kejadiananeh.com

Anak Keras Kepala Memiliki Masa Depan yang Sukses dan Cerah Cemerlang, Benarkah?

Ketika si Kecil diajak pergi ke suatu undangan pernikahan, ia berkeinginan memakai kaus bergambar kartun favoritnya. Padahal, orangtua sudah menyiapkan beberapa alternatif kostum yang lebih cocok untuk dikenakan ke acara itu. Walau sudah diberi tahu, tetap saja ia bersikeras dengan pilihannya. Pernah mengalaminya?

Tak terkecuali, hal-hal kecil pun bahkan bisa menjadi masalah besar dan berakhir dengan ‘pertengkaran’ antara orangtua, terutama ibu dan anak. Tak sedikit orangtua yang kemudian melabel dengan sebutan anak bandel, suka menantang aturan, sulit diatur, suka melawan atau anak keras kepala.

Sikap itu umumnya ditunjukkan anak usia 2 sampai 5 tahun. Ini adalah fase dimana anak sangat alami pada masa pertumbuhan kejiwaan anak. Ia berada pada fase dimana mulai menyadari bahwa dirinya adalah pribadi yang independen dari orang-orang dewasa terutama orangtuanya.

Ada beberapa kemungkinan faktor pemicu yang membuat anak berprilaku keras kepala, diantaranya adalah:

  • Bisa jadi anak meniru perilaku atau perbuatan orangtuanya yang juga keras kepala atau boleh jadi anak sering menyaksikan orangtuanya bertengkar.
  • Orangtua selalu memanjakan, terlalu memberikan apa yang diinginkannya. Akibat dari perilaku berlebihan orangtua terhadap anak seperti itu, suatu saat keinginan tersebut tidak dipenuhi, anak akan memprotes dan melawan.
  • Kurangnya ikatan kasih sayang dan pengertian dari orangtua.
  • Orangtua terlalu membiasakan anak patuh terhadap sesuatu secara fanatik.
  • Anak terlalu sering disuruh mengalah, tanpa memberi pengertian yang dapat membuatnya mengerti

Pribadi Bersemangat

Terlepas dari label negatif yang disandang sang ‘anak sulit’ ini, sebenarnya seperti itu adalah pribadi yang bersemangat dan berani. Ia memiliki integritas yang tak mudah berombang-ambing. Ya, pasti ada sisi baiknya.

Ketika ia menginginkan sesuatu, ia berupaya keras untuk mendapatkannya dan memiliki keyakinan untuk mempu meraihnya. Bisa dibilang anak seperti ini adalah anak yang bersemangat tinggi. Namun orangtua juga harus ingat, kalau anak usia ini memilih keinginannya sendiri dan merasa bertanggung jawab akan dirinya sehingga tidak suka diatur.

Anak yang dianggap “keras kepala” bisa tumbuh menjadi sosok yang hebat, sukses, mampu memotivasi sendiri dan terarah bila orangtua mengasuhnya dengan sensitif.

Ia mengejar impiannya dan hampir selalu tahan banting terhadap tekanan teman sebaya. Selama orangtua menahan diri untuk tidak mematahkan keinginannya maka anak berkemauan keras menjadi pemimpin.

Tak hanya itu, anak yang berkemauan keras seringkali ingin belajar sendiri daripada menuruti apa yang orang lain katakan. Ia sangat ingin bertanggung jawab dalam urusannya dan kadang ingin merasa benar di atas segalanya. Dan juga anak seperti ini memiliki integritas sehingga tidak mudah goyah dalam pendiriannya.