Kasihan, Nenek Buta Penjual Roti yang Selalu Dicuri Dagangannya

Setiap orang yang terlahir  ke dunia pasti berjuang, berjuang keras untuk menyambung hidup. Begitupun yang dilakukan oleh orang-orang disabilitas (penyandang cacat) mereka juga tak mau dikasihani, cukup mereka diberikan kesempatan untuk berkarya.

Tapi mirisnya masih saja ada orang yang tega mengambil keuntungan dari orang-orang ini, seperti yang terjadi pada nenek bernama Nid di Thailand. Usia nenek Nid sudah tidak muda lagi, ia sudah 71 tahun ditambah dengan keadaan matanya yang buta sejak lahir.

Nid adalah penyandang tunanetra yang tidak memiliki keluarga atapun teman. Nid sudah hidup sebatangkara sejak ia masih kecil ketika ibunya meninggal dunia. Namun Nid tidak mau hidup menunggu belas kasihan orang lain ia sudah terbiasa mencari nafkah.

Foto Nenek Nid, Penjual Roti Buta di Thailand

Nenek Buta Penjual Roti

8 Nenek Cantik Unch Berpenampilan Yahut Layaknya Wanita Muda Segar Kinyis-kinyis

Diusianya yang uzur ini Nid masih gigih berjualan roti, setiap hari ia menjual roti isi daging abon di Bangkok. Roti itu memang tidak ia buat sendiri, ia hanya sebagai reseller yang membeli putus roti-roti dagangannya dari sebuah pabrik.

Setiap hari mulai dari jam 7 pagi Nenek buta penjual roti itu sudah menjual dagangannya dan baru pulang sekitar jam 4 sore. Satu roti isi abon ia jual 50 bhat (sekitar 23 ribu rupiah) dan ia hanya mengambil untung sedikit 5 bhat atau 2.301 setiap roti yang ia jual.

Rotinya memang laris karna rasanya memang enak, gak kaleng-kalengan :d

Sebenarnya setiap ia dagang lumayan laris, rotinya juga hampir selalu habis. Tapi uang yang ia terima selalu rugi, karna banyak para pembeli yang mencuri roti nenek Nid tanpa membayarnya. Ada juga yang membayar rotinya dengan uang kertas mainan, dan konyolnya ada juga yang membeli satu roti tapi mengambil 5 roti.

Baca juga  Teka-teki Bayi di Iklan Popok MamyPoko yang Menjelma Jadi Gadis Cantik

Meski begitu Nenek Nid tidak pernah marah apalagi sampai menyesal berjualan roti. Ia tetap semangat menjajakan dagangannya, Nenek Nid berkata; ‘Aku yakin rejekiku sudah diatur oleh Tuhan, mungkin mereka yang mengambil rotiku memang sangat lapar dan tidak memiliki uang,  biarkanlah mereka kenyang. Aku juga tahu rasanya kelaparan dan tidak memiliki uang sama sekali imbuh Nenek Nid.

Kasihan, Nenek Buta Penjual Roti yang Selalu Dicuri Dagangannya

Nenek Nid memang sabar tapi tidak dengan netijon. Mereka marah mendengar kisah ini dan mengutuk para orang-orang yang tega mencuri dagangan nenek buta penjual roti itu. Sejak kisahnya viral sekarang banyak netijon yang sengaja mampir ke lapak nenek Nid hanya untuk membeli rotinya.

Dan setiap membeli mereka pasti selalu melebihkan uangnya, hal ini bertujuan sebagai penutup kerugian bila nanti roti-roti nenek Nid dicuri lagi.