7 Buku Kontroversi yang Dilarang Beredar di Sekolah

Dianggap tak mendidik dan tidak sesuai usia, sederet buku dilarang di sekolah untuk diedarkan. Berikut ini daftarnya:

1. The Catcher in The Rye

The Catcher in The Rye adalah sebuah karya penulis asal Amerika Serikat yang menuai polemik dan banyak kecaman dari masyarakat maupun praktisi. Berisi tentang sebuah pemberontakan yang dilakukan anak remaja dianggap membawa pengaruh buruk. Di dalamnya bahkan terdapat banyak adegan seksual, kekerasan dan kata-kata kotor yang tak layak dibaca anak-anak.

Bahkan, seorang guru pada tahun 1960 dipecat lantaran membahas buku tersebut di hadapan para muridnya. The Catcher in The Rye, memang memiliki banyak deskripsi mengenai kejahatan remaja dan bisa berdampak buruk dalam skala besar.

2. Twilight

Jika Anda mengenal film populer Twilight, ini adalah novel pertamanya. Buku ini pernah dicekal di sekolah dasar terkhusus di Santa Sabina College Australia.

Para guru menganggap, jika kisah vampire dan sederet kisah supranaturalnya serta adegan cukup dewasa memberi ajaran tidak baik untuk dikonsumsi anak-anak. Namun secara khusus, guru dan para murid di tingkat menengah ke atas mendiskusikan isi buku untuk membuka persepsi berbeda yang dianggap wajar.

3. The Fault in Our Start

The Fault in Our Start, dilarang beredar setidaknya di delapan sekolah yang tergabung dalam Riverside Unified School District di California, Amerika Serikat.

Kisah yang disajikan sebenarnya sederhana, tentang romansa dua penderita kanker yang berjuang melawan penyakitnya meski akhirnya meninggal. Sayangnya, keseluruhan kisah dianggap terlalu tragis dan menyedihkan untuk disajikan pada anak-anak sekolah menengah ke bawah.

4. Berlin : The Downfall 1945

Berikutnya ada The Downfall 1945, buku ini dicekal secara nasional lantaran menceritakan kekerasan militer Rusia dan pimpinannya saat perang berkecamuk. Seluruh deskripsi tersaji cukup brutal dengan kalimat provokatif. Pihak berwenang district Rusia, Yekaterinburg kemudian melarang semua sekolah untuk menyajikan buku tersebut.

Cerita karya sastrawan asal Inggris Antony Beevor dan John Keegan ini memang dianggap hanya menebar kebencian terhadap bangsa Rusia yang saat itu sudah dalam kondisi stabil. Buku ini diklaim berbahaya karena hanya akan menumbuhkan dendam terutama pada anak-anak di bawah umur.

5. And Tango Makes Three

Jika melihat sampulnya, sepintas tak ada yang aneh dengan sepasang penguin saling bersandar bahkan terlihat seperti karang untuk anak-anak yang lucu. Namun, And Tango Makes Three nyatanya adalah fiksi romansa sepasang penguin sesama jenis yang rilis pada tahun 2005. Tulisan ini langsung dicekal terutama untuk sekolah di Amerika Serikat dan Singapura baru pada tahun 2015.

Alasannya jelas, lantaran buku tersebut membawa tema cukup kontroversial yakni gay adoption. Pelarangan ini dilakukan langsung oleh gubernur di Venice bernama Luigi Brugnaro karena diklaim membawa pengaruh buruk bagi siswa.

6. The Three Little Pigs

Berbeda dengan karya lainnya, The Three Little Pigs sebenarnya tak memiliki masa apapun dari segi cerita. Buku ini dicekal oleh Kepala Sekolah Park Road Junior Infant School, Inggris Barbara Harris lantaran menggunakan babi untuk semua karakternya. Pemilihan tersebut dianggap menyinggung murid beragam Islam yang memang cukup banyak di sekolah itu.

Sang kepala sekolah bahkan menginstruksikan untuk membuang semua cetakan tersebut agar tidak ditampilkan bagi anak di bawah 7 tahun. Bukan hanya The Three Little Pigs, cetakan lain macam Babe dan Winnie The Pooh juga dimusnahkan lantaran dianggap tak sesuai dengan pola didikan seharusnya.

7. Merriam – Webster Dictionary

Seperti namanya, ini bukanlah karya fiksi atau sejarah melainkan sebuah kamus kosa kata. Namun, Webster Dictionary diprotes oleh hampir semua orang tua lantaran dianggap memuat definisi oral sex dan jelas tak layak bagi anak anak. Kamus ini bahkan memicu kemarahan oleh para orang tua karena sudah cukup lama beredar di sekolah dan membuat anak mereka membacanya.

Webster Dictionary diedarkan di sebuah sekolah di California, dengan alasan untuk membantu para murid menambah kosa kata baru. Pemeriksaan menyeluruh rupanya luput dari pihak sekolah hingga kamus ini dikeluarkan seluruhnya dari sekolah tersebut.

Itulah sederet buku dilarang di sekolah, memilih bacaan edukatif tentu menjadi tanggung jawab pihak sekolah terlepas dari perbedaan sebab pencekalan di atas.