Mata Bocah Ini Berdarah Gara2 Main HP Kelamaan, Hoax Kah?

Gara-gara kelamaan main gadget (HP), seorang bocah di karawang matanya memerah dan terus mengeluarkan darah. Benarkah kejadian ini atau Cuma hoax saja?

Berawal dari rekaman video yang beredar viral di facebook. Diceritakan seorang anak kecil yang tinggal di Karawang, Jawa Barat. Gemar memainkan Hp dan setiap hari dirinya terus berkutat di depan gadget kesayangannya itu. Dari bangun tidur sampai mau tidur malam pun gadget itu seakan tak pernah dilepaskannya. Sampai akhirnya matanya merah membengkak dan terus mengucurkan darah, diduga terkena radiasi hp.

Screenshoot Video Bocah matanya berdarah akibat Main HP kelamaan, video terlalu ekstrim cuy!

Tren Tato Bola Mata (Sclera Tattoo) yang Mengerikan Sangat

Kejadian itu seketika mencuri perhatian warganet karena kondisinya yang dinilai cukup memprihatinkan. Menanggapi fenomena aneh tersebut membuat dr Astrianda N. Suryono,SpM(K) selaku dokter spesialis mata dari RS Cipto Mangunkusumo ikut bicara.

Menurut beliau bermain gadget, HP, Laptop dan sejenisnya tidak akan membuat mata seseorang menjadi berdarah, apalagi sampai mengucurkan darah seperti yang terlihat dalam rekaman video.

Bohong banget ya itu, masa iya main gadget kelamaan sampai bikin mata berdarah tengehek-ngehek gitu. Kalau Cuma sekedar mata merah itu ya karna adanya pelebaran pembuluh darah, misalkan mengantuk atau kecapaian. Sedangkan Kondisi yang bisa menyebabkan mata berdarah itu gara-gara trauma terkena pukulan, terjatuh, kena cipok benda tumpul dan infeksi penyakit akut.

Sebelumnya pernah juga beredar video hoax Pendarahan Mata Remaja 15 Tahun Karna Keseringan main HP di RSAL Dr.Mintohardjo, Jadi mulai sekarang jangan gampang menelan informasi mentah2 ya ūüėÄ

kelamaan main gadget

Dan bisa juga karna subconjunctival bleeding, dimana pembuluh darah di area konjungtiva pecah. Misal terlalu keras batuk, mengangkat barang berat, muntah, tekanan darah tinggi,pembekuan darah, diabetes, konsumsi obat-obatan pengencer darah yang bisa memicu terjadinya perdarahan subkonjungtiva, imbuh dr Astrianda tersipu malu-malu unch.