Wanita Bercadar yang Perduli Nasib Anjing Liar (Hesti Sutrisno)

Makanan ini mungkin tidak seberapa, tapi setidaknya dapat ‘mengganjal’ rasa haus dan kelaparan yang kini kau rasakan. Datanglah dan bersembunyi juga dirumahku jika ada orang jahat yang mengejarmu‘, ungkap Hesti Sutrisno Wanita bercadar yang perduli akan nasib anjing-anjing liar jalanan.

Persahabatan Hesti dengan anjing liar berwarna hitam yang ia namakan Jhon itu bermula saat ia menemukan Jhon dalam keadaan kelaparan dan haus. Tubuhnya yang hitam merintih di pojok rumah kosong. Tak tega hati Hesti melihat pemandangan itu, hati nuraninya berkata agar ia segera menghampiri anjing malang itu. Ia kemudian membawanya pulang ke rumah untuk dirawat.

Foto Hesti Sutrisno, Wanita Bercadar di Tangerang yang Bersahabat dan perduli dengan Nasib Anjing-anjing Liar (image by facebook The Jakarta Globe)

wanita bercadar yang perduli anjing liar

Setelah Jhon pulih kembali, Hesti melepaskan kembali anjing itu. Ia takut kalau Jhon ternyata anjing peliharaan orang lain. Namun belum ada satu hari kepergian Jhon, terdengar suara anjing menangis dan merengek untuk masuk ke dalam rumah lagi. Suami hesti berkata, sepertinya itu Jhon di depan pintu. Biarlah ia tinggal disini bersama kita.

Foto Jhon saat masih kecil, ditemukan di sebuah rumah kosong dalam keadaan kelaparan dan haus

wanita bercadar pelihara anjing

Setelah Jhon hesti menemukan Gufi, seekor anjing kecil yang di buang pemiliknya di pinggir sungai. Sama ia memperlakukan Gufi dengan penuh kasih sayang, ia rawat dan tumbuh besar di rumahnya.

Namun kebaikan hati wanita berjilbab dan bercadar yang tinggal di Tangerang itu menjadi cemohan orang-orang. Banyak yang menghinanya sebagai orang kafir, menista agama karena telah memelihara anjing sebagai hewan najis. Penampilan hijab dan cadarnya hanyalah kedok menutupi kenajisannya ungkap mereka.

Foto Hesti Sutrisno dan Jhon anjing pertamanya

Hesti-Sutrisno

Tanpa tedeng aling-aling mereka ngatain saya kafir, Islam boong-boongan. Saya tidak pernah perdulikan apalagi membalas, kalau saya balas apa bedanya saya dengan mereka. Namun ada juga mereka yang mau ‘terbuka’ dan mendengarkan tanggapan saya. Saya ceritain dari awal, akhirnya dari situ mereka minta maaf karna berpikiran jelek alias berprasangka buruk.

Baca juga  11 Hewan Berumur Paling Pendek di Dunia

Bingung juga dengan saudara-saudara se Muslim saya, apa yang lantan dipersalahkan? Anjing juga ciptaan Allah, soal Najis yang dipermasalahkan? Kan Allah sudah kasih tata cara untuk mensucikannya kembali, kita juga sudah mengerti hal itu.

Dua Wanita Berhijab yang Bersahabat dengan Anjing dan Menuai Kecaman Keras di Indonesia

Tapi wanita bercadar berhati emas itu tak mau menggubris hinaan mereka. Justru membuat dirinya semakin bersemangat untuk memperhatikan nasib hewan-hewan yang kurang beruntung. Selain Jhon dan Gufi, kini anak-anak kaki empatnya semakin bertambah. Ada 9 ekor anjing dan puluhan kucing liar yang tinggal dirumahnya. Semua punya cerita sendiri sebelum diadopsi, ada juga Tujuh anak anjing lainnya ia selamatkan setelah induknya mati digebukin orang.

hukum memelihara anjing

Bersama Suami dan kedua anaknya mereka merawat bersama tanpa pernah meminta bantuan orang lain. Lalu darimana Hesti mendapatkan uang untuk membiayai anjing dan kucing yang ia rawat?

Awalnya ia juga kesulitan karna penghasilan suaminya juga tak seberapa. Untungnya semua kesulitan itu sudah terbantu dengan ia berjualan kripik. Masih teringat jelas dalam ingatan wanita bercadar itu ketika pertama kali berjualan, ia berbicara kepada Jhon. Kita gak akan lapar lagi Jhon, bunda sudah jualan… Terima kasih sudah nemanin bunda sampe gede, Gufi dan Jhon semasa dulu kadang satu hari gak makan ungkap Hesti mengenang masa-masa sulit itu.

Bersama Gufi, anjing kedua yang ditemukan Hesti di pinggir sungai saat masih kecil.

air liur anjing najis

Hesti sendiri sebenarnya sangat takut dengan anjing, karna ia sering mendengar cerita orang kalau anjing liar sering mengejar dan menggigit orang yang lewat di dekatnya. Hingga ia meminta ditemani tetangganya saat pertama kali memberi makan Jhon yang sering berkeliaran di kompleks rumahnya. Hesti sering membisikkan ke telinga Jhon, kalau ada orang yang berniat jahat larilah secepat mungkin atau bersembunyi.. Bila lapar datanglah ke rumah.

Baca juga  13 Mitos Aneh Memelihara Anjing Raksasa Di Indonesia

Sependapat dengan Hesti Sutrisno, wanita pengasuh Pondok Pesantren Annizhomiyyah di Banten bernama Neng Dara Affiah juga memiliki posisi sama dengan Hesti. Neng Dara Affiah, pengasuh Pondok Pesantren Annizhomiyyah, Banten yang juga Dosen di Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia, mengatakan ‘memiliki posisi sama’ dengan Hesti.

Anak-anak Hesti juga diajarkan olehnya untuk mencintai Anjing dan kucing yang nasibnya kurang beruntung

muslimah memelihara anjing

Jadi seluruh makhluk Tuhan di muka bumi, haruslah kita sayangi, ketika bu Hesti menolong anjing, justru perilaku itu mencontohkan seorang muslim yang baik baik, saya sendiri juga memelihara seekor anjing yang dibuang oleh majikannya di depan rumah saya. Jadi anjing itu dibuang dan menangis di depan pintu rumah saya sepertinya ia kelaparan dan kehausan. Setelah saya pelihara ia sangat menyayangi saya begitupun dengan setiap keluarga di rumah saya. Ia seperti ingin melindungi dan menjaga keluarga saya.

anjing lucu

Dari Bung Karno, Ulama K.H Mas Mansyur dan Raja-raja Muslim yang Bersahabat Baik dengan Anjing

Ia menambahkan bahwa ‘dalam tradisi fikih Islam, yang najis ketika anjing menjilat tubuh kita, saat salat tak dibasuh, jadi kita harus bersihkan terlebih dahulu. Jadi tak ada hubungannya sama sekali ketika memelihara, memberi makan, tak ada ayat yang melarang karena justru ayat yang paling kuat dalam Islam, ketika memelihara alam semesta begitupun sebaliknya alam semesta akan memelihara kita. Bukankah Islam adalah agama rahmatan lil ‘alamin ungkap Neng Dara Affiah.