Ngerii! Indonesia Peringkat Boker Sembarangan Kedua Dunia

Di jaman dulu kita kecil, makan pecel lele rasanya tuh lebih gurih dan enak. Tau sebabnya? Konon katanya si tukang pecel mengambil ikan langsung dari empang, yang masih ada jamban milik warga. Jadi kalau habis boker langsung plung dimakan sama si ikan lele berkumis tipis..

Hehehe mudah2an cerita itu Cuma mitos, tapi kalau berbicara soal jamban alias tempat boker milik warga bersama, memang sampai hari ini tempat keramat tersebut masih bisa kita temukan. Tak melulu berada di pedesaan, tapi juga ada di perkotaan. Mirisnya kenyataan itu seolah membuktikan kalau masyarakat Indonesia hingga hari ini masih banyak yang belum sadar dan tidak perduli akan kesehatan lingkungan.

Mantab Kong..Jangan Kasih Kendor!! Foto BAB Sembarangan ini berlokasi di kawasan Teluk Naga, Tangerang, Banten. Menurut riset Dinas kesehatan Tangerang bahwa lebih dari 80 persen warga Tangerang tidak punya fasilitas MCK di rumahnya (image by tempo.co)

Indonesia Peringkat BAB Sembarangan Kedua

Perilaku tidak hieginis ini bukan hanya dijumpai di daerah perdesaan saja, tapi di daerah perkotaan masih banyak dijumpai warga yang eek buang air besar sembarangan, dari boker di jamban empang, sungai, sampai tempat yang tak masuk akal seperti kuburan dan kolong jembatan. Itu menjadi fakta kalau para pelaku bom biologis ini seperti tak mengenal medan tempur.

Sejak tahun 2012 negara kita Indonesia menempati urutan kedua penyumbang BAB sembarangan terbanyak di didunia setelah negeri nehi-nehi India, berikut urutannya;

Data UNICEF menyebutkan ada 1,1 Miliar orang di Dunia masih suka BAB sembarangan

1. India (626 Juta)
2. Indonesia (63 Juta)
3. Pakistan (40 Juta)
4. Etiopia (38 Juta)
5. Nigeria (34 Juta)

Baca juga  Pengobatan Alternatif dengan Hewan Beracun

Hasil penelitian UNICEF di Indonesia menjelaskan fakta mengerikan bahwa sekitar 88 persen kematian pada anak akibat penyakit diare yang disebabkan oleh sanitasi serta perilaku kebersihan masyarakat yang sangat buruk. Gara-gara perilaku boker sembarangan itu juga negara sampai mengalami kerugian sebesar 56,7 triliun pertahunnya.

“Masyarakat perlu sadar akan perilaku hidup sehat. Saya sedih, sudah 73 tahun kita merdeka masih ada yang BAB sembarangan, imbuh Nila Moeloek Menteri Kesehatan RI, saat dijumpai di Gedung Kementerian Kesehatan.

Menurut keterangan beliau, Kementerian Kesehatan sebenarnya sudah lama melakukan kerjasama dengan kementerian lainnya untuk melakukan pendekatan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) untuk mengubah perilaku higienis yang buruk di masyarakat. Terdapat lima pilar STBM yaitu stop buang air sembarangan, cuci tangan pakai sabun, pengelolaan air minum dan makanan, pengelolaan sampah, dan pengelolaan limbah cair.

“Harus diingat bahwa masyarakat yang sehat merupakan masyarakat berkualitas. Di dunia kita menyepakati bahwa sanitasi merupakan program pembangunan berkelanjutan. Khusus untuk daerah pedalaman, Menkes berkata kan terus mengupayakan pembangunan sanitasi yang diambil dari dana desa.

“Kami terus melakukan kerjasama jangka panjang khususnya dengan kepala daerah di mana daerah pedalaman desa wajib untuk mengalokasikan anggaran sebagai sumber pembuatan sanitasi.

Indonesia Peringkat Boker Sembarangan Kedua

Jokowi Peringkat 16 dari Daftar 50 Tokoh Muslim Paling Top di Dunia

Jadi begini begituan, jumlah masyarakat Indonesia yang sering boker sembarangan, berak di celana sampai berak sekebon terbuar-buar dipastikan akan terus berkurang tiap tahunnya, tapi ini juga membutuhkan dukungan akan kesadaran dari masyarakat sendiri imbuh Nila Moeloek yang tidak suka muluk-muluk sambil mengibaskan rambutnya yang gondrong.