Makin Pea! FPI Tolak Festival Gandrung Sewu 2018 di Banyuwangi

Kenapa jadi begini amat sih? Acara sedekah laut di bantul tempo hari diteror kaum intoleren, sekarang Festival Gandrung Sewu 2018 di Banyuwangi mendapat penolakan dari Ormas Islam yang menamakan diri Front Pembela Islam (FPI). Boikot acara Gandrung Sewu ini dikeluarkan oleh Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Front Pembela Islam (FPI) Banyuwangi, melalui Surat Pernyataan Sikap yang tertuang dalam surat No. 0003/SK/DPW-FPI Banyuwangi/II/1440 Tertanggal 11 Oktober 2018.

Foto Penari Gandrung Sewu

FPI Tolak Festival Gandrung Sewu 2018 di Banyuwangi

Bahwa Festival Gandrung Sewu yang melibatkan lebih 1300 lebih penari adalah pertunjukan yang mengundang maksiat. Ketua DPW FPI Banyuwangi H Agus Iskandar membenarkan adanya pernyataan sikap tersebut.Begini ceritanya;

“Benar, itu pernyataan sikap dari Kami. Maksudnya adalah kami hanya mengingatkan agar kita tidak diazab oleh Allah karna berani mengumbar kemaksiatan seperti itu. Kejadian bencana gempa dan Tsunami di Palu sudah cukup menjadi cermin bagi kita warga Banyuwangi. Dalam konteks ini, kami mengingatkan pemerintah daerah serta masyarakat terkait dengan kemaksiatan yang bisa mengundang murka Allah.

“Ya kami hanya mengingatkan, soal mau diterima atau tidak, ya terserah. Menurut saya, Bupati sebagai pemegang kebijakan, kan bisa saja mencari/membuat acara lain yang lebih santun untuk memajukan kota Banyuwangi imbuh Agus Iskandar.

Kilas balik tentang Festival Gandrung Sewu, kegiatan ini tiap tahunnya sudah digelar sebanyak 7 kali di lokasi yang sama persis, pantai Boom Banyuwangi. Dan di tahun ini sebanyak 1300 penari akan menarikan Gandrung, tarian khas Banyuwangi.

Meski mendapatkan penolakan dari Ormas FPea, Pemkab Banyuwangi akan tetep keukeuh menggelar acara Gandrung Sewu 2018. Pemkab beralasan tari gandrung merupakan warisan seni dan budaya asli Banyuwangi yang saat ini sudah diakui dunia.

Baca juga  Serunya Mancing Buaya di Elephant Kingdom Chonburi Thailand

Pendapat ini juga setara oleh Muhammad Yanuar Bramuda selaku Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi. Dirinya membantah bahwa Festival Gandrung Sewu dengan 1300 lebih penari gandrung adalah pertunjukan yang mengundang maksiat seperti yang dilontarkan oleh Ketua DPW FPI Banyuwangi H Agus Iskandar.

Budaya Negeri Sendiri Ditolak, Giliran Nanti Diklaim Malaysia Marah-marah 😀

FPI Tolak Festival Gandrung Sewu 2018 di Banyuwangi

Tentang tari gandrung sendiri sudah mencari ciri khas kebudayaan masyarakat Banyuwangi, Yanuar mengatakan tarian gandrung sudah resmi dan biasa digunakan sebagai tarian ucapan selamat datang setiap ada kegiatan nasional di Banyuwangi. Tari ini benar-benar murni menyuguhkan seni dan budaya asli Banyuwangi.

“Kita tidak bisa merubah itu, karena itu asalnya ada. Gandrung sewu adalah bahasa bagaimana mengenalkan gandrung lebih elegan ke dunia Internasional. Jadi gandrung yang sewu ini adalah murni tontonan, seni, dan penampilan. Makanya tidak ada unsur sebagaimana yang diisyaratkan oleh pakem-pakemnya gandrung di dalam budaya itu sendiri. Gandrung itu kan ada macam-macam, ada gandrung terop, ada seblang subuh macam- macam itu, pungkas Muhammad Yanuar Bramuda.

Namun Bramuda tetap menghargai adanya kritik berupa penolakan pelaksanaan Gandrung Sewu 2018. Namun diharapkan penolakan tersebut tetap tidak menghalangi terselenggaranya pagelaran gandrung sewu 2018 tersebut.

Yang Begini Dibilang Mengundang Maksiat? Apa kabar cewek2 di Kolam Renang atau Di Pantai? Susah kalau Otak udah Settingan Ngeres Bawaan dari Orok

festival gandrung sewu

Foto FPI Bantu Korban Gempa Palu ternyata Hoax

Penolakan Festival Gandrung Sewu 2018 oleh FPI ini juga menuai kritik keras dari netijon;

“Junjungannya blm jadi presiden aja kayak gini..semuanya harus ikut penafsirannya @Andikumis

“FPI ormas pemecah belah bangsa @Paijo

“Selama festival dikandangin dulu aja mereka … @Anggiat Napitupulu

Baca juga  Andita Lela, Tukang Kopi Cantik yang Ternyata Mantan Artis Sinetron

“Prettttt lah,budaya tanah air sendiri di tolak,ntar di akui malaysia baru teriak teriak @Alex Vauze

“Supaya seni dan budaya asli Indonesia tetap eksis dan lestari, #2019TetapJokowi @Bunga Rosy

“Sebelum ada eFPeI nkri aman dan jarang ada bencana, eFPeI muncul bencana terus2 menerus ratusan ribu orang tak berdosa jadi korban. marak bencana krn ada ormas yg mengaku wakil tuhan di dunia, gelagatnya mirip2 raja firaun @Piting

“Yang paling merasa punya kapling surga, kenapa gak berangkat duluan ke surga, bumi bukan tempatmu @Lia Ratih

“Sayangnya Mereka ga faham boss………… jangan2 nanti lama2 wali songo dianggap salah juga dlm menyebarkan Islam menggunakan budaya @Ijo.saja