The Sahara Eye, Pusaran Pasir Berbentuk Mata Yang Misterius

Keajaiban dunia memang tidak akan pernah ada habisnya hingga saat ini, mengingat banyak titik layak dikunjungi dan dinikmati keindahannya. Fenomena cukup misterius hingga membuat banyak orang bingung adalah The Sahara Eye di Gurun Sahara paling terkenal.

Lebih Dekat Mengenal The Sahara Eye

Proses penemuannya

Bermula terlebih dahulu dari waktu penemuannya, dimana sebenarnya tidak sengaja oleh sebuah satelit bernama Gemini IV. Hal ini awalnya ketika NASA menerbangkan satelit tersebut dan mencoba berjalan di luar angkasa sejak tahun 1965 untuk menangkap fenomena di bumi. Apalagi, dengan menggunakan benda luar angkasa menjadi jauh lebih jelas mengenai sebuah kejadiannya. Bisa disimpulkan bahwa keberadaan dari hal ini sudah cukup lama.

  • Ukuran

Bila berkaca dari sejak penemuan, maka umur dari fenomena ini sendiri sudah cukup tua bahkan ratusan juta tahun. Ukuran dari luas fenomena ini sendiri diperkirakan mencapai diameter 30 mil atau bila dikonversi menjadi 48 kilometer normal. Pastinya ini berdasarkan pengukuran pada gambar yang didapatkan oleh satelit sejak dahulu hingga saat ini. Walau begitu, sisi menariknya tentu saja bentuk seperti mata pada bagian tengah fenomena ini.

  • Rumor

Seperti sudah dilihat, walau begitu tetap terdapat banyak rumor mengenai kemunculan hal ini seperti kota Atlantis yang hilang. Namun, secara ilmu pengetahuan ilmuwan mengambil kesimpulan bahwa ini terjadi sudah sejak lama dan hasil dari terkoyaknya lempeng tektonik pada sekitar lokasi. Itulah beberapa rumor dan jawaban paling masuk akal terkait bagaimana hal ini bisa terbentuk sejak jaman dahulu tentunya.

  • Struktur fenomena

Perlu dipahami, bahwa fenomena ini mampu ragam material seperti pada umumnya pada daerah gersang. Mulai dari unsur batuan riolat, kimberlit, gabro, dan karbonalit ada semua dalam hasil sekitar dari fenomena berlangsung sebenarnya. Satu hal pasti, tentunya sekitar daerah tidak akan bisa ditinggali manusia karena suhunya sangat tinggi sehingga hanya hewan yang bisa tahan pada situasi tersebut.

  • Pendapat ahli

Secara umum, sebenarnya pendapat dari para ahli sendiri sudah sangat jelas dimana didukung formasi sehingga bisa mencapai umur sekitar lebih dari 100 tahun. Awalnya sendiri sangat banyak orang berpendapat bahwa ini merupakan hasil dari letusan sebuah gunung, mengingat struktur batuan terasa seperti jenis vulkanik. Namun, setelah sekian tahun lamanya dirasa adanya berbagai cuaca menyebabkan erosi dan menciptakan sebuah fitur mata tersebut.