5 Daftar Jamur Paling Beracun di Dunia

Jamur jadi salah satu makanan kesukaan banyak orang. Tapi tahukah kamu ada jamur paling beracun dimana tidak boleh dikonsumsi meskipun bentuknya cantik atau unik. Larangan tersebut tentu saja karena kandungan di dalamnya akan membahayakan manusia jika dimakan. Jika penasaran, yuk langsung simak daftarnya.

Daftar Jamur di Dunia yang Mematikan

Jamur yang mematikan tersebar di berbagai negara. Keberadaannya perlu diwaspadai karena hidup secara liar sehingga jika tidak mengetahui cirinya bisa membahayakan. Simak penjelasan lengkapnya berikut.

Conocybe Filaris

Jenis pertama yang harus kamu waspadai adalah Conocybe Filaris. Ini biasanya ada di Amerika utara, Eropa, serta sebagian Asia. Dari tampilan luarnya, dapat terlihat penampilan cantik karena warnanya sangat cerah, yakni oranye kekuningan. Eits, jangan sampai tertipu visualnya ya, karena jika dimakan bisa mendapatkan gangguan organ hati bernama Amatoxins.

Kandungan tersebut juga dapat menyebabkan organ lain mengalami kerusakan, seperti ginjal. Bahkan parahnya, bisa membuat kematian, lhp. Serem banget, ‘kan?. Namun, gejala ringan biasanya dirasakan orang yang konsumsi Conocybe Filaris adalah rasa sakit perut setelah memakannya. Ini akan berlangsung parah jika tidak ditangani secara cepat.

Amanita

Spesies Amanita juga harus diwaspadai sebab mempunyai zat berbahaya. Saking bahayanya, ia punya julukan ‘Sang Malaikat Penghancur’. Ada ragam jenis lainnya yang menjadi turunan dari spesies tersebut, seperti, Amanita Ocreata (Amerika Utara), Amanita Virosa (Eropa), dan lainnya. Zat terkandung di dalamnya bernama Amatoxin.

Amatoxin sendiri dapat memberikan efek pada tubuh seperti, rusaknya ginjal, hati, dan diare. Apabila secara tidak sengaja mengkonsumsinya, maka harus segera ke dokter untuk penanganan. Biasanya gejala baru muncul sekitar 5-24 jam setelah dimakan. Ohya, ciri-ciri jamurnya bisa kamu ingat-inat adalah warnanya putih dengan bentuk seperti jamur payung.

Galerina Marginata

Terdengar seperti nama orang yang indah, nyatanya Galerina Marginata merupakan jamur mematikan di dunia yang harus kamu waspadai. Ia banyak tubuh di bagian utara Hemisphere serta sebagian negara Australia. Sama seperti kandungan pada jamur sebelumnya, Amatoxins di dalam spesies satu ini mampu menyebabkan kematian.

Masyarakat yang mengetahui dampak berbahayanya memberikan julukan sebagai ‘Bell Pemakaman’. Dengan begitu, konsumsi ini bisa sangat membahayakan tubuh. Awal gejala umum adalah diare, hipotermia (kedinginan parah), hingga muntah-muntah. Kamu jangan sampai tertipu dengan penampilan tudungnya yang mengkilap, karena jika tergoda bisa membawamu ke kondisi kesehatan parah hingga susah ditolong.

Lepiota Brunneoincarnata

Sesulit membaca namanya, dampak kesehatan ditimbulkan dari memakan jamur ini juga susah disembuhkan jika tidak cepat. Ini jadi salah satu spesies beracun paling tinggi dampaknya karena adanya kandungan Alpha-Amanitin dimana mampu menyebabkan penyakit hati. Bahkan, jika semakin parah, mampu membawa ke kematian.

Terdapat beberapa kasus yang muncul akibat keracunan Lepiota diantaranya di Iran, Spanyol, hingga Tunisia. Gejala paling umum dirasakan oleh penderita biasanya adalah muntah-muntah setelah konsumsi selama kurang lebih 10 jam.

Morchella

Bentuk jamur satu ini tergolong unik karena berbeda dari kawan-kawannya secara umum. Bentuknya seperti pohon cemara mini, namun dengan bagian atasnya bermotif abstrak yang indah. Di balik keindahannya, ada racun bersemayam dimana dapat melukai para pemakannya. Namun, faktanya Morchella jadi salah satu bahan masakan di restoran mewah dan ternama, lho.

Jamur Morel tumbuh secara liar di hutan. Teksturnya lebih empuk seperti daging dan mempunyai kelezatan tersendiri. Namun, ada kandungan bisa membuat mual bahkan diare. Meskipun begitu, pengolahan tepat bisa menghilangkan kandungan zat bahayanya. Itulah kumpulan jamur paling beracun. Dengan begitu, kamu bisa memperhatikan dan jika menjumpainya sebaiknya jangan diambil lalu dimasak, ya.