Video Intimidasi Massa #2019GantiPresiden kepada #DiaSibukKerja di Car Free Day (CFD)

Bocah laki-laki itu menangis histeris, ia tak tahu mengapa orang-orang berkaus hitam itu mengerumuni dirinya. Sementara sang Ibu berkata, Kita enggak takut, ya Pi, kita benar! Kita enggak akan pernah takut sambil terus memeluk tubuh anaknya yang ketakutan. Ditengah kerumunan massa yang berteriak sang ibu juga sempat berteriak, ‘Masya Allah kalian ini. Masya Allah! Ibu-ibu kalian beginikan, perlakukan seperti ini. Muslim apa kalian? ucapnya, kepada gerombolan massa #2019GantiPresiden dengan nada suara tinggi.

Foto Massa #2019GantiPresiden (Pendukung Prabowo) Meng Intimidasi Laki-laki Pendukung #DiaSibukKerja (Pro Jokowi)

Massa #2019GantiPresiden (Pendukung Prabowo) Meng Intimidasi Laki-laki Pendukung #DiaSibukKerja (Pro Jokowi)

Sebuah video Intimidasi Massa #2019 GantiPresiden kepada massa #DiaSibukKerja di Car Free Day (CFD) beredar viral di media sosial. Diunggah pertama kali oleh akun Youtube Jakartanicus dengan judul, Tindakan Intimidatif dari Kelompok Ber-identitas #2019GantiPresiden.

Dalam rekaman video berdurasi 2 menit 26 detik itu memperlihatkan jelas tindakan intimidasi massa pendukung prabowo (#2019GantiPresiden) kepada massa pro Jokowi (DiaSibukKerja). Kejadian intimidasi tersebut terjadi saat berlangsungnya acara hari bebas berkendara (Car Free Day) di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat Minggu kemarin.

Setidaknya ada tiga insiden diduga intimidasi dalam video tersebut terhadap orang-orang yang mengenakan kaus #DiaSibukKerja.

Yang pertama saat sejumlah pria berkaus #2019GantiPresiden tampak menyodorkan beberapa lembar uang ratusan ribu kepada pihak pendukung Jokowi sambil mengucapkan, dibayar berapa?? Tangan si pengintimidasi juga terlihat terus memaksakan uangnya. Sementara beberapa orang dibelakangnya meneriaki dengan ucapan, Woyy malu malu hei, Dasar Cebong cebong!!

Pria berkaus #DiaSibukKerja itu hanya menjawab, Enggak dibayar namun dengan raut wajah ketakutan karna ditekan dan dikerumuni banyak orang. Tak puas sampai disitu saja, salah seorang yang lain ngomong, Nih saya tambahin, udah kenyang belum kata yang lain menimpali.

Baca juga  Situs Kejaksaan Agung dan Dewan Pers Diretas Hacker

Tapi pria berkaos #DiaSibukKerja itu tetap pada pendiriannya dia menyatakan dirinya tidak dibayar sama sekali, ini hanya sebagai bentuk dukungan terhadap pemerintahan Jokowi. ‘Enggak dibayar, sumpah ucapnya sambil berjalan menerobos sekumpulan Massa #2019GantiPresiden yang mengintimidasi dirinya.

Tanpa Rasa Belas Kasihan Seorang Ibu Bersama anaknya juga Menjadi Korban Intimidasi Gerombolan Pekok #2019GantiPresiden

Video Intimidasi Massa #2019GantiPresiden kepada #DiaSibukKerja di Car Free Day (CFD)

Insiden berikutnya dialami oleh pria bernama Stedi Repki Watung (37). Dirinya mendapatkan diintimidasi saat berolahraga di Car Free Day (CFD) Bundaran HI. Dia kemudian melaporkan tindakan tak terpuji tersebut ke Polda Metro Jaya didampingi oleh Perkumpulan Advokasi Hukum Indonesia Hebat (Padi Hebat).

Awalnya dia menolong seorang anak kecil yang dihadang oleh kelompok yang memakai baju #2019GantiPresiden. Stedi kemudian berusaha menolong anak tersebut tapi gantian setelah anak kecil itu lari, dirinya dihadang oleh kelompok yang memakai kaus #2019GantiPresiden.

Mereka berkata, Ah ini orangnya! Kemudian memaksa buka baju. Dijejel uang, dikipas-kipas lembaran uang merah di depan mukanya. Terus biomongin berapa duit, berapa duit, kamu mau duit berapa? Asalkan kaus berwarna putih #DiaSibukKerja yang melekat ditubuhnya itu mau dibuka. Tak berhenti disitu, tangan-tangan mereka juga memaksa untuk melepas kausnya, namun dia tetap mempertahankannya.

Video Intimidasi Massa #2019GantiPresiden kepada #DiaSibukKerja di Car Free Day (CFD)

Saya gak rela kaus saya dibuka, buat apa coba? Nanti kalau dibuka pasti mau diinjak-injak oleh mereka. Saya tetap mempertahankan presiden saya Jokowi yang berjuang untuk rakyat kecil. Namun saya menahan emosi dan memilih balik arah ungkap Stedi.

Dan insiden terakhir dialami oleh seorang ibu bersama anak laki-lakinya. Untuk bisa lepas dari kerumunan itupun ia harus dipisahkan dan diselamatkan oleh warga lain. Apakah ini yang dinamakan Demokrasi? Beraninya mengintimidasi seorang wanita dan anak kecil, itupun ramai-ramai keroyokan dan semuanya berjenis kelamin laki-laki, sangat memalukan!!