kejadiananeh.com

Vaksin MR Mengandung Babi, HARAM tapi DIPERBOLEHKAN kata MUI

Apakah Vaksin MR Haram alias mengandung bahan dari babi? Ya bukan hoax dan memang benar vaksin imunisasi campak (measles,M) dan rubella (R)terbukti mengandung babi, tapi meski haram tetap boleh digunakan karna TERPAKSA dan satu hal lagi, mengingat PENTINGNYA PEMBERIAN VAKSIN MR ini.

Vaksin MR adalah pengganti Vaksin MMR yang sudah menghilang dari pasaran. Vaksin MR sudah menjadi bagian program vaksinasi wajib pemerintah Indonesia. Imunisasi Vaksin MR diberikan mulai dari usia anak 9 bulan sampai 15 tahun

Tak main-main izin penggunaan Vaksin MR yang menjawab keresahan umat muslim ini dinyatakan langsung oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menggelar rapat terkait sertifikasi label halal vaksin imunisasi campak (measles) dan rubella (MR). Keputusan sudah bulat telur ceplok tentang pro kontra vaksin MR bahwa vaksin MR HARAM tapi TETAP BOLEH DIGUNAKAN.

Vaksin MR Mengandung Babi, HARAM

Teknologi Vaksin Terbaru Bio Farma yang Sulit Dipalsukan

Keputusan tersebut ditetapkan dalam rapat pleno yang diselenggarakan di kantor MUI, Jl Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, pada malam Senin tanggal 20 Agustus 2018 kemarin. Ketua Komisi Fatwa MUI Hasanuddin AF, Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Niam Sholeh, dan Ketua Harian MUI Bidang Fatwa Huzaemah T Yanggo hadir dalam rapat pleno tersebut.

Memang fakta yang terbukti bahwa penggunaan Vaksin MR merupakan produk dari Serum Institute of India (SII) dimana proses produksinya menggunakan bahan yang berasal dari hewan si hidung pesek babi. Hasil ini diperkuat dari penelitian Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika (LPPOM), yang menjelaskan ada dua kandungan penyebab vaksin MR haram.

Pertama adalah kandungan kulit dan pankreas babi, kedua organ tubuh manusia yang disebut human deploit cell. Jadi bukan bahan babi saja yang menyebakan HARAM tapi juga penggunaan organ tubuh manusia sebagai obat/imunisasi yang jelas-jelas diharamkan.

Keputusan mengenai vaksin imunisasi campak (measles,M) dan rubella (R) ini tertuang dalam Fatwa MUI Nomor 33 Tahun 2018 tentang Penggunaan Vaksin MR dari SSI untuk Imunisasi (foto Konferensi pers MUI soal vaksin MR, Image by Mochamad Zhacky Kusumo/detikcom)

Vaksin MR Haram tapi Boleh Digunakan

Dan alasan mengapa dalam keputusan MUI memperbolehkan penggunaan Vaksin MR yang notabene haram, karna sampai saat ini BELUM DITEMUKAN VAKSIN MR yang HALAL. Dan alasan lain adalah BAHAYA yang akan TIMBUL jika imunisasi VAKSIN MR ini TIDAK DIBERIKAN.

Jadi saat ini pemakaian vaksin MR dibolehkan (mubah) karna ada kondisi keterpaksaan (darurat syar’iyyah). MUI menambahkan izin penggunaan vaksin MR ini juga menegaskan fleksibilitas dalam hukum Islam, bahwa tiada yang tidak mungkin (ada) jalan buntu di dalam Islam, pasti selalu ada jalan keluarnya.

Vaksin MR tidak memiliki efek samping autisme dan kelumpuhan seperti berita-berita hoax yang sering beredar. Efek samping seperti demam, ruam merah, bengkak, ataupun nyeri di lokasi suntikan setelah imunisasi merupakan reaksi normal, jadi TIDAK PERLU DIKHAWATIRKAN. Gejala ini akan MENGHILANG dalam beberapa hari.

Vaksin MR Mengandung Babi, HARAM tapi DIPERBOLEHKAN kata MUI

Bacteriophage Virus Pembunuh “Superbug”, Bakteri Penyebab Kepunahan Manusia

Namun disamping itu MUI sangat-sangat mengharapkan agar pemerintah WAJIB mencari solusi terbaik agar semua masyarakat khususnya umat muslim tidak setengah hati menjalankan penggunaan vaksin MR. Yakni SESEGERA mungkin menemukan Vaksin MR yang menggunakan BAHAN HALAL, SUCI dan menjamin ketersediaannya untuk masyarakat, imbuh MUI dalam konferensi pers nya.

Jadi bagaimana pendapatmu tentang penggunaan vaksin MR ini?. Sebenarnya jawabannya simple, boleh setuju dan tidak, gak usah pakai acara menghujat. Dan kalau nanti gak ikut imunisasi trus kenapa2 resiko ditanggung supir ya, jangan nyalahin pemerintah 😀