Ustadz Abdul Somad Perbolehkan Vaksin Rubella, Pilih BABI Jangan Pilih MATI

Polemik boleh tidaknya menggunakan Vaksin MR yang mengandung Babi, membuat Ustadz Abdul Somad ikut bicara, beliau berkata jika ada pilihan ‘terpaksa’ lebih baik memilih babi daripada memilih mati konyol. Ustaz kelahiran Pekanbaru tersebut juga mengetahui kalau sampai kini pun Majelis Ulama Indonesia (MUI) tidak mengeluarkan sertifikasi halal Vaksin MR dikarenakan postif mengandung daging babi di dalamnya.

Tapi menanggapi kenyataan akan kekhawatiran orang tua jika sampai anak-anak mereka tidak diberikan vaksin Rubella (MR) yang bisa menyebabkan cacat tubuh anak, autisme, kerusakan otak, penyakit jantung dan kelainan paru-paru. Apalagi bagi ibu yang sedang hamil, janin yang dikandungnya bisa mengalami keguguran.

Ustadz Abdul Somad Perbolehkan Vaksin Rubella

Vaksin MR Mengandung Babi, HARAM tapi DIPERBOLEHKAN kata MUI

Sebab itu dalam rekaman ceramah beliau di media sosial berkata, “Kita kalau dipilih antara dua, mati atau makan babi, pilih mana? MAKAN BABI…TAK BOLEH PILIH MATI!!

Ustadz Abdul Somad juga memberikan perumpamaan, misalkan ada orang masuk ke hutan, terperangkap tak bisa mencari jalan keluar. Kemudian dia dihadapkan pada kondisi tidak ada makanan sama sekali dan yang bisa dimakan hanya ada BABI. “Masuk ke hutan, mati atau makan babi? Aku mati saja, TAK BOLEH. Musti makan babi, ambil kecap colek colek imbuh UAS.

Dirinya juga bercerita ketika masih jaman kecil Ustad Abdul Somad tidak pernah diberikan suntik vaksin cacar, campak dan sebagainya. Ibunya bilang ketika ada Dokter Puskesmas datang ke kampungnya, sang ibu selalu melarikan Abdul Somad kecil ke dalam hutan…Sampai sekarang saya hidup tak pernah sakit, tambah Ustadz Abdul Somad.

Aceh Terancam Tsunami Rubella, badan kesejahteraan anak-anak PBB Unicef Indonesia menyatakan bahwa penundaan vaksin MR di Aceh mengakibatkan 84% populasi anak di Aceh berisiko terkena campak rubella

Baca juga  6 Penyakit Langka yang Bisa Menyerang Tubuhmu

Berbanding terbalik dengan kondisi di Serambi Mekah Aceh. Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah memutuskan untuk dilakukannya penundaan pemberian vaksin MR, hingga benar-benar terbit sertifikat halal, meskipun pihak MUI Aceh sepakat dengan kebijakan MUI Pusat bahwa kendati mengandung enzim babi, vaksin Rubella tetap bisa digunakan.

Video Ceramah Ustadz Abdul Somad yang Memperbolehkan Penggunaan Vaksin Rubella 

Akibat penundaan Vaksin ini, mengakibatkan 84 persen Populasi anak di Aceh terancam terinfeksi Virus Campak Rubella. Pemberian vaksin MR di Aceh menjadi titik terendah di antara Provinsi lainnya. Kita bukan berbicara masalah mau atau tidak para orangtua memberikan Vaksin MR untuk anaknya. Karna dengan pemberian vaksin MR yang merata maka akan memutus mata rantai virus Rubella tersebut agar tidak eksis lagi di dunia.

Karna jika ada satu anak penderita virus Measle Rubella (MR) ia akan menularkan 12 sampai 18 anak lainnya. Penularan ini terjadi melalui pernafasan dan bersin. Sayangnya masih banyak masyarakat Indonesia yang mabuk agama, lebih memilih untuk tidak vaksin Rubella daripada tubuh anak mereka terkontaminasi “BABI” Heem 😀