Horor! Gara-gara Vape paru-paru Remaja Gagal Berfungsi

Katanya vape aman gak bahaya seperti rokok tembakau, katanya cuma uap doang bukan asap yang bisa mengundang ribuan penyakit. Itu kan masih katanya katanya! Padahal faktanya sudah banyak kasus merugikan kesehatan akibat penggunaan rokok elektrik Vape. Seperti kejadian baru-baru ini, seorang remaja 17 tahun di Texas, Amerika Serikat harus memakai alat bantu paru-paru selama 10 hari di rumah sakit.

Remaja bernama Tryston Zohfeld itu awalnya terbangun dari tidurnya kemudian muntah-muntah hebat dan sedikit mengeluarkan bercak darah. Baru jalan 1 bulan tubuhnya mengalami penurunan berat badan drastis, sampai ia mengalami demam hebat selama beberapa hari.

Selanjutnya ia dilarikan ke rumah sakit, Dokter sempat menyangka kalau ia menderita penyakit pneumonia, namun setelah dilakukan CT Scan hasilnya negatif ting-ting. Baru hitungan semalam kondisi kesehatan remaja bertampang tidak terlalu unch itu semakin buruk.

Horor! Gara-gara Vape paru-paru Remaja Gagal Berfungsi

mulustrasi vape

Paru-parunya gagal berfungsi secara mendadak, terpaksa dokter melakukan tindakan diintubasi atau memasukkan tabung endotrakeal melalui mulut atau hidung untuk menghubungkan udara luar dengan kedua paru agar paru-parunya tetap berfungsi normal.

Mengutip dari Dailymail.co.uk, Tim medis yakin bahwa penyebab penyakit gagal paru-paru itu akibat gaya hidup Tryston yang sudah kecanduan Vape sejak ia masih kelas 8. Penggunaan vapor ini sudah menjadi biang kerok gagalnya paru-paru Tryston. Ada laporan literatur tentang pneumonitis hipersensitivitas akibat vaping imbuh dr Suzanne Whitworth.

Setelah 10 hari diintubasi, paru-paru Tryston kembali pulih segar walaupun ia masih harus berjuang keras untuk bernapas dengan baik. Ia kehilangan 13 kilogram berat badan dan otot-otot kakinya melemah, Tryston juga harus belajar berjalan kembali.

“Aku benar-benar diberi kesempatan hidup kedua, dan segera setelah saya bangun dari koma itu, saya tahu apa yang ingin saya lakukan, ungkap Tryston. Aku berjanji bahwa tidak akan pernah nge-vape lagi dan akan menyarankan kepada teman-temanku untuk segera membuang vape mereka ke tong sampah imbuh Tryston bersungut-sungut.

Kasus penggunaan Vape yang berdampak buruk ini bukanlah yang pertama kalinya, Food and Drug Administration (FDA) menerima laporan 127 orang mengalami kejang atau gangguan saraf, kasus pingsan dan gemetar (tremor).

Kemudian pada 5 Agustus 2019 kemarin sebanyak 14 anak muda dirawat di rumah sakit di Wisconsin dan Illinois, Amerika Serikat, karena masalah pernapasan setelah mengisap vape. Mereka dirawat inap karna mengalami nyeri dada, kelelahan dan sesak napas.

Terakhir kasus mahasiswa berusia 18 tahun di Florida International University di Miami bernama Chance. Paru-parunya kolaps alias rusak, dan tubuhnya terpaksa menjalani operasi bedah untuk memasukkan tabung ke paru-parunya agar tetap mengembang. Jadi masih ingin nyedot Vape? :d