Tikus Belalang yang Kebal Racun Kalajengking dan Melolong seperti Serigala

Tak selamanya tikus menjadi mangsa paling lemah, kali ini tikus belalang (Southern grasshopper mouse) akan membuat ciut nyali para predator yang sering memangsa saudaranya spesies dari tikus “biasa”. Tikus Southern Grasshopper selain bisa mengeluarkan lolongan serigala, dirinya juga kebal akan racun kalajengking yang mematikan.

Southern grasshopper mouse (bahasa latinnya Onychomys torridus) berhabitat asli di Sonoran Desert, Arizona – Amerika Serikat. Panjang tubuhnya bisa mencapai 11 sampai 16,2 cm dengan rentang usia rata-rata 4,6 tahun. Meski tubuhnya tak sebesar tikus got, tapi soal bertarung tikus belalang Southern grasshopper seperti tak mengenal kata takut.

Tikus Belalang

Hewan lain yang ukurannya jauh lebih besarpun berani untuk mereka lawan, bahkan saking beraninya kalajengking, kelabang dan laba-laba tarantula beracun pun dijadikan bahan cemilan mereka. Ya ketiga predator berbahaya ini kerap menjadi makanan pokok mereka sehari-hari. Sengatan mereka sama sekali tak mempan terhadap tikus ini.

Apa yang membuat spesies tikus gurun Southern grasshopper Mouse (Onychomys torridus) ini kebal terhadap racun kalajengking dan sengatan Tarantula?

Para peneliti dari Michigan State University mengungkapkan fakta menarik tentang tikus Southern grasshopper.

Umumnya racun bereaksi pada sel saraf nociceptor. Sel ini berfungsi untuk menerima dan meneruskan sinyal rasa sakit ke otak tikus. Biasanya sel saraf menyalurkan rasa sakit dengan mengubah stimulan menjadi gelombang elektrik.

Tikus Belalang yang Kebal Racun Kalajengking dan Melolong seperti Serigala

Kemudian kanal ion, saluran kecil dalam membran sel, membuka dan menutup untuk mengirimkan gelombang elektrik tersebut. Salah satu kanal ion, kanal potasium/sodium, ada di sel di seluruh tubuh. Kanal inilah yang mengoperasikan fungsi penting tubuh, dari bernapas hingga terjadinya kontraksi otot.

Begitupun racun kalajengking umumnya akan bereaksi langsung di kanal potasium/sodium di niciceptor dan menciptakan sensasi rasa sakit. Kanal khusus 1.7 berperan mengambil sinyal rasa sakit. Sedangkan kanal 1.8 mengirimnya ke otak. Namun, pada tikus Southern grasshopper, racun kalajengking langsung diikat di kanal 1.8.

Baca juga  Inilah Tempat Surga Para Hewan

Dengan diikat di kanal transportasi, toksin otomatis mengeblok dirinya sendiri dan tikus tidak merasakan sakit. Alih-alih bertindak sebagai stimulan rasa nyeri, toksin itu justru beraksi seperti obat penahan sakit. Maka jangan aneh ketika tikus gurun Southern grasshopper disengat Kalajengking, mereka hanya menggaruk kulitnya sebentar seperti sedang gatal-gatal saja.

Aneh tidak biasa! Kepala Tikus Tumbuh Tanaman Kedelai

Dan kebiasaan aneh lain dari tikus belalang ini adalah melolong seperti hewan serigala. Dengan cara berdiri dua kaki berjinjit, kemudian mereka akan meraung-raung, melolong seperti kawanan serigala. Fungsi lolongan tikus ini sepertinya digunakan sebagai cara komunikasi sesama mereka serta untuk menunjukkan daerah teritorial kekuasaan mereka agar tidak diganggu, pungkas para peneliti sambil memamerkan puser mereka yang bodong.

Video Southern grasshopper Mouse