kejadiananeh.com

Kitab Sihir Calonarang, Asal Mula Ilmu Leak Bali

Wilayah Indonesia yang terdiri dari puluhan ribu pulau menyebabkan Indonesia kaya akan keberagaman suku, ras, budaya, maupun adat istiadat. Sehingga tidak heran jika keberagaman itu menciptakan berbagai peninggalan-peninggalan sejarah yang menambah khasanah bagi Indonesia. Tidak terkecuali berbagai legenda cerita yang tersebar secara turun-menurut di masyarakat.

Salah satu legenda cerita rakyat ialah kisah Calonarang. Calon arang merupakan seorang penyihir wanita yang jahat di masa Kerajaan Kediri. Kisah akan Calonarang tertuang dalam naskah daun lontar yang terdiri dari empat naskah dengan menggunakan aksara Bali Kuna, tetapi dalam bahasa Kawi atau Jawa Kuna (kuno).

kitab sihir calonarang Kitab Sihir Calonarang, Asal Mula Ilmu Leak Bali

Berdasarkan sejarah cerita mengenai Calonarang yang hidup di masa Raja Airlangga (1006-1042 M) yang menguasai Jawa Timur sejak 1021 M, hal ini tertuli dalam isi Prasasti Pucangan (Calcutta). Pada masa pemerintahan Raja Airlangga, pusat kerajaan sering berpindah-pindah karena serangan musuh. Meskipun menurut Prasasti Terep (1032 M) sang raja lari dari istananya di Watan Mas ke Patakan, namun dalam naskah cerita Calonarang keratin Airlangga berada di Daha (Kediri).

Di masa itu pula hiduplah seorang janda yang memiliki kekuatan sakti bernama Dayu Datu di Desa Girah. Datu tersebut kemudian dikenal dengan nama Calonarang yang merupakan ahli ilmu sihir hitam dan mendirikan sebuah padepokan ilmu sihir.

Sebagai seorang ahli ilmu sihir dan memiliki sebuah padepokan, Calonarang menulis seluruh ilmu sihirnya ke dalam sebuah kitab. Kitab tersebut hingga kini tidak diketahui keberadaannya. Namun, salah seorang murid Calonarang melarikan diri ke Bali dan mengajarkan serta melestarikan ilmu sihir yang didapatkannya. Ilmu sihir tersebut kemudian dikenal dengan nama leak.

Karena kisah mengenai Calonarang sangat dekat dengan adat masyarakat Hindu Bali, sehingga dirinya dianggap sebagai orang asli Bali. Sebagai catatan, pada masa itu wilayah Bali termasuk dalam kekuasaan Raja Airlangga dan Bali diperintah oleh Anak Wungsu yang merupakan adik dari Airlangga.

Untuk di Bali sendiri, ilmu leak telah dikenal oleh msyarakat secara luas dan dianggap sangat kejam karena mampu membunuh manusia dalam waktu yang singkat. Ilmu leak ini juga dapat menyebabkan manusia mati dengan perlahan dan menimbulkan penderitaan yang hebat dan lama. Selain itu, agama Hindu di Bali juga mengenal istilah Rua Bineda. Rua yang berarti dua, sedangkan Bineda berarti berbeda. Jika dikaitkan dengan ilmu sihir, maka ada ilmu yang beraliran kiri, kemudian disebut Ilmu Hitam (Pengeleakan).

Sebaliknya, ada juga ilmu kanan yang disebut Ilmu Putih sebagai penangkal dari Ilmu Hitam. Untuk Ilmu HItam sendiri termasuk ke dalam Aji Wegig. Aji yang berarti ilmu, dan Wegig yang berarti sifat yang senang menggangu orang lain. Oleh karena itu, Ilmu Hitam sering dinamakan Ngiwa. Kata Ngiwa berasal dari kiwa (Bahasa Bali) yang bermakna kiri dan jika dimaknai Ngiwa berarti melakukan perbuatan kiwa (kiri).

Ilmu Leak sendiri dapat dipelajar melalui naskah-naskah lontar yang menceritakan mengenai Ilmu Hitam. Para murid Calonarang yang menyelamatkan diri ke Bali kemudian menuliskan Ilmu Hitam ke dalam kitab lontar dan membaginya ke dalam empat kitab. Ilmu Leak juga terbagi ke dalam beberapa tingkatan.

leak Kitab Sihir Calonarang, Asal Mula Ilmu Leak Bali

Pertama, ilmu leak tingkat bawah di mana orang yang menguasainya bisa berubah menjadi binatang. Kedua, ilmu leak tingkat menengah yang bisa merubah orang yang menguasainya menjadi Burung Garuda ataupun Jaka Tungul. Dan ketiga, ilmu leak tingkat tinggi yang membuat orang yang menguasai ilmu tersebut berubah menjadi Bade, menara pengusungan jenazah tingkat 21 (tumpang selikur) yang berisi api menjalar sehingga bisa memusnahkan segala yang dilaluinya menjadi abu hina.