihadapan Walikota, para Imam, Dokter ahli bedah, biarawati dan peserta lain, makam yang berada di dalam Kapel Biara itu kemudian dibongkar, digali dan jenazah berhasil diangkat keluar dari dalam tanah.

Betapa terkejutnya semua yang hadir menyaksikan jenazah Santa Bernadette Soubirous itu masih tetap utuh dan segar, sama persis keadaannya ketika ia baru meninggal dunia. Tubuhnya yang mungil itu terbalut rapat dalam  jubah ordo biarawati di mana Bernadette Soubirous tinggal. Jubahnya tampak lembab dan hanya wajahnya yang cantik beserta kedua tangannya yang menggenggam kalung Rosario yang terlihat.

Dokter Jourdan selaku dokter ahli bedah mengamat-ngamati jenazah yang menakjubkan itu. Ia melihat jelas seluruh gigi dalam mulut masih dalam keadaan sempurna, begitupun dengan organ tubuh dalam dan kuku-kuku ditangannya. Jika melihatnya sekilas ia seperti masih hidup, karena  galur-galur urat darah halus di lengan bagian bawah masih tampak jelas.

Setelah proses identifikasi jenazah selesai, para biarawati kemudian membasuh tubuh Bernadette  dan memakaikan jubah baru. Berlapiskan kain sutera putih di peti makam, jenazah Bernadette dikuburkan kembali. Namun pengangkatan jenazah ini bukanlah untuk yang pertama dan terakhir kalinya.

St Bernadette Soubirous

Di bulan Agustus 1913, Paus Pius X memerintahkan penyelidikan untuk kanonisasi atas Bernadette dan itu mengartikan bahwa jenazahnya harus diangkat kembali dari kubur. Rencana ini sempat tertunda akibat pecahnya perang dunia pertama hingga proses penggalian baru terlaksana di bulan April 1919. Proses identifikasi jenazah masih berlangsung dengan cara yang sama, tapi lagi-lagi keanehan terjadi. Jenazah Bernadette Soubirous masih tetap utuh tanpa mengalami kerusakan sedikit pun.

Di bulan November 1923, Paus memaklumkan keotentikan ‘keistimewaan’ pada Santa Bernadette Soubirous hingga proses beatifikasi dapat dimulai dan makam mau tak mau harus digali untuk ketiga kalinya, lagi-lagi jasad masih utuh sempurna. Tujuannya agar Relikwi, yakni bagian tubuh atau benda yang bersentuhan dengan santa atau santo dapat dikirim ke Roma, Lourdes dan Rumah suster -suster Nevers di seluruh dunia.

Baca juga  Horor! Motor Hantu Bisa Jalan Sendiri di Malaysia

2 tahun setelah itu tepatnya di bulan April tahun 1925, dilakukan penggalian makam Santa Bernadette Soubirous untuk ke empat kalinya. Melibatkan Dr Talon sebagai Dokter ahli bedah untuk mengambil relikwi-relikwi dari jenazah Bernadette. Betapa takjubnya ia melihat keutuhan anatomi jasad Santa Bernadette Soubirous yang begitu sempurna dari rangka serta keseluruhan otot-otot tubuh, padahal ia SUDAH WAFAT LEBIH DARI 46 TAHUN.

Foto St Bernadette Soubirous Saat Meninggal Dunia 16 April 1879

Wajahnya yang masih tetap cantik dan segar seakan mengartikan kalau beliau masih ‘hidup’ dan hanya sedang tertidur saja. Atas fakta ini Dr Talon membuat laporan dalam jurnal kedokteran, bahwa ini fenomena aneh yang tak dapat dijelaskan oleh sains maupun medis. Sebagai Dokter ahli bedah tentu dia dapat membedakan jenazah yang memakai bahan pengawet atau tidaknya seperti pada proses mumifikasi tubuh manusia.

Namun akibat proses pengangkatan jenazah sebanyak 4 kali dan selalu melakukan pembasuhan jenazah hingga terkontaminasi oleh organisme udara, kondisi kulit wajah pada jenazah abadi Santa Bernadette sedikit mengalami pudar warnanya hingga ia mengusulkan untuk melapisi bagian wajah serta kedua tangan dengan lapisan lilin yang sangat tipis untuk menimbulkan kembali warna cerahnya. Perusahaan Pierre Imans yang berlokasi di Paris ditunjuk untuk melakukan proses pelapisan lilin tipis ini.

Selang 2 bulan kemudian tanggal 14 Juni 1925, Paus Pius XI mengumumkan bahwa Bernadette Soubirous telah dibeatifikasi dengan gelar Beata. Dan jenazahnya boleh dipertontonkan dan diberikan penghormatan oleh umat beriman dari seluruh penjuru dunia.

Di peti makam yang terbuat dari perak dan kristal inilah jenazah Santa Bernadette Soubirous disemayamkan. Pada wadah relikwi tampak gambar-gambar penampakan Bunda Maria di Lourdes serta bunga-bunga lili sebagai simbol kemurnian dan kesucian dari Bernadette Soubirou.

Marie-Bernarde Soubirous

Pada bagian atas wadah Relikwi terukir tulisan N.D. de L. (Notre Dame de Lourdes), dengan seuntai kalung rosario dililitkan sekelilingnya. Bulan Agustus di tahun yang sama tempat untuk umat melakukan ziarah ke makam Santa Bernadette dipindahkan ke bagian kapel utama biara sampai dengan hari ini jenazah abadinya yang masih tetap utuh tidak pernah dipindahkan lagi.

Biografi Singkat St Bernadette Soubirous

Marie-Bernarde Soubirous adalah nama asli dari Bernadette Soubirous, anak dari Francois Soubirous dan Louise Casterot. Fisik Marie Bernarde semasa kecil sangat mungil itulah sebabnya ia dipanggil dengan nama Bernadette (Bernarde kecil). Dilahirkan pada 7 Januari 1844 dan meninggal dunia 16 April 1879 ketika usianya genap 35 tahun.

Sejak masih Bayi, Marie Bernarde selalu menderita sakit-sakitan terutama penyakit asma. Anehnya ia tidak pernah mengeluh justru semua penderitaan itu ia berikan kepada Tuhan sebagai penebusan orang-orang berdosa. Tanggal 11 Februari 1858 menjadi titik pencerahan dalam Hidup Marie-Bernarde Soubirous karna Bunda Maria telah menampakkan dirinya kepada Bernadette sebanyak 18 kali di Gua Massabielle, tepi sungai Gave di Lourdes, Perancis.

Baca juga  5 Jembatan Paling Angker di Indonesia, Berani Lewat?

Awalnya ia tidak tahu siapakah wanita cantik misterius itu dan apa yang ia inginkan darinya. Namun pada penampakannya yang ke 16 kali, barulah wanita cantik misterius itu mengungkapkan jati dirinya dan berkata ‘Que Soy Era Immaculada Conceptiou’ atau ‘I Am The Immaculate Conception’ yang artinya Akulah yang Dikandung Tanpa Dosa.

Foto Bernadette Soubirous Semasa Hidup

jenazah abadi

Meski menjadi hamba pilihan dari Bunda Maria tak membuat Bernadette Soubirous  berbesar kepala, saat teman-temannya sesama suster menanyakan apakah ia bangga menjadi hamba pilihan, Bernadette langsung membalas dengan cepat, justru aku dipilih karena akulah yang paling hina dari kalian. Bernadette menjawab dengan kerendahan hatinya yang paling dalam.

Sejak peristiwa penampakan Bunda Maria di Gua itu Bernadette Soubirous banyak menerima hinaan dari orang-orang yang tak mau percaya dengan penglihatannya. Bahkan Kepolisian setempat juga mengancam akan memenjarakan Bernadette jika masih balik ke Gua Massabielle.

Hanya sehari saja ia mampu mengendalikan dirinya untuk tidak lagi balik ke gua itu, namun setelah 2 hari batinnya terus memaksa untuk datang ke gua itu. Hingga ketika tiba di gua Suster Marie Bernarde mendengar suara ‘ minumlah dari sumber air ini dan mandilah di situ’.

Betapa bingungnya ia tidak ada sumber mata air di dalam gua itu. Namun entah kenapa ia justru mulai menggali tanah dengan kedua tangannya sendiri tanpa alat bantuan. Sontak perbuatannya tersebut membuat orang-orang yang lalu lalang di dekatnya menganggap Suster Marie Bernarde sudah gila.

Tiba-tiba tanah terasa lembab dan mulai timbul air. Ia langsung meminumnya dan membasuh wajahnya dengan air yang masih bercampur tanah. Tapi lagi-lagi orang menganggapnya itu hanya tipuan dari Marie Bernarde.

Beberapa hari kemudian lubang yang digali oleh Marie Bernarde semakin deras keluar  air dan menjadi sumber mata air yang jernih. Berduyun-duyun warga setempat menghampiri dan mengambil air untuk diminum dan dibawa pulang untuk mandi.

Kejaiban terjadi banyak dari mereka yang menderita penyakit, kelumpuhan mengalami kesembuhan karena telah mengkonsumsi air di Gua tempat Bunda Maria menampakkan diri kepada Marie Bernarde (Santa Bernadette Soubirous).

Gua Maria di Lourdes Perancis, Di Tempat Inilah Bunda Maria Menampakkan Dirinya Kepada Santa Bernadette Soubirous Sebanyak 18 Kali

Gua Maria di Lourdes Perancis

Gua Maria di Lourdes ini sampai sekarang menjadi tempat ziarah suci terbesar paling banyak dikunjungi oleh puluhan juta umat Katolik tiap tahunnya setelah goa Maria di Guadalupe, Meksiko dan Gua Maria di Fatima, Portugal. Biasanya para penziarah mendatangi tempat ini setelah berkunjung dari Kapel Biara St. Gildard di Nevers tempat jenazah abadi Santa Bernadette Soubirous bersemayam.