Kisruh Foto Ulama Anti Gempa di Ponorogo (Doktrin Kiamat Thoriqoh Musa)

Ada berbagai macam penemuan canggih teknologi anti gempa dari seluruh dunia. Sebut saja yang terkenal dari bangunan gedung anti gempa dari Jepang, Rumah Sistem Panel Instan tahan gempa, kasur pelindung gempa buatan rusia dan masih banyak lagi.

Seakan tak mau ketinggalan, Indonesia juga punya teknologi anti gempa yang tak kalah canggih. Namun produk ini bekerja secara kasat mata alias ghoib. Cukup memasang jimat anti gempa berupa foto ulama berkumis tipis di depan ruang tamu, maka ketika terjadi gempa, gempa tersebut akan segan menghampiri rumah si empunya.

Penampakan Foto Ulama Anti Gempa (Doktrin Kiamat Thoriqoh Musa)

Foto Ulama Anti Gempa

Simulasinya beginian, Rumah A Polos tidak memasang foto ulama, Rumah B juga demikian, tapi rumah C memasang foto ulama anti gempa dan tetangganya rumah D juga tidak memasang. Ketika bencana gempa datang sekuat apapun itu maka Rumah A,B dan D akan hancur lebur sementara rumah C tidak mengalami kerusakan sedikitpun. Aneh Tapi Nyata! Tak masuk akal tapi masuk rekening !!

Siapakah sosok ulama yang dijadikan jimat pelindung anti gempa itu?

Dia adalah Kiai Agus Muhammad Romli Sholeh pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Falahil Mubtadin. Bagi para jemaat/warga yang ingin memiliki foto Romli sebagai alat anti gempa cukup membelinya seharga 1 juta rupiah.

Thoriqoh Musa

Ludger Sylbaris, Pria Begundal yang Selamat dari Kiamat Gara-gara Air Kencing

Sekedar kilas info, sebanyak 52 warga yang tinggal di Dukuh Dukuh Krajan, Desa Batubonang, Kecamatan Badegan, Ponorogo telah meninggalkan rumah mereka, dan konyolnya sebagian besar rumah dan aset tanah mereka dijual untuk kemudian pergi berlindung ke Ponpes pimpinan Romli.

Ya ke 52 warga ini rela meninggalkan tempat tinggal mereka setelah mendapatkan informasi tentang kiamat sudah dekat. Tanda-tanda yang bisa diamati nanti berupa meteor jatuh ke bumi sekitar bulan Ramadhan.

Warga (jamaah) yang mengungsi di Ponpes Pondok Miftahul Falahil Mubtadin karna Takut Kiamat!

Ini adalah Doktrin Thoriqoh Musa yang diyakini pengikut pondok pesantren Miftahul Fallahil Mubtadin. Thoriqoh Musa atau Thoriqoh Akmaliyah As- Sholihiyah adalah di mana para pengikut atau jemaahnya disebut sebagai MUSA AS. MUSA AS merupakan jemaah solawat dari Thoriqoh Akmaliyah As- Sholihiyah. Dan MUSA AS itu ada singkatannya yaitu Mulyo Sugih Ampuh Asal Sendiko Dawuh.

Berikut  7 ajaran Thoriqoh Musa ala Katimun yang menyihir 52 warga seperti dalam rilis yang disebarkan pihak Kecamatan Badegan, Ponorogo (dikutip dari detik.com)

1. Kiamat Sudekat

Jemaah diminta menjual aset-aset yang mereka miliki untuk bekal akhirat. Uang hasil penjualan aset dibawa dan disetorkan ke ponpes. Selain itu, jemaah juga diharuskan salat 5 waktu di masjid pondok di Malang.

2.Ramadan tahun ini akan ada huru-hara atau perang

Jamaah diminta membeli pedang seharga Rp 1 juta. Sementara jemaah yang tidak membeli pedang diharuskan menyiapkan senjata di rumah, sehingga meresahkan masyarakat sekitar. Kemudian jemaah juga diminta berlindung di pondok.

3. Akan ada kemarau panjang selama 3 tahun mulai 2019-2021, yang mengakibatkan paceklik.

Jamaah diminta menyetor gabah 500 kg per orang. Bahkan ada anak kelas 5 SD yang sudah ditarik dari pondok mengatakan ke orang tuanya tentang sesuatu hal yang mengerikan. “Jika nanti terjadi paceklik, tangan adik saya potong, saya makan,” cerita si anak.

4. Bendera Tauhid

Jamaah diimbau untuk mengibarkan bendera tauhid.

5. Foto pengasuh ponpes

Jemaah diminta menebus atau membeli foto pengasuh pondok pesantren seharga Rp 1 juta. Foto tersebut dijadikan pusaka atau teknologi anti gempa.

Kisruh Foto Ulama Anti Gempa di Ponorogo (Doktrin Kiamat Thoriqoh Musa)

6. Anak-anak tidak boleh sekolah

Anak-anak di usia sekolah tidak diizinkan mengenyam bangku pendidikan. Dengan alasan karena ijazah tidak berguna.

7. Anak boleh menghukum orang tuanya jika tidak membaiat atau bersumpah untuk mengamalkan Thoriqoh Akmaliyah Sholihiyah.