5 Anak Remaja yang Berhasil Mengubah Dunia Menjadi Lebih Baik, Meski tak Seindah Surga

Sebagai seorang manusia diwajibkan untuk saling membantu sama lain, karena di dunia ini manusia tidak hidup sendiri. Tetapi pada kenyataannya banyak sekali orang-orang yang tidak peduli dengan sekitar hanya mementingkan kehidupan pribadinya, urusan dirinya, sedangkan orang di sebelahnya saja tidak di tengok sama sekali.

Meski begitu ada juga orang yang sangat berniat untuk membantu sesama sehingga orang-orang ini cukup dikenal sangat inspiratif. Contohnya beberapa anak Remaja yang Berhasil Mengubah Dunia Menjadi Lebih Baik berikut ini;

1. Ryan Hreljac

Ryan ini masih berumur 6 tahun ketika pertama kali mendengar berita bahwa di benua Afrika kekurangan air, padahal air merupakan sumber alam yang sangat dibutuhkan. oleh karena itu Ryan sudah mulai mengumpulkan uang dan berniat untuk membuat sumur di negara-negara bagian benua afrika tersebut. Tetapi, uang yang baru dikumpulkan Ryan belum mencapai cukup hanya sekitar 70 dollar.

Setelah itu teman-temannya membuat artikel tentang niat tulus Ryan dan dimuat di berbagai media sehingga orang-orang banyak membantu dan terkumpul sudah sekitar 2000 dollar. Kemudian untuk pertama kalinya dibuatlah sumur di Uganda. Ketika Ryan berumur 20 tahun ia membentuk sebuah Ryan’s Well Foundation yang khusus untuk merealisasikan air bersih untuk membantu beberapa negara.

2. Alexandra ‘Alex’ Scott

7 Kisah Heroik Anak Kecil yang Merubah Kejamnya Dunia

Alex nama panggilannya ia lahir di Connecticut pada tahun 1996, namun sejak usianya 1 tahun ia sudah menderita neuroblastoma, yakni penyakit kanker yang menyerang syaraf vital manusia. Pada tahun 2004 tepat diusianya 4 tahun, Alex memohon kepada sang ibu agar ia dibukakan “lemonade stand” untuk membantu anak-anak di belahan dunia lain yang menderita penyakit sama seperti dirinya.

Niat tulusnya berhasil mengumpulkan uang 2000 dollar dan jumlah itu terus bertambah. Sayang di usianya yang berjalan 8 tahun Alex tak mampu bertahan hidup dari penyakit kankernya, ia pun meninggal dunia. Tapi tidak dengan lemonade stand warisannya, selalu ada penggalangan dana dari seluruh dunia untuk para penderita neuroblastoma.

3. Nkosi Johnson

Nkosi ini merupakan bocah dari negara Afrika Selatan yang mengidap penyakit HIV/AIDS yang langsung diturunkan oleh ibu kandungnya sendiri. Nkosi ini pernah diadopsi oleh seorang relawan. Nkosi sendiri merupakan seorang aktivis dimana ia selalu memperjuangkan hak-hak untuk anak yang mengidap penyakit HIV/AIDS ini.

Seringkali anak yang mempunyai penyakit ini di diskriminasi di sekolah-sekolahnya, sehingga Nkosi ingin memperjuangkan hak anak-anak lain agar diperlakukan sama seperti anak-anak normal lainnya. Nkosi meninggal pada umur 12 tahun setelah ibunya meninggal 4 tahun yang lalu. Tetapi meskipun begitu organisasi yang dibentuk oleh Nkosi dengan nama Nkosi’s Haven masih berjuang sampai sekarang.

4. Adele Ann Taylor

Anak perempuan berusia 14 tahun ini cukup mengubah dunia dengan pandangannya. Dari awalnya ia tidak tega melihat teman-temannya kesulitan membaca, akhirnya ia membuka sebuah rumah baca untuk memberantas buta huruf baik bagi anak-anak maupun dewasa.

Rumah baca tersebut diberi nama Adelle’s Literacy Library atau ALL. Pusat baca ini didirikan pada tahun 2008 dengan usia Adelle yang masih sangat muda.

Kemudian di dalam ALL tersebut juga terdapat beberapa program yang membantu untuk melancarkan kemampuan membaca, diantaranya adalah Read All You Can, Storytelling with Adele, AllSaysGo, Success for ALL, dan All stars. Sekarang ini sudah sangat banyak anak-anak bahkan dewasa yang bebas buta huruf akibat dari rumah baca tersebut.

Oleh karena itu Adele sendiri pernah menerima penghargaan Nicklodeon HALO Award, dan Global Teen Leader, dan masih banyak lagi. Adele juga sempat membuka beasiswa untuk sekolah SMA di Kenya. Luar biasa bukan?

5. Malala Yousafzai

Malala Yousafzai adalah dara asal Pakistan kelahiran tahun 1997 yang memperjuangkan hak asasi wanita khususnya dalam memperjuangkan anak perempuan agar diberikan hak dan kesempatan yang sama untuk bersekolah. Suatu ketika ia pernah saat akan berangkat ke sekolah ia di tembak oleh kelompok Taliban garis keras dan menembaknya di bagian kepala dan leher sehingga ia menderita cukup parah.

7 Budak Wanita yang Merubah Sejarah Dunia

Sambil di rawat ia tetap memperjuangkan hak asasi wanita tersebut. Kemudian kisahnya ini mengundang haru sehingga ia diundang ke PBB di New York dan sempat menyampaikan pidatonya tentang hak asasi wanita, penindasan anak-anak, dan memerangi kebodohan dan terorisme.

Oleh karena itu ia mendapat penghargaan Nobel Perdamaian tahun 2014 ketika usianya 17 tahun, sekaligus sebagai peraih Nobel termuda di dunia.