Krisis Venezuela, Buat Makan aja Bayar 1,7 Miliar

Apa-apa serba mahal sekarang di negara Venezuela, untuk membeli sebungkus tisu saja harganya 2 juta, ayam seekor dijual 14 juta. Itu belum seberapa, nih ya yang paling bikin kaget…warga negara kita Indonesia yang kebetulan sedang berlibur ke Venezuela harus merogoh kocek 1,7 miliar untuk makan di restoran, padahal cuma 20 porsi makanan saja.

Meski terdengar mengerikan, untungnya harga-harga ini tidak dalam mata uang rupiah melainkan bolivar alias mata uang Venezuela. Ya negara tetangga kita ini sekarang sedang mengalami krisis keuangan akut…Hiperinflasi mata uang. Dimana 1,7 miliar Bolivar setara dengan 7 juta rupiah mata uang kita.

Mata Uang Venezuela Ambruk, Harga Daging Sapi Sekilo saja 9,5 juta Bolivar, itu per kilogram loh

Jadi bisa dibayangkan dong kalau kita sedang ingin makan pecel ayam, nasi goreng dsbnya harus membawa uang bolivar satu tas ransel penuh untuk membayar belanjaan kita. Itu baru makan, gimana belanja ke Mall, misal beli kancut baru pengganti sebelumnya yang banyak sirkulasi udaranya…Wahh harus nyiapin uang di bagasi mobil sepertinya.

Ayam seekor yang biasa kita beli dari 26 ribu sampai 32 ribu, di negara Venezuela dijual seharga 14,6 juta Bolivar

Krisis Venezuela

Sebuah pengalaman unik dari WNI bernama Tri Astuti, dapat menggambarkan bagaimana suasana negara Venezuela yang sedang dilanda krisis keuangan, begini ceritanya;

Tri Astuti selaku pelaksana fungsi ekonomi kedutaan Indonesia di Caracas menceritakan acara makan bersama sekitar 20 orang temannya dengan menu makan siang biasa, tidaklah mewah tapi terpaksa dibayar melalui transfer bank tambahan karena dana yang ada tidak cukup.

Tomat Sekilo = 5 juta bolivar

Ketika kami bayar harganya 1,7 miliar (bolivar) dan di akun kami hanya ada satu miliar, jadi sama restorannya dikasih nomor rekening untuk ditransfer. Jadi asas kepercayaan saja, karena internet banking sibuk, banyak orang yang transfer, cerita Tri Astuti tentang acara yang diadakan pada tanggal 14 Agustus lalu.

Baca juga  Guru Bahasa Inggris Cantik di Thailand Ini Sukses Bikin Aki-Aki Tua Keladi Mimisan

Pembalut Wanita Sebiji Dijual 3,5 Juta Bolivar

Sekedar informasi, untuk menghindari membawa uang berkantung-kantung, banyak warga Venezuela yang memilih mentransfer uang untuk transaksi kecil sekalipun di tengah harga yang melejit. Ambruknya perekonomian Venezuela ditandai antara lain dengan hiperinfilasi, padam listrik, kekurangan pasokan makanan dan obat-obatan.

Dan yang paling gila nih gara-gara krisis Moneter di Venezuela, karyawan perusahaan digaji bukan dengan uang tapi dengan Telur Ayam. Situasi ini menyebabkan jutaan warga Venezuela keluar dari negara yang dulu dikenal kaya minyak itu.

Popok Bayi seharga 8 juta Bolivar

Menurut data dari PBB, 2,3 juta warga Venezuela meninggalkan negara itu sejak 2014 saat krisis ekonomi mulai menggigit akibat jatuhnya harga minyak dunia. Banyak yang menyalahkan Presiden Nicols Maduro dan pemerintahnya atas situasi suram negara itu, karna hanya mengandalkan minyak saja, dan terjawab sudah ketika krisis melanda tidak ada pemasukan uang lagi seperti sektor pariwisata misalnya.

Ingin membuat sayur sop wortel, kamu cukup menebusnya dengan 3 juta bolivar

Mata uang Bolivar Venezuela begitu ambruk nilainya nyaris tidak berharga, menyusul kemerosotan ekonomi yang parah. Nilai uang satu dollar setara dengan 6,3 juta boliver atau 14500 rupiah mata uang Indonesia. Untuk membeli sebungkus popok harus merogoh kocek 8 juta bolivar, sekilo tomat 5 juta bolivar dan roti jepang alias softex senilai 3,5 juta bolivar..Gileee bener kan cuy 😀