Wakapolsek Dipecat Gara-gara Ngojek, Bolos Kerja selama 30 Hari!

Kita semua tahu, setiap orang punya masalah masing-masing. Terlihat dari luar mungkin seperti tidak ada masalah, padahal banyak beban yang harus ditanggungnya. Bekerja sebagai Polisi sudah menjadi salah satu profesi paling di minati di Indonesia, ratusan ribu pemuda pemudi mendambakan pekerjaan itu. Namun tak semua beruntung karna proses seleksi yang begitu ketat.

Berbanding terbalik dengan realita tersebut, seorang Polisi berpangkat perwira muda dipecat gara-gara ngojek. Mencari nafkah tambahan sebagai tukang ojek meskipun dirinya Polisi tentu tidak dilarang, tapi membolos selama 30 hari dari kerjaan untuk mengojek sudah masuk kategori disiplin tingkat berat.

Foto Ipda Triadi saat menjalani sidang etik

Kesal ditilang, petugas PLN cabut listrik kantor Polisi

Mengutip dari detik.com, informasi ini disampaikan oleh AKBP Harry Goldenhardt selaku Kabid Humas Polda Sultra. Adalah Inspektur Dua (Ipda) Triadi seorang perwira polisi di Satuan Sabhara Polres Kendari, dirinya harus menjalani sidang kode etik karna sudah lebih dari 30 hari membolos, meningggalkan tugasnya tanpa izin ke pimpinan. Dalam sidang, dirinya mendapat sanksi pemberhentian tetap dengan tidak hormat (PTDH).

Namun dibalik keputusan ini ada fakta lain yang terungkap di persidangan. Sebelumnya di tahun 2017 lalu Ipda Triadi juga pernah melalaikan tugas karena ngojek membolos 30 hari kerja secara berturut-turut. Namun saat itu pimpinan memberikan kebijakan agar Ipda Triadi tidak diproses melalui sidang KKEP, melainkan sidang disiplin.

Ipda Triadi sejak menjabat Wakapolsek Waworete Polres Kendari meninggalkan tugas secara berturut-turut sejak 1 Agustus 2018 hingga 26 Agustus 2018. Dia kembali mengulangi perbuatannya meninggalkan tugas tanpa izin pimpinan secara berturut-turut lebih dari 30 hari kerja sejak dimutasikan sebagai Pama Sat Sabhara Polres Kendari sejak 27 Agustus 2018 hingga 15 Oktober 2018.

Baca juga  Mary River Turtle, Kura-kura berambut punk Bernapas lewat pantat yang aneh tapi nyata

Total keseluruhan Ipda Triadi tidak melaksanakan tugas tanpa izin pimpinan selama 62 hari kerja. Padahal sebagai seorang perwira dia harus menjadi teladan bagi para anggotanya.

Dalam persidangan, Ipda Triadi mengakui perbuatannya tersebut. Dia mengaku tidak melaksanakan tugas tanpa izin ke pimpinan karena menjadi tukang ojek dengan penghasilan Rp 30 ribu hingga Rp 50 ribu per hari.

Sayang banget ya, padahal Wakapolsek itu jabatan strategis loh 😀

 Ngojek, Perwira Polisi Ini Dipecat

Hasil putusan sidang menjatuhkan sanksi bersifat etika dan administratif. Sanksi etika, perilaku Ipda Triadi dinyatakan sebagai perbuatan tercela. Sedangkan sanksi administratif, Ipda Triadi direkomendasikan diberhentikan tidak dengan hormat atau PTDH) sebagai anggota Polri. Ipda Triadi menerima putusan tersebut.

Ditanya kenapa Ipda Triadi lebih memilih menjadi tukang ojek ketimbang jadi anggota Polri, Harry mengaku Ipda Triadi tidak memberi alasan.

“Tidak ada alasan maupun pembelaan, yang bersangkutan menyadari telah meninggalkan tugas dan melalaikan tugasnya sebagai anggota Polri imbuh Harry bersungut-sungut.